• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Gejala Awal dari Hematoma Subdural

Waspada, Ini Gejala Awal dari Hematoma Subdural

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Hematoma subdural adalah kondisi saat munculnya darah yang kemudian terkumpul di antara lapisan-lapisan jaringan yang mengelilingi otak. Lapisan terluar ini disebut dura. Pada hematoma subdural, perdarahan terjadi antara dura dan lapisan berikutnya, arachnoid.

Pendarahan di hematoma subdural berada di bawah tengkorak dan di luar otak, bukan di otak itu sendiri. Namun, ketika darah menumpuk, tekanan pada otak meningkat. Tekanan pada otak menyebabkan gejala hematoma subdural. Jika tekanan di dalam tengkorak naik ke tingkat yang sangat tinggi, hematoma subdural dapat menyebabkan ketidaksadaran, bahkan kematian.

Baca juga: Beda Epidural Hematoma dan Subdural Hematoma

Gejala Awal dari Hematoma Subdural

Hematoma subdural ada dua jenis yakni akut (akibat kecelakaan) dan kronis (akibat cedera kepala berulang). Pada hematoma subdural akut, gejala segera muncul, sementara pada hematoma subdural kronis, gejala mungkin tidak muncul sama sekali. Nah, gejala umum hematoma subdural yang perlu diketahui antara lain: 

  • Bicara jadi cadel;

  • Kehilangan kesadaran atau koma;

  • Kejang;

  • Mati rasa;

  • Sakit kepala parah;

  • Kelemahan;

  • Masalah penglihatan.

Kamu harus pergi ke dokter segera jika memiliki gejala-gejala ini. Gejala-gejala ini juga merupakan tanda dari kondisi kesehatan yang sangat serius lainnya. Gejala hematoma subdural kronis kadang mirip dengan gejala demensia, stroke, tumor, atau masalah lain di otak.

Oleh karena itu, pemeriksaan di rumah sakit harus segera dilakukan. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan dokter yang lebih mudah. Dengan begini, kamu akan diprioritaskan untuk segera melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Risiko Operasi pada Hematoma Subdural Bisa Fatal?

Diagnosis Hematoma Subdural 

Hematoma subdural bisa didiagnosis menggunakan tes pencitraan, seperti CT scan atau MRI. Pemindaian ini memberi dokter pandangan mendalam pada beberapa bagian tubuh, seperti:

  • Otak;

  • Tengkorak;

  • Pembuluh darah;

  • Pembuluh darah lainnya.

Pemindaian ini juga dapat mendeteksi apakah ada darah di otak atau tidak. Dokter dapat meminta kamu melakukan tes darah untuk memeriksa jumlah darah lengkap. Tes hitung darah lengkap mengukur jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, dan jumlah trombosit.

Tingkat sel darah merah yang rendah menunjukkan kehilangan darah yang signifikan. Dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa denyut jantung dan tekanan darah untuk bukti ada tidaknya perdarahan internal.

Langkah Pengobatan Hematoma Subdural

Hematoma subdural akut hanya dapat diobati di ruang operasi. Prosedur bedah yang disebut kraniotomi ini dapat digunakan untuk mengangkat hematoma subdural yang besar. Ini biasanya digunakan untuk mengobati hematoma subdural akut. Melalui prosedur ini, dokter bedah akan mengambil bagian dari tengkorak untuk mengakses bekuan darah atau hematoma. Mereka kemudian menggunakan alat penghisap dan pengaliran darah untuk menghilangkannya.

Untuk hematoma subdural akut, kraniotomi mungkin merupakan prosedur yang menyelamatkan jiwa meski memiliki risiko. Pasalnya, 18 persen pasien bisa meninggal dalam 30 hari setelah operasi.

Lubang duri ini dapat digunakan untuk mengalirkan hematoma subdural kronis dan juga akut yang lebih kecil dari satu sentimeter pada titik paling tebal. Pertama, dokter bedah akan membuat lubang kecil di tengkorak dan kemudian menempatkan tabung karet di dalamnya. Darah dari hematoma mengalir keluar melalui lubang-lubang ini. Meskipun tingkat pemulihan bervariasi, 80 hingga 90 persen pasien mengalami peningkatan fungsi otak yang signifikan setelah prosedur ini.

Baca juga: Waspada Komplikasi Akibat Hematoma Subdural

Itulah informasi yang perlu diketahui mengenai hematoma subdural. Jika kamu ingin tahu lebih jauh mengenai penyakit ini dan berbagai komplikasi yang bisa terjadi karenanya, jangan ragu untuk diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc. Dokter akan siaga memberikan saran kesehatan yang kamu butuhkan, kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Subdural Hematoma.
Web MD. Diakses pada 2020. Subdural Hematoma.