• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gaya Hidup Sehat Bisa Mencegah Anemia karena Penyakit Kronis

Gaya Hidup Sehat Bisa Mencegah Anemia karena Penyakit Kronis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Gaya Hidup Sehat Bisa Mencegah Anemia karena Penyakit Kronis

Halodoc, Jakarta - Pernahkah sebelumnya kamu mendengar penyakit bernama anemia of chronic disease? Penyakit ini mengacu pada tingkat sel darah merah yang rendah sebagai akibat penyakit autoimun (penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tubuh) atau penyakit kronis lainnya. Di dunia medis, penyakit kronis adalah penyakit yang bertahan lebih dari 3 bulan. Contohnya adalah kanker, penyakit ginjal, penyakit jantung, atau obesitas.

Cara untuk mencegah anemia karena penyakit kronis, maka kamu perlu mencegah atau mengobati penyakit kronis yang dialami. Jika kamu sudah memiliki penyakit kronis, memang agak tidak mungkin untuk mencegahnya, tetapi kamu dapat mencoba menerapkan gaya hidup sehat. 

Baca juga: Inilah Alasan Lansia Rentan Alami Anemia karena Penyakit Kronis

Mencegah Anemia Secara Umum

Hal mendasar yang perlu diketahui adalah mencegah anemia secara umum. Caranya dengan melakukan beberapa perubahan pada pola makan. Kamu harus memastikan diri mendapat cukup zat besi, folat, dan vitamin B-12 (juga disebut cobalamin). Beberapa jenis makanan yang bisa dipilih misalnya ayam atau kalkun, kacang, bayam, sereal sarapan, dan roti. 

Jika kamu seorang vegetarian atau vegan, tanyakan kepada dokter atau ahli gizi jika untuk mendiskusikan makanan apa yang bisa disarankan. Atau kamu juga membutuhkan suplemen atau vitamin C untuk yang membantu tubuh menyerap lebih banyak zat besi dari makanan. Selain itu, coba minum lebih sedikit minuman berkafein dan pilih sereal dan roti yang diperkaya zat besi.

Jika kamu membutuhkan suplemen zat besi, vitamin c, atau asam folat, kamu juga bisa mendapatkannya di Halodoc, lho. Kamu bisa memanfaatkan fitur beli obat yang ada di Halodoc. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, pesanan kamu akan segera tiba ke tempatmu.

Gejala dan Diagnosis Anemia Karena Penyakit Kronis

Anemia akibat penyakit kronis hanya menunjukkan gejala yang ringan. Bahkan bisa saja kamu tidak merasakan gejala apa pun. Ketika hal ini terjadi, ada beberapa gejala yang mungkin perlu diwaspadai, misalnya: 

  • Merasa lemah atau lelah;
  • Sakit kepala;
  • Kepucatan;
  • Sesak napas.

Baca juga: Anemia Parah Bisa Jadi Tanda Awal Kanker Darah?

Ada beberapa pemeriksaan fisik yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini. Anemia mungkin merupakan gejala pertama dari penyakit serius, sehingga menemukan penyebabnya sangat penting.

Tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis anemia atau menyingkirkan penyebab lain termasuk:

  • Hitung darah lengkap;
  • Jumlah retikulosit;
  • Tingkat serum feritin;
  • Tingkat besi serum;
  • Pemeriksaan sumsum tulang (dalam kasus yang jarang untuk menyingkirkan kanker).

Pengobatan yang Disarankan 

Anemia yang berhubungan dengan anemia penyakit kronis biasanya memiliki gejala yang ringan. Mengobati penyakit mendasar yang menyebabkan anemia adalah langkah pertama untuk mengobati sebagian besar bentuk anemia karena penyakit kronis.

Pada banyak kasus, mengobati penyakit ini menyelesaikan anemia dan gejalanya. Namun, strategi ini mungkin tidak berhasil untuk anemia yang disebabkan oleh kanker dan penyakit ginjal kronis. Ada beberapa opsi perawatan lain yang mungkin diperlukan, misalnya:

  • Transfusi Darah

Transfusi darah dapat digunakan ketika gejala anemia sangat parah (hemoglobin <8,0 g / dL). Transfusi tidak digunakan sebagai terapi jangka panjang karena risiko seperti kelebihan zat besi dan potensi efek samping sistem kekebalan tubuh malah bisa meningkatkan risiko terkena infeksi.

  • Suntikan EPO

Bentuk EPO sintetis dapat diberikan melalui suntikan subkutan (di bawah kulit) jika kadar EPO berkurang. Kamu dapat menerima terapi zat besi tambahan jika EPO digunakan sebagai pengobatan. Jika kamu menerima terapi EPO, kadar hemoglobin diperiksa setiap beberapa minggu untuk melihat apakah perawatan ini membantu. Biasanya, terapi disesuaikan sehingga kadar hemoglobin turun dalam kisaran 11-12 g / dL.

Baca juga: 5 Jenis Asupan Makanan untuk Pengidap Anemia

Itulah informasi mengenai anemia karena penyakit kronis. Jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait hal ini, jangan sungkan untuk mendiskusikannya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Anemia of Chronic Disease.
Icahn School of Medicine at Mount Sinai. Diakses pada 2020. Anemia of Chronic Disease.
MSD Manuals. Diakses pada 2020. Anemia of Chronic Disease.
WebMD. Diakses pada 2020. Anemia.