• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Gagal Ginjal

Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Gagal Ginjal

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Gagal Ginjal

Halodoc, Jakarta - Ginjal adalah organ seukuran kepalan tangan yang terletak di bagian bawah tulang rusuk, di kedua sisi tulang belakang. Ginjal memiliki beberapa fungsi penting, di antaranya adalah menyaring produk limbah, kelebihan air, dan kotoran lain dari darah. Produk limbah disimpan di kandung kemih, kemudian dikeluarkan melalui urine.

Karena tugasnya yang krusial, terlebih lagi jika seseorang mengidap gagal ginjal, maka penting untuk menjaga kesehatan ginjal secara keseluruhan. Dengan menjalani gaya hidup sehat dan penyakit gagal ginjal terkelola dengan baik, maka tubuh lebih kuat menjalani hidup meski ada penyakit gagal ginjal. 

Baca juga: Cari Tahu Pentingnya Fungsi Ginjal bagi Tubuh

Gaya Hidup Sehat Pengidap Gagal Ginjal

Memiliki penyakit gagal ginjal, membuat seseorang lebih berisiko pada efek infeksi tertentu. Penting untuk mengontrol dan mengelola gagal ginjal agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Berikut ini gaya hidup yang perlu dijalani pengidap gagal ginjal:

  • Pola Makan Sehat

Pengidap gagal ginjal akan merasakan manfaat dari pola makan yang sehat. Penting untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Dengan begitu tekanan darah, risiko penyakit jantung, dan kadar gula terkontrol dengan baik. 

  • Kontrol Asupan Cairan

Beberapa orang dengan gagal ginjal biasanya disarankan dokter untuk mengontrol jumlah cairan yang diminum. Jika kamu disarankan untuk mengurangi cairan yang diminum, penting juga untuk mengurangi jumlah garam dalam makanan.

Baca juga: Terlalu Sering Minum Soda Sebabkan Gangguan Ginjal?

  • Olahraga

Olahraga membantu tubuh tetap sehat dan kuat. Kegiatan ini bisa meningkatkan kesejahteraan tubuh dan mengurangi gejala beberapa masalah kesehatan. Namun, mungkin akan sulit untuk mempertahankan rutinitas olahraga yang teratur jika seseorang memiliki kondisi ginjal jangka panjang, terutama jika seseorang menjalani perawatan seperti dialisis. 

Pengidap gagal ginjal perlu berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc sebelum memulai program olahraga baru untuk memastikan apakah suatu olahraga sesuai dengan situasi kesehatan ginjal. 

  • Pertahankan Kolesterol Tetap Rendah

Kolesterol adalah jenis lemak penting yang ditemukan di dalam tubuh. Kolesterol terbawa dalam darah dan bisa menumpuk di dinding pembuluh darah, sehingga mengakibatkan pembuluh darah menyempit.

Kecenderungan kolesterol tinggi bisa diturunkan jika pengidap gagal ginjal menjalani pola makan sehat dan seimbang. Orang dengan gagal ginjal dengan kadar protein yang sangat tinggi dalam urinnya mungkin juga memiliki kadar kolesterol yang tinggi dalam darahnya. 

Itulah gaya hidup sehat yang harus dijalani pengidap gagal ginjal. Jika penyakit gagal ginjal tidak dikelola dengan baik, maka komplikasi mudah terjadi. Gagal ginjal akut yang tidak diobati dapat menyebabkan kematian. Komplikasi potensial dari gagal ginjal akut, yaitu:

  1. Penumpukan cairan. Gagal ginjal akut menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru, yang dapat menyebabkan sesak napas.
  2. Nyeri dada. Jika lapisan yang menutupi jantung (perikardium) meradang, kamu mungkin mengalami nyeri dada.
  3. Kelemahan otot. Ketika cairan dan elektrolit tubuh (kimia darah tubuh) tidak seimbang, maka kelemahan otot dapat terjadi.
  4. Kerusakan ginjal permanen. Kadang-kadang, gagal ginjal akut menyebabkan hilangnya fungsi ginjal secara permanen, atau penyakit ginjal stadium akhir. Orang dengan penyakit ginjal stadium akhir memerlukan dialisis permanen untuk membuang racun dan limbah dari tubuh atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup.

Baca juga: Waspada Sarkoidosis Dapat Berujung kepada Gagal Ginjal

Setelah ginjal berhenti bekerja, kira-kira berapa seseorang dapat bertahan hidup tanpa dialisis atau transplantasi? Kebanyakan orang dapat mempertahankan penyaringan normal di ginjal mereka meskipun mereka telah kehilangan 90 persen fungsi ginjalnya. 

Hanya jika kurang dari 10 persen fungsi ginjal yang tersisa barulah masalah metabolisme dapat muncul. Ketika ginjal mengalami kegagalan dalam menjalani fungsinya, berbagai produk limbah menumpuk di dalam darah, sehingga menimbulkan kondisi yang dikenal sebagai uremia. 

Referensi:
Kidney Care UK. Diakses pada 2021. Lifestyle - diet, fluids and exercise
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Chronic Kidney Disease
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Osteomalacia
Primary Care: Clinics in Office Practice. Diakses pada 2021. Chronic Kidney Disease and Its Complications