• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gaya Hidup Sehat untuk Penyakit Jantung Iskemik Kronis

Gaya Hidup Sehat untuk Penyakit Jantung Iskemik Kronis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Gaya Hidup Sehat untuk Penyakit Jantung Iskemik Kronis

Halodoc, Jakarta – Gaya hidup sehat menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan, termasuk pada pengidap penyakit jantung iskemik kronis. Di dalam tubuh manusia, jantung merupakan salah satu organ tubuh yang paling vital. Maka dari itu, penting untuk menjaga kesehatan jantung dan menghindari risiko penyakit yang bisa menyerang. 

Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat nyatanya tidak hanya bisa mencegah penyakit, tapi juga bisa memberi manfaat sehat untuk pengidap penyakit jantung iskemik kronis. Lantas, bagaimana perubahan gaya hidup yang disarankan dan apa saja hal yang harus diperhatikan oleh pengidap penyakit jantung iskemik kronis? Cari tahu di sini! 

Baca juga: Kondisi Sesak Napas yang Perlu Segera Ditangani di UGD

Perubahan Gaya Hidup untuk Pengidap Penyakit Jantung Iskemik Kronis 

Penyakit jantung iskemik adalah penyakit yang terjadi karena ada penyempitan pembuluh darah arteri jantung. Arteri ini disebut pembuluh darah koroner. Penyakit jantung iskemik kronis terjadi akibat organ jantung kurang mendapat pasokan zat makanan dan oksigen yang penting untuk melancarkan proses memompa darah ke seluruh tubuh. 

Gangguan pada organ jantung tidak boleh diabaikan begitu saja. Pengidap penyakit jantung iskemik kronis disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat, di antaranya: 

  • Konsumsi makan sehat. Nyatanya, makanan yang dikonsumsi berperan dan bisa berdampak pada kesehatan tubuh. Pada pengidap penyakit jantung iskemik koroner, disarankan untuk menghindari makanan yang bisa memicu naiknya kadar kolesterol. Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi makanan sehat yang mengandung serat. 
  • Berhenti merokok. Salah satu pemicu kerusakan pada arteri di dalam tubuh adalah rokok. Maka dari itu, pengidap penyakit jantung iskemik kronis harus berhenti merokok. 
  • Rajin berolahraga. Gaya hidup pasif atau tidak banyak melakukan aktivitas fisik harus dihindari. Selain bisa memicu gangguan kesehatan, hal ini juga bisa menyebabkan obesitas alias kelebihan berat badan. Kalau sudah begitu, risiko munculnya penyakit akan menjadi lebih besar. 
  • Cukup istirahat. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh dan menurunkan risiko penyakit. 
  • Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter, termasuk memantau kadar kolesterol dan tekanan darah. Bagi pengidap penyakit jantung iskemik kronis, kedua hal ini tergolong penting untuk selalu dipantau.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Memeriksakan Masalah Jantung pada Dokter?

Penyakit jantung bisa muncul karena faktor gaya hidup maupun faktor genetik alias keturunan. Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama harus berhati-hati. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika mengalami gejala penyakit jantung iskemik, seperti: 

  • Angina, meliputi nyeri dada, sesak, serta sensasi terbakar. Gejala penyakit biasanya dimulai dari belakang tulang dada.
  • Sesak napas. 
  • Serangan jantung yang ditandai dengan pusing, batuk, sesak napas, perubahan warna kulit menjadi pucat, perasaan tidak sehat dan cemas, rasa tidak nyaman di area dada, gelisah, berkeringat, serta mual dan muntah. 

Pada mulanya, penyakit ini sering ditandai dengan gejala nyeri dada yang menyebar ke leher, rahang, telinga, lengan, dan pergelangan tangan. Gejala penyakit ini juga bisa menyebar ke tulang belikat, punggung, dan perut. 

Baca juga: Otot Jantung Bermasalah, Ini yang Disebut Kardiomiopati

Jika muncul gejala seperti itu atau bahkan lebih parah, sebaiknya segera pergi ke rumah sakit. Bisa jadi itu adalah gejala awal serangan jantung. Jika iya, pertolongan medis perlu segera dilakukan untuk menurunkan risiko komplikasi. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menemukan daftar rumah sakit terdekat yang bisa dikunjungi. Download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Springer Link. Diakses pada 2021. Chronic Ischemic Heart Disease.
British Heart Foundation. Diakses pada 2021. Coronary heart disease.
National Library of Medicine. Diakses pada 2021. Chronic Ischemic Heart Disease Selection of Treatment Modality.
American Heart Association. Diakses pada 2021. Silent Ischemia and Ischemic Heart Disease.