Gangguan Pembekuan Darah adalah Penyakit Menurun, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Gangguan Pembekuan Darah adalah Penyakit Menurun, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta - Terdapat salah satu gangguan yang dapat terjadi pada seseorang, yaitu gangguan pembekuan darah. Hal yang terjadi ketika seseorang mengalami luka, tubuh akan membentuk gumpalan darah, lalu massa jaringan darah akan menebal dan membantu menghentikan pendarahan. Protein pada darah atau trombosit akan membentuk gumpalan yang disebut dengan koagulasi.

Pada seseorang yang mengidap gangguan pembekuan darah, gumpalan darah tersebut terlalu mudah untuk terbentuk dan tidak larut dengan baik, sehingga menghalangi aliran darah. Gangguan pembekuan darah yang berlebihan tersebut disebut dengan hiperkoagulasi dan dapat sangat berbahaya apabila terjadi.

Gangguan pembekuan darah dapat terjadi pada organ-organ penting, seperti arteri atau vena di otak, jantung, ginjal, paru-paru, dan anggota tubuh lainnya. Pada akhirnya, penyakit-penyakit yang berbahaya, seperti serangan jantung, stroke, kerusakan pada organ tubuh, hingga kehilangan nyawa.

Baca Juga: Ini Bahaya Pembekuan Darah bagi Kesehatan

Penyebab Gangguan Pembekuan Darah

Banyak faktor yang dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah tersebut terjadi, yaitu penyakit dan kondisi tertentu, mutasi genetik, serta obat-obatan. Penyebab gangguan pembekuan darah terbagi menjadi dua kategori, yaitu diperoleh atau keturunan.

1. Diperoleh

Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh penyakit atau kondisi lain. Hal-hal yang dapat menyebabkan hiperkoagulasi adalah merokok, kelebihan berat badan atau obesitas, kehamilan, penggunaan pil KB atau terapi penggantian hormon, kanker, istirahat di tempat tidur yang lama, serta perjalanan yang menyebabkan tidak banyak menggerakkan tubuh.

2. Sumber Genetik atau Turunan

Salah satu hal yang menyebabkan gangguan pembekuan darah yang berlebihan adalah cacat genetik. Cacat ini biasanya terjadi pada protein yang dibutuhkan untuk pembekuan darah dan juga dapat terjadi pada zat yang menunda atau melarutkan pembekuan darah. Gangguan yang berasal dari kebiasaan dan genetik dari pembekuan darah yang berlebihan tidak berhubungan, tetapi seseorang dapat memiliki keduanya.

Gangguan hiperkoagulasi yang diwariskan atau diturunkan dapat disebabkan oleh :

  • Faktor V Leiden adalah yang paling umum.

  • Mutasi gen protrombin.

  • Kekurangan protein alami yang dapat mencegah pembekuan.

  • Peningkatan kadar homosistein.

  • Peningkatan kadar fibrinogen atau disfungsional fibrinogen.

  • Peningkatan kadar faktor VIII dan faktor-faktor lain termasuk faktor IX dan XI.

  • Sistem fibrinolitik abnormal, termasuk hipoplasminogenemia, dysplasminogenemia dan peningkatan kadar inhibitor aktivator plasminogen (PAI-1).

Baca Juga: 5 Gangguan Pembekuan Darah Sesuai Bagian Tubuh

Pengobatan Gangguan Pembekuan Darah

Apabila kamu mengidap gangguan hiperkoagulasi, kemungkinan besar kamu hanya akan membutuhkan perawatan ketika bekuan darah berkembang. Obat-obatan antikoagulan membantu mencegah pembekuan darah tambahan, karena sifat dari obat tersebut dapat mengurangi kemampuan darah untuk membeku. Obat-obatan ini termasuk:

  • Warfarin.

  • Heparin.

  • Heparin dengan berat molekul rendah.

  • Fondaparinux.

Ada sejumlah obat pengencer darah baru yang disetujui oleh FDA dan dapat dikonsumsi. Hal ini termasuk obat-obatan, seperti dabigatran, rivaroxaban, dan apixaban. Setelah itu, dokter akan berdiskusi pada kamu tentang manfaat dan risiko obat-obatan ini.

Hal tersebut akan membantu untuk menentukan jenis obat yang akan kamu konsumsi, berapa lama kamu perlu meminumnya, dan jenis pemantauan tindak lanjut yang dibutuhkan. Seperti halnya obat apa pun, penting untuk mengetahui bagaimana dan kapan harus meminumnya sesuai dengan pedoman dokter Anda. Penting juga untuk sering melakukan tes darah yang diperintahkan oleh dokter kamu.

Baca Juga: Mengapa Gangguan Pembekuan Darah Terjadi

Itulah gangguan pembekuan darah yang dapat disebabkan oleh penyakit turunan. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!