Gejala DBD pada Anak yang Perlu Orangtua Waspadai

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   27 Desember 2021

“Demam Berdarah Dengue atau DBD masih menjadi salah satu isu kesehatan serius di Indonesia sampai sekarang. Masalah kesehatan ini paling rentan menyerang anak-anak yang masih berusia di bawah 15 tahun. Ketahui apa saja gejala dbd pada anak yang perlu diwaspadai.”

Gejala DBD pada Anak yang Perlu Orangtua WaspadaiGejala DBD pada Anak yang Perlu Orangtua Waspadai

Halodoc, Jakarta – Sayangnya, Indonesia menjadi salah satu tempat yang sangat ideal sebagai tempat tinggal nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue atau DBD yaitu Aedes aegypti. Bukan tanpa alasan, Indonesia memiliki iklim tropis yang memang ideal untuk tempat nyamuk berkembang biak. Sayangnya, masih banyak orangtua yang belum mengetahui apa saja gejala DBD pada anak, sehingga banyak yang terlambat ditangani. 

Memang benar, demam berdarah adalah jenis penyakit infeksi yang paling umum sekaligus paling sering terjadi di kawasan Asia Tenggara. Tak heran jika Indonesia pun jadi tempat idaman pada nyamuk berbahaya ini berkembang biak. Meski begitu, infeksi terjadi melalui aliran darah, sehingga penyebaran virus tidak bisa terjadi dari manusia ke manusia lainnya. 

Gejala Demam Berdarah Dengue pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Beberapa kondisi yang bisa dibilang jarang terjadi, demam berdarah ternyata bisa mengakibatkan kondisi yang lebih serius pada anak maupun orang dewasa. Sebenarnya, demam berdarah sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu demam berdarah dengue, demam dengue, dan dengue syok syndrome. Berikut ciri dan gejala dari setiap jenisnya:

  1. Gejala Demam Dengue pada Anak
Gejala Demam Dengue pada Anak

Demam dengue menjadi bentuk DBD yang tergolong ringan dan setidaknya tidak memicu terjadinya perdarahan. Mulanya, kondisi ini tidak menunjukkan adalah tanda dan gejala sama sekali. Terutama apabila anak tidak pernah mengidap demam berdarah sebelumnya. 

Bahkan, di beberapa kasus, gejala DBD pada anak jenis demam dengue ini bisa salah arti dengan gejala flu biasa atau infeksi yang disebabkan jenis virus lainnya. Beberapa gejala demam dengue pada anak yang sering dijumpai, antara lain:

  • Demam tinggi selama 3 hingga 14 hari setelah anak digigit nyamuk.
  • Anak mengeluhkan mual dan sakit kepala.
  • Muncul keluhan nyeri pada otot dan pegal linu di seluruh tubuh.
  • Muncul ruam kemerahan pada kulit.
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Tak hanya itu, sang buah hati juga bisa mengalami demam dengue apabila jumlah sel darah putih dalam tubuhnya dalam kategori rendah saat menjalani pemeriksaan darah. Gejala dari DBD ini bisa berlangsung antara dua hingga tujuh hari. 

  1. Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak
Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak

Jika demam dengue pada anak semakin buruk, gejala lainnya yang bisa terlihat, yaitu perdarahan pada beberapa bagian tubuh. Inilah mengapa kondisi ini disebut dengan Demam berdarah Dengue. Munculnya gejala DBD pada anak ini bisa terjadi karena terlambat penanganan atau pemeriksaan ke dokter. 

Selain itu, DBD pada anak juga bisa terjadi karena imunitas anak masih tidak terlalu kuat untuk melawan paparan virus, meski telah mendapatkan penanganan medis. Risiko masalah DBD pada anak ini bisa sangat berbahaya apabila penanganan terlambat dilakukan. Inilah mengapa, ibu dan ayah harus mengerti benar apa saja gejala DBD pada anak. 

Gejala yang muncul pada anak biasanya dimulai antara 24 sampai 48 jam setelah penurunan suhu tubuh mulai terjadi. Beberapa gejalanya, antara lain: 

  • Mengalami sakit perut atau perut terasa nyeri ketika ditekan.
  • Perubahan suhu tubuh secara drastis, dari demam menjadi hipotermia.
  • Muntah terus.
  • Muntah darah atau mengalami feses berdarah.
  • Anak mengalami mimisan.
  • Gusi berdarah tanpa sebab.
  • Jumlah trombosit dalam darah mengalami penurunan.
  • Kerja organ limpa mengalami kerusakan.
  • Anak merasa lelah, gelisah, mudah tersinggung, dan mudah marah.
  • Ditemukan adanya kebocoran plasma saat dilakukan pemeriksaan. 

Hal lain yang perlu ibu dan ayah perhatikan terkait gejala DBD pada anak, yaitu risiko yang mungkin terjadi. Jika imunitas anak sedang lemah atau memiliki riwayat demam dengue, sudah pasti risiko untuk mengalami DBD akan menjadi lebih tinggi.  

  1. Gejala Demam Berdarah pada Anak Disertai Syok
Gejala Demam Berdarah pada Anak Disertai Syok

Tahapan berikutnya dari DBD pada anak adalah dengue syok syndrome atau DSS. Ini merupakan jenis demam berdarah yang paling buruk dan fatal. Saat anak mengalami demam berdarah ini, gejala yang muncul adalah gejala demam dengue dan DBD. Lalu, ada lagi gejala DSS yang berupa:

  • Perdarahan yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak berhenti pada area tubuh mana saja, termasuk gusi, hidung, mulut, dan feses.
  • Tekanan darah menurun secara drastis yang mengakibatkan kesadaran anak pun menurun dengan cepat.
  • Terdapat kebocoran pada bagian pembuluh darah. 
  • Terdapat kegagalan pada fungsi organ bagian dalam.
  • Jumlah trombosit mengalami penurunan hingga kurang dari 100.000 per milimeter kubik. 
  • Denyut nadi melemah. 

Gejala demam berdarah yang diikuti dengan syok pada sang buah hati ini bisa berujung pada kematian apabila tidak segera mendapatkan penanganan. DBD sendiri memang telah memakan banyak korban jiwa, dan sebagian besar yang harus kehilangan nyawa masih dalam usia anak-anak. 

Inilah mengapa, ibu dan ayah sangat perlu mengetahui apa saja gejala DBD pada anak. Kuatkan imunitas tubuh pada anak dengan mengonsumsi vitamin atau suplemen. Jika terjadi gejala, ibu bisa melakukan pemeriksaan dengan memanfaatkan layanan Halodoc Home Care di aplikasi Halodoc.

Halodoc Home Care adalah layanan homecare untuk tes lab, seperti cek demam, cek darah (hematology), tes DBD, tes infeksi menulas seksual (IMS), medical check up hingga imunisasi yang bisa dipanggil ke rumah atau ke tempat ibu berada, di mana saja! Saat ini, layanan Halodoc Home Care bisa di-booking untuk area Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi sesuai ketersediaan. Setiap pemesanan di Halodoc Home Care, ibu akan mendapatkan gratis konsultasi hasil dengan dokter dan tanpa biaya tambahan lainnya. Pastikan ibu sudah download aplikasi Halodoc di ponsel ibu, ya!

Referensi:
WHO. Diakses pada 2021. Dengue and severe dengue.
CDC. Diakses pada 2021. Dengue: Symptoms and Treatment.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Dengue fever.
KidsHealth. Diakses pada 2021. Dengue Fever.