• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gangguan Saraf Bisa Sebabkan Gastroparesis

Gangguan Saraf Bisa Sebabkan Gastroparesis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Gangguan Saraf Bisa Sebabkan Gastroparesis

Halodoc, Jakarta – Tahukah kamu bahwa dalam tubuh manusia terdapat sistem saraf yang memiliki peran penting dalam tubuh? Sistem saraf sendiri merupakan sebuah jaringan kompleks yang sangat vital dalam mengatur setiap kegiatan dalam tubuh. Berbagai fungsi pentingnya, antara lain untuk membantu manusia berpikir, bergerak, hingga menjalankan organ tubuh.

Baca juga: Pasca Operasi Usus Buntu Rentan Alami Gastroparesis

Adanya gangguan pada saraf nyatanya dapat sebabkan beragam gangguan kesehatan, salah satunya adalah gastroparesis. Penyakit ini merupakan salah satu gangguan pada otot lambung sehingga makanan menjadi lebih lambat untuk didorong menuju usus. Pengidap gastroparesis nyatanya akan mengalami beberapa gejala yang menjadi tanda penyakit ini. Yuk, simak penjelasan mengenai penyebab gastroparesis, di sini.

Kenali Gejala Gastroparesis

Penyakit gastroparesis menjadi salah satu penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan pada pencernaan yang menyebabkan lambung menjadi lebih lambat dalam mengosongkan makanan. Gastroparesis dapat menyebabkan beberapa gejala pada pengidapnya. Melansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, pengidap gastroparesis akan merasa lebih cepat kenyang saat mengonsumsi makanan. 

Tidak hanya itu, pengidap juga akan mengalami kondisi mual, muntah, perut kembung, nyeri ulu hati hingga terasa panas pada bagian dada, serta kehilangan nafsu makan yang disertai dengan penurunan berat badan. Gejala awal yang dialami nyatanya sering disepelekan oleh masyarakat dan dianggap sebagai gangguan pencernaan pada umumnya. Segera kunjungi rumah sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan jika gejala bertambah parah sehingga menyebabkan kamu mengalami beberapa kondisi, seperti:

  1. Kram yang cukup parah pada bagian perut.
  2. Muntah darah.
  3. Muntah lebih dari satu jam.
  4. Kesulitan bernapas.
  5. Kelelahan dan lemas.
  6. Demam.
  7. Alami tanda dehidrasi, misalnya mulut kering, urine lebih gelap, dan juga penurunan kesadaran.

Baca juga: Adakah Pencegahan yang Efektif dari Gastroparesis?

Itulah beberapa gejala yang perlu diwaspadai. Sebaiknya gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter jika kamu merasa tidak nyaman pada bagian perut atau lambung setelah mengonsumsi makanan. Penanganan lebih dini tentunya dapat membuat keluhan kesehatan lebih cepat diatasi.

Gangguan Saraf Sebabkan Gastroparesis

Lalu, apa yang menyebabkan seseorang dapat mengalami kondisi gastroparesis? Melansir dari Mayo Clinic, dari banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang alami kondisi gastroparesis, salah satu diantaranya adalah kerusakan saraf yang mengontrol otot lambung.

Lambung merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki banyak jaringan saraf di dalamnya, salah satunya adalah saraf vagus. Saraf ini memiliki fungsi untuk mengatur semua proses yang terjadi pada saluran cerna, termasuk otot lambung untuk berkontraksi dan mendorong makanan menuju usus.

Ketika saraf vagus mengalami kerusakan, otot lambung tidak dapat bekerja secara maksimal sehingga kerja otot lambung akan melambat atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Inilah yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit gastroparesis.

Selain adanya kerusakan saraf, melansir dari American College of Gastroenterology, penyakit diabetes menjadi penyebab lain dari kondisi gastroparesis. Untuk itu, tidak ada salahnya menjaga pola makan sehat agar kamu terhindar dari gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan gastroparesis.

Baca juga: Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Gastroparesis

Selain diabetes, penyakit skleroderma, penyakit autoimun, dan juga adanya gangguan endokrin menjadi salah satu penyakit yang dapat meningkatkan risiko seseorang alami gastroparesis. Ubah pola makan dengan mengonsumsi makanan lunak, batasi asupan gula dan garam, tidak mengonsumsi alkohol, dan konsumsi makanan rendah lemak serta serat untuk menurunkan gejala yang kamu alami.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Gastroparesis.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2020. Gastroparesis.
American College of Gastroenterology. Diakses pada 2020. Gastroparesis.