• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gangguan Narsistik Ditandai dengan Perilaku Bullying?

Gangguan Narsistik Ditandai dengan Perilaku Bullying?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Gangguan Narsistik Ditandai dengan Perilaku Bullying?

Halodoc, Jakarta – Selalu ada penjelasan untuk segala sesuatunya, termasuk alasan kenapa orang melakukan bullying. Mengapa orang melakukan bullying salah satu alasannya adalah pernah mengalami situasi stres atau traumatis

Orang-orang menanggapi stres dengan cara yang berbeda. Ada yang mengalihkannya dengan perilaku positif, seperti meditasi dan olahraga, tetapi ada yang justru berperilaku negatif termasuk bullying. Mengapa orang dengan gangguan narsistik melakukan bullying?

Baca juga: Hati-Hati, Bullying Bisa Terjadi di Lingkungan Kerja

Mengapa Gangguan Narsistik Bisa Memicu Bullying?

Selain karena trauma dan stres, pelaku bullying melakukan bully karena gangguan kepribadian narsistik. Orang dengan gangguan kepribadian narsistik jatuh cinta dengan citra dirinya sendiri dan melibatkan pola pemikiran dan perilaku egois, sombong, kurangnya empati, dan tidak mempertimbangkan kebutuhan orang lain. 

Orang dengan gangguan narsistik merasa sulit, bahkan tidak mau berempati dengan perasaan orang lain. Karena alasan inilah orang dengan gangguan narsistik kurang memahami emosi orang lain dan bahkan kesulitan mengidentifikasi emosinya sendiri. 

Ketika orang dengan gangguan narsistik kesal, mereka akan melampiaskannya ke orang lain, sehingga memunculkan perilaku bullying. Orang dengan gangguan narsistik memiliki perasaan berhak untuk membuat keputusan tanpa banyak memikirkan dampaknya pada orang lain. 

Merasa berhak mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari orang lain. Selain itu, jika orang lain tidak memberi apa yang menurutnya menjadi halnya, orang dengan gangguan narsistik akan membalas dengan kejam. 

Perilaku ini termasuk menindas, mengambil barang yang bukan miliknya, merasa berhak atas posisi terbaik, serta perilaku-perilaku yang mengarah pada bullying. Orang dengan gangguan narsistik sering salah mengartikan setiap komentar atau ucapan sebagai cemoohan atau hinaan. Akibatnya, tidak jarang mereka memprotes yang lagi-lagi mengacu kepada perilaku bullying.

Orang narsistik juga sangat percaya diri dan senang menghakimi orang lain. Akibatnya, ketika mereka menindas orang lain, mereka sering percaya bahwa korban pantas diperlakukan seperti itu. Akhirnya, kondisi tersebut membuat mereka merasa tidak bertanggung jawab atas kehilangan ataupun kesedihan yang dialami korban bullying. 

Baca juga: Intip Film Ma, Korban Bullying Berpotensi Jadi Psikopat?

Bagaimana Cara Berhadapan dengan Orang Narsistik?

Orang narsistik bisa menarik dan pandai menciptakan citra diri yang fantastis, sehingga membuat orang-orang terpesona. Penting untuk diingat bahwa orang dengan gangguan narsistik tidak mencari pasangan, mereka mencari pengagum yang patuh. 

Satu-satunya nilai kamu bagi mereka adalah sebagai seseorang yang dapat memberi tahu mereka betapa hebatnya mereka. Tujuannya adalah untuk menopang ego mereka yang tak pernah terpuaskan. Bagaimana cara berhadapan dengan orang narsistik?

Lihatlah cara orang dengan gangguan narsistik memperlakukan orang lain. Jika ia berbohong, memanipulasi, menyakiti, dan tidak menghormati orang lain, pada akhirnya ia juga akan memperlakukan kamu dengan cara yang sama. 

Berhentilah membuat alasan untuk membiarkan perilaku buruknya. Penyangkalan tidak akan membuat orang dengan gangguan narsistik berubah. Kenyataannya adalah bahwa orang dengan gangguan narsistik akan terus mengulangi hal yang sama. 

Kamu perlu menetapkan batasan yang sehat dengan orang narsistik. Seharusnya hubungan yang sehat didasarkan pada rasa saling menghormati dan peduli. Namun, pengidap gangguan narsistik tidak peduli akan hal-hal yang demikian. 

Ketika kamu mulai menjaga jarak dengannya, ia akan memproyeksikan kesalahannya kepada orang lain. Sangat menjengkelkan untuk disalahkan atas sesuatu yang bukan salahmu dan ini kadang membuat kamu mempertanyakan citra dirimu.

Baca juga: Ini Alasan Anak Menjadi Pelaku Bullying

Pastikan untuk tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh orang tersebut. Jika orang terdekatmu mengalami gangguan narsistik yang ditandai dengan perilaku bullying, segera hubungi psikolog atau psikiater. Kamu juga bisa lho buat janji dengan dokter, psikolog, atau psikiater melalui Halodoc. Tanpa perlu repot keluar rumah, kamu hanya perlu datang pada waktu yang telah kamu tentukan sebelumnya.

Referensi:
Very Well Family. Diakses pada 2021. 5 Signs That a Teen is a Narcissist and a Bully.
Help Guide. Diakses pada 2021. Narcissistic Personality Disorder.
Counselling Connection.com. Diakses pada 2021. WHY DO PEOPLE HARASS AND BULLY?