• Home
  • /
  • Gejala Awal Difteri pada Anak Mirip Radang Tenggorokan

Gejala Awal Difteri pada Anak Mirip Radang Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Gejala Awal Difteri pada Anak Mirip Radang Tenggorokan

Halodoc, Jakarta – Penyakit yang menyerang tenggorokan memang menyebabkan gejala yang tidak nyaman. Nah, hal ini yang bisa terjadi pada radang tenggorokan. Namun, kondisi ini tidak hanya bisa saja terjadi karena radang, penyakit lain seperti difteri juga bisa menyebabkan gejala yang membuat tenggorokan terasa tidak nyaman. 

Difteri dan radang tenggorokan jelas penyakit yang berbeda. Namun, kamu tetap harus mewaspadai kedua gejalanya dengan baik. Pahami beda keduanya di sini!

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Difteri Mematikan

Beda Penyebab Antara Radang Tenggorokan dan Difteri

Jika dilihat dari penyebabnya, radang tenggorokan dan difteri jelas berbeda. Penyakit radang tenggorokan biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri.  Jenis virus yang cukup umum menyebabkan radang tenggorokan adalah Rhinovirus, Influenza, dan Adenovirus. Sementara bakteri penyebab radang tenggorokan adalah Streptococcus beta-hemolytic group A, Haemophilus influenzae type b, Mycoplasma, dan Chlamydia pneumoniae

Selain itu, radang tenggorokan juga bisa terjadi akibat faktor lingkungan. Seperti udara yang dingin dan kering, polusi, merokok, atau makanan dan minuman yang bisa mengiritasi mukosa pada tenggorokan. Sementara itu, difteri hanya disebabkan oleh satu penyebab yakni satu jenis kuman, yang disebut Corynebacterium diphtheria.

Bakteri akan menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Penyebaran dan penyebaran difteri juga bisa melalui partikel di udara, benda pribadi, peralatan rumah tangga yang terkontaminasi, serta menyentuh luka yang terinfeksi kuman difteri.

Gejala Difteri Bisa Lebih Kompleks

Apabila radang tenggorokan hanya menimbulkan gejala ringan seperti sakit saat menelan makanan, maka gejala difteri pada anak bisa lebih kompleks. Umumnya, gejala penyakit difteri akan muncul 2–5 hari sejak seseorang terinfeksi kuman penyebab difteri tersebut. Beberapa gejala yang akan muncul, antara lain: 

  • Munculnya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi amandel dan tenggorokan;

  • Demam dan menggigil;

  • Nyeri tenggorokan dan suara serak;

  • Sulit bernapas atau napas yang cepat;

  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher;

  • Lemas dan lelah;

  • Pilek yang awalnya cair, tetapi dapat sampai bercampur darah;

  • Batuk yang keras;

  • Rasa tidak nyaman;

  • Gangguan penglihatan;

  • Bicara melantur; dan

  • Tanda-tanda syok, seperti kulit yang pucat dan dingin, berkeringat, dan jantung berdebar cepat.

Segera periksakan diri ke rumah sakit jika kamu mengalami beberapa gejala di atas. Penanganan yang tepat di rumah sakit sesegera mungkin akan mencegah kamu dari risiko komplikasi. Lagipula, kini kamu juga bisa langsung buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan tidak perlu antre lagi.

Baca juga: Begini Proses Penularan dari Difteri

Komplikasi Difteri

Ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi jika difteri terlambat diobati, antara lain: 

  • Saluran napas tertutup;

  • Kerusakan otot jantung (miokarditis);

  • Kerusakan saraf (polineuropati);

  • Kehilangan kemampuan bergerak (lumpuh);

  • Infeksi paru-paru (pneumonia hingga gagal napas); dan

  • Difteri hipertoksik yang memicu pendarahan dan gagal ginjal.

Pengobatan Difteri

Ada beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi difteri, yaitu:

  • Pemberian antitoksin. Obat ini melawan racun yang dihasilkan oleh bakteri. Namun, tidak semua orang tubuhnya bisa menerima antitoksin, maka dokter memberi antitoksin dengan dosis rendah dan meningkatkan dosisnya secara bertahap. 

  • Pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi di bawah pengawasan dokter.

  • Anjuran pemberian booster vaksin difteri setelah pengidap kembali sehat, untuk membangun pertahanan terhadap difteri.

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat Beri Anak Vaksin Difteri

Jika kamu ingin tahu lebih banyak mengenai risiko difteri pada anak, jangan ragu untuk menanyakannya pada dokter di Halodoc. Dokter akan selalu siaga memberikan solusi untuk setiap kondisi kesehatan yang kamu alami. Download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
WHO. Diakses pada 2019. Diphtheria.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Diphtheria: Causes, Symptoms, and Treatment