• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gangguan Kesehatan yang Bisa Dideteksi dari Warna Pup Bayi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gangguan Kesehatan yang Bisa Dideteksi dari Warna Pup Bayi

Gangguan Kesehatan yang Bisa Dideteksi dari Warna Pup Bayi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 07 Desember 2021
Gangguan Kesehatan yang Bisa Dideteksi dari Warna Pup Bayi

“Ada beberapa warna pup bayi yang perlu diwaspadai, karena warna feses dapat mengindikasikan kondisi kesehatannya. Salah satunya adalah feses bayi yang berwarna putih. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bayi tidak memproduksi cukup empedu pada liver mereka.”

Halodoc, Jakarta – Warna dan tekstur feses atau pup bayi secara alami akan mengalami perubahan selama satu tahun pertama usianya. Maka, ibu tidak perlu panik bila warna feses bayi mengalami perubahan. Sebab, perubahan warna tersebut bisa jadi dipicu oleh beberapa kondisi serta apa yang dikonsumsinya. 

Namun, tahukah ibu kalau indikator kesehatan bayi dapat dilihat berdasarkan warna feses atau pup-nya? Artinya, warna feses bayi juga dapat mendeteksi gangguan kesehatan yang terjadi pada tubuhnya. 

Maka dari itu, ada beberapa kondisi dan warna feses bayi yang perlu ibu waspadai dan perlu segera memeriksakannya ke dokter. Yuk, ketahui penjelasannya lebih dalam di sini!

Gangguan Kesehatan Dilihat dari Warna Pup

Berikut adalah beberapa warna feses bayi yang perlu diwaspadai, antara lain:  

  1. Hitam

Dilansir dari Healthline, kotoran pertama bayi yang baru lahir biasanya berwarna hijau kehitaman. Warna feses tersebut disebut sebagai mekonium yang terbilang normal karena menandakan bahwa usus bayi mampu bekerja dengan baik. Namun, bila mekonium tak kunjung hilang setelah beberapa hari, ibu patut curiga. Sebab, hal tersebut bisa jadi merupakan indikasi akan adanya perdarahan gastrointestinal. Oleh sebab itu segeralah menghubungi dokter spesialis anak untuk memeriksakan kondisinya.

  1. Merah

Terkadang feses bayi juga mungkin dapat berubah menjadi merah karena makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Misalnya seperti diberikan jus tomat atau makanan yang mengandung tomat. Namun, feses yang berwarna merah juga dapat mengindikasikan adanya darah dalam gerakan usus bayi akibat infeksi usus. 

Di samping itu, adanya darah merah pada kotoran bayi juga dapat disebabkan oleh alergi susu atau fisura anus. Nah, mengingat kondisi ini bisa saja disebabkan oleh apa yang Si Kecil konsumsi, maka ibu sebaiknya menunggu terlebih dahulu. Jika setelah beberapa hari feses tetap berwarna merah, segeralah memeriksakan kondisi bayi ke dokter.

  1. Putih

Jika feses bayi berwarna putih, maka Si Kecil perlu segera mendapatkan pertolongan medis. Sebab, fese yang berwarna putih menunjukkan bahwa bayi tidak memproduksi cukup empedu pada liver mereka, untuk mencerna makanan dengan benar. Kondisi ini tentu saja menjadi masalah serius yang bila dibiarkan tanpa penanganan dapat menimbulkan dampak fatal.

  1. Abu-Abu

Layaknya feses bayi yang berwarna putih, segeralah menghubungi dokter anak bila Si Kecil mengeluarkan kotoran berwarna abu-abu saat buang air besar. Sebab, hal ini bisa jadi menunjukkan kendala pada pencernaan bayi yang mungkin disertai konsistensi seperti kapur.

  1. Kuning Terang

Sebenarnya warna feses yang berwarna kuning cerah sangatlah normal pada bayi yang diberi ASI atau susu formula. Namun, bila feses berwarna kuning cerah muncul dengan intensitas yang tinggi dan sangat berair atau encer, bisa jadi hal ini adalah indikasi diare. Bayi yang mengalami diare perlu segera diberikan perawatan karena diare dapat meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi.

Ibu Juga Perlu Memperhatikan Tekstur Pup Bayi

Selain warna, tekstur pup bayi juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Feses atau pup bayi yang normal pada bayi baru lahir akan memiliki konsistensi seperti tar yang kental. Nah, warna serta tekstur tersebut akan berubah dalam beberapa hari pertama kehidupannya. 

Akan tetapi, bila kondisi ini tak kunjung membaik setelah beberapa hari, ibu perlu segera menghubungi dokter. Pasalnya, kondisi tersebut bisa jadi merupakan indikasi bahwa bayi kurang mendapatkan asupan ASI.

Sementara itu, jika pup bayi memiliki tekstur yang berlendir, kondisi ini menunjukkan terjadinya infeksi atau alergi pada tubuhnya.  Selain itu, bayi juga dapat mengalami sembelit atau konstipasi dengan tekstur feses yang keras dan seperti berkerikil. 

Bayi yang mengalami konstipasi dapat terjadi secara alami akibat perubahan pola makan dari ibu, atau Si Kecil mulai dikenalkan dengan MPASI. Namun, apabila sembelit terjadi secara terus-menerus, bisa jadi hal ini merupakan tanda bahwa dirinya sensitif terhadap susu.

Nah, itulah penjelasan mengenai gangguan kesehatan yang dapat dideteksi dari beberapa warna pup bayi. Pastikan untuk segera memeriksakan Si Kecil ke dokter anak jika feses masih hitam beberapa hari setelah lahir, berwarna merah atau berdarah, putih atau teksturnya berlendir. 

Melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa membuat janji dengan dokter spesialis anak di rumah sakit untuk memeriksakan kondisi Si Kecil. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi: 

Healthline. Diakses pada 2021. What Does Your Baby’s Poop Color Say About Their Health?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. The Color of Baby Poop and What It Means
Baby Center. Diakses pada 2021. Baby poop guide
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Infant and toddler health
Medical News Today. Diakses pada 2021. The best home remedies for baby constipation