• Home
  • /
  • Gaya Hidup untuk Pengidap Paru Interstisial

Gaya Hidup untuk Pengidap Paru Interstisial

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Gaya Hidup untuk Pengidap Paru Interstisial

Halodoc, Jakarta – Paru interstisial (PI) menggambarkan sekelompok besar kelainan, di mana muncul jaringan parut progresif pada jaringan paru-paru. Jaringan parut ini dapat mempengaruhi kemampuan pengidapnya untuk bernapas dan mendapatkan cukup oksigen ke dalam aliran darah. Penyakit paru-paru interstisial dapat disebabkan oleh paparan jangka panjang terhadap bahan-bahan berbahaya, seperti asbes.

Beberapa jenis penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, juga dapat menyebabkan penyakit paru interstitial. Setelah jaringan parut paru terbentuk, kondisinya sulit untuk dipulihkan. Obat-obatan dapat memperlambat kerusakan paru-paru, tetapi banyak paru-paru pengidapnya yang sudah tidak  bisa bekerja secara normal kembali. 

Baca juga: Beda Penyakit Paru Interstisial dengan Penyakit Paru Lainnya

Gaya Hidup untuk Pengidap Paru Interstisial

Adapun gaya hidup yang harus dijalani pengidap paru interstisial. Dilansir dari University of California San Francisco Health, berikut gaya hidup yang harus dijalani, yaitu:

  1. Pertahankan IMB yang Sehat 

Pengidap PI harus memiliki IMG yang sehat, yakni sekitar 20 hingga 30. Mempertahankan berat badan yang sehat penting bagi pengidap penyakit paru-paru. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan sesak napas dan membuat jantung tegang.

Sementara, kekurangan berat badan juga menurunkan tingkat energi dan membuat pengidap lebih rentan terhadap infeksi. Itulah sebabnya, pengidap PI harus punya berat badan yang sehat dan seimbang.

  1. Terapkan Pola Makan Sehat

Cara untuk mendapat berat badan yang ideal, pengidap PI harus menjaga pola makannya. Pengidap disarankan untuk mengonsumsi makanan seimbang yakni dilengkapi dengan banyak protein, buah-buahan, dan sayuran segar. Protein adalah blok pembangun tubuh. Tubuh membutuhkan protein untuk membantu penyembuhan dan mengurangi kehilangan otot. 

Karbohidrat harus berasal dari buah-buahan dan sayuran segar, dan tidak disarankan dari makanan olahan, tinggi gula atau bertepung. Alasannya, makanan tersebut mengandung lebih banyak kalori dan lebih sedikit nutrisi. Kalau kamu ingin tahu jenis makanan apa saja yang tinggi protein dan sayuran berkarbohidrat, kamu bisa berkonsultasi dengan ahli gizi melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi ahli gizi kapan saja dan di mana saja 

Baca juga: Kenali Lebih Jauh Penyebab Penyakit Paru Interstisial

  1. Hindari Makan Terlalu Banyak

Pengidap PI disarankan untuk makan beberapa kali dengan porsi yang kecil dan bergizi tinggi. Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dapat membuat pengidap merasa terlalu kenyang, sehingga membatasi paru-paru untuk tidak mengembang sepenuhnya. Akibatnya, pengidap bisa kesulitan bernapas. 

Cobalah untuk makan tiga piring kecil dan tiga makanan ringan sehari untuk mencegah rasa kenyang dan menyisakan lebih banyak ruang bagi paru-paru untuk mengembang. Jadikan setiap kalori yang dimakan bermanfaat bagi tubuh. Makanlah makanan utama di pagi hari agar tubuh memiliki lebih banyak energi sepanjang hari. Bagi pengidap yang memakai oksigen, pastikan menggunakannya saat makan karena tubuh membutuhkan banyak oksigen untuk makan dan pencernaan.

  1. Membatasi Asupan Garam

Garam menyebabkan retensi cairan yang mengganggu pernapasan. Itu sebabnya, pengidap PI haru memperhatikan konsumsi natrium apabila sedang menggunakan prednisone atau mengidap tekanan darah tinggi. Pastikan untuk mengonsumsi garam tidak lebih dari 2.400 miligram per hari.

Baca juga: Benarkah Terpapar Debu Batu Bara Sebabkan Penyakit Paru Interstisial?

Itulah gaya hidup yang perlu diperhatikan pengidap paru interstisial. Mengingat penyakit ini sulit disembuhkan dan bisa memburuk seiring waktu, penting bagi pengidap agar selalu disiplin dalam menjalani gaya hidup. 

Referensi:
University of California San Francisco Health. Diakses pada 2020. ILD Nutrition Manual: General Guidelines for Eating Healthy.
Healthline. Diakses pada 2020. Interstitial Lung Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Interstitial lung disease.