• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap TB

Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap TB

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap TB

“Mengonsumsi obat sesuai dengan dosis dan arahan dokter, melakukan pemeriksaan rutin, dan membiasakan hidup sehat menjadi kunci untuk terhindar dari komplikasi akibat tuberkulosis.”

Halodoc, Jakarta – Meski tuberkulosis atau disingkat TB merupakan penyakit yang sangat menular, tetapi tetap saja bisa sembuh asal dilakukan pengobatan yang tepat. Cara terbaik untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi adalah minum obat secara teratur dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Setelah didiagnosis mengidap tuberkulosis, kamu akan diwajibkan untuk menjalani serangkaian prosedur pengobatan. Prosedur tersebut meliputi minum obat seperti yang diarahkan oleh dokter. Tak hanya itu, kamu juga wajib melakukan kontrol kesehatan secara rutin untuk memastikan bahwa obat yang kamu konsumsi bekerja dengan baik dan tubuh mampu menerimanya.

Pasalnya, infeksi TB dapat bersifat laten atau aktif.  Laten berarti bakteri tidak aktif di dalam tubuh. Kamu tidak memiliki gejala dan tidak menular. Sementara dalam bentuk aktif, tuberkulosis bisa menular. Bakteri akan berkembang biak di dalam tubuh dan menyebabkan munculnya gejala. 

Baca juga: Hal yang Wajib Diperhatikan saat Menjalani Pengobatan TBC

Baik laten maupun aktif, keduanya harus mendapatkan penanganan yang tepat. Pengobatan standar untuk tuberkulosis laten menggunakan obat antibakteri isoniazid selama enam sampai sembilan bulan. Sementara pengobatan tuberkulosis aktif biasanya menggunakan kombinasi tiga atau empat obat.

Sebelum dan selama menjalani pengobatan, dokter mungkin akan merekomendasikan kamu untuk menjalankan beberapa pemeriksaan medis, seperti:

  • Tes darah untuk memeriksa fungsi hati karena obat TBC bisa bersifat sangat keras pada hati.
  • Tes dahak untuk melihat apakah antibiotik bekerja melawan bakteri.
  • Rontgen dada untuk mencari TB di paru-paru.

Penerapan Pola Hidup Sehat untuk Pengidap TB

Sebelum penggunaan antibiotik menjadi pilihan untuk mengatasi TB, pengidap biasanya akan menjalani pengobatan di sanatorium. Alasannya adalah untuk beristirahat, menikmati udara segar, dan mendapatkan nutrisi yang baik sehingga sistem kekebalan tubuh cukup kuat untuk melawan bakteri TB. 

Baca juga: Ini Alasan Pengidap TBC Lebih Mudah Terkena Virus

Meski antibiotik diperlukan untuk membantu menyembuhkan tuberkulosis, tetapi memperbaiki pola makan dengan mengonsumsi lebih banyak makanan sehat juga menjadi bagian penting, untuk mempercepat pemulihan dan mempertahankan kesehatan yang baik.

Nutrisi dan tuberkulosis masih memiliki keterkaitan yang sangat erat di negara berkembang. Malnutrisi dapat membuat seseorang lebih berisiko mengalami TB. Pun, memiliki TB aktif juga dapat menyebabkan penurunan berat badan dan kekurangan gizi. Pasalnya, ketika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sistem kekebalan bisa menjadi lemah.

Oleh karena itu, kamu direkomendasikan untuk mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Perubahan yang dapat kamu lakukan di rumah meliputi:

  • Perbanyak makan buah dan sayur.
  • Ganti asupan lemak dan protein yang sehat.
  • Banyak minum air putih.
  • Hindari konsumsi lemak jenuh yang dapat merusak hati.
  • Hindari konsumsi alkohol. Meski dalam jumlah kecil, alkohol tetap berbahaya bagi seseorang yang sudah menjalani pengobatan TB karena hati harus bekerja lebih keras.
  • Melakukan olahraga ringan hingga sedang secara teratur setelah gejala TB aktif hilang.

Baca juga: TBC Juga Bisa Terjadi pada Kulit, Apa Penyebabnya?

Jangan lupa juga untuk banyak minum air putih. Tubuh perlu terhidrasi agar berada dalam kondisi ideal untuk memproses semua obat tuberkulosis yang kamu konsumsi. Tak ketinggalan, pastikan kamu sudah download aplikasi Halodoc di ponselmu. Jika kamu mengalami keluhan lain, kamu bisa langsung tanya dokter dan mendapatkan penanganan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, biasakan hidup sehat mulai sekarang!

Referensi:

Everyday Health. Diakses pada 2021. Living With Tuberculosis: How to Avoid Complications.