Gejala Dermatitis Numularis yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Gejala Dermatitis Numularis yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Penyakit kulit banyak sekali jenisnya. Gejalanya pun bisa sangat beragam, misalnya muncul bercak kulit berbentuk oval yang terasa nyeri dan perih. Apakah kamu sedang atau pernah mengalaminya? Kondisi ini dapat menjadi indikasi dari penyakit dermatitis numularis. Gejala dermatitis numularis adalah bercak yang muncul dan menetap di kulit selama satu pekan hingga satu bulan.  

Pada banyak kasus kondisi ini bisa terjadi setelah terjadi kerusakan pada permukaan kulit, misalnya karena luka bakar, gesekan atau gigitan serangga. Kondisi semacam ini lebih sering diidap oleh pria pada usia lanjut dibandingkan dengan wanita. Yuk, kenali lebih dalam mengenai dermatitis numularis berikut ini!

Baca Juga:  Kenali 4 Jenis Dermatitis dan Cara Mengatasinya

Apa Saja Gejala Dermatitis Numularis?

Pengidapnya memiliki bercak-bercak kemerahan di kulit tubuh yang disertai bengkak, nyeri, rasa gatal, dan rasa terbakar. Ciri-ciri lain yang membedakan dermatitis yang satu ini dengan dermatitis jenis lainnya yaitu bercak-bercak kemerahan berukuran kecil. Warna bercak ini bervariasi mulai dari pink, merah, atau cokelat. Bercak yang timbul berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang hanya memiliki satu bercak koin dermatitis numularis, ada pula yang memiliki beberapa bercak koin di bagian tubuhnya.

Kondisi ini bisa makin memburuk karena masuknya bakteri, seperti misalnya Staphylococcus aureus. Jika sudah terinfeksi, maka kulit terasa gatal dan terbakar seperti melepuh hingga menjadi pecah serta mengeluarkan banyak cairan atau bahkan nanah. Saat mengering, di sekeliling kulit yang terkena dermatitis akan muncul kerak yang menguning, mengeras, dan bersisik. Di sekitar area dermatitis juga akan semakin memerah, membengkak, dan terasa perih. Akibat kondisi ini pun Tubuh pun akan mengalami panas dingin.

Meski tidak menyebabkan kondisi yang fatal, tetapi kamu tidak boleh menganggap sepele kondisi ini. Segera buat janji dengan dokter saat gejala seperti yang disebutkan muncul. Kamu bisa buat janji dengan dokter lebih mudah menggunakan Halodoc. Dengan perawatan dini, maka ini mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Perbedaan Gejala Dermatitis Numularis dan Kurap

Apa Sih yang Menjadi Penyebab Dermatitis Numularis?

Sayangnya hingga kini penyebab dermatitis numularis belum diketahui dengan pasti. Kondisi ini menunjukkan keterkaitan antara kemunculan dermatitis numularis pada seseorang dengan sensitivitas terhadap beberapa senyawa kimia. Beberapa senyawa tersebut adalah: 

  • Logam, termasuk logam langka dan toksik (misalnya nikel dan merkuri);

  • Formaldehida;

  • Obat-obatan, seperti neomycin atau antibiotik lainnya yang digunakan di kulit.

Sementara itu, faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena dermatitis numularis, yaitu:

  • Kulit yang sangat kering (xerosis);

  • Menderita atau memiliki riwayat dermatitis atopik atau dermatitis stasis;

  • Aliran darah yang kurang baik dan pembengkakan di kaki;

  • Cedera pada kulit akibat gigitan serangga, senyawa kimia atau gesekan fisik;

  • Infeksi kulit oleh bakteri;

  • Konsumsi obat-obatan yang meningkatkan permasalahan pada kulit, seperti isotretinoin dan interferon;

  • Hidup dan tinggal di daerah yang kering atau dingin.

Beberapa hal juga dapat berkontribusi terhadap munculnya dermatitis numularis pada seseorang. Faktor tersebut seperti perubahan temperatur, stres, kulit kering, atau iritan dari lingkungan, seperti sabun, dan senyawa kimia lain. 

Bagaimana Cara Mengobati Dermatitis Numularis?

Faktor utama yang menjadi penyebab dermatitis numularis sulit disembuhkan adalah karena memiliki kulit kering. Oleh karena itu, perlu konsultasi intensif dengan dokter kulit agar dermatitis numularis dapat disembuhkan dengan maksimal. Beberapa langkah pengobatan penyakit ini meliputi: 

  • Melindungi Kulit. Penting diingat, bahwa kulit yang mengalami dermatitis numularis dapat menjadi lebih rusak jika terkena cedera fisik, seperti tergesek, teriris, tersayat, dan lain-lain. Oleh karena itu, kamu wajib melindungi kulit yang terkena dermatitis numularis dengan cara:

  • Menghindari kulit dari berbagai cedera fisik. 

  • Menghindari penggunaan pakaian yang dapat memicu reaksi alergi, misalnya wool.

  • Menghindari kulit dari senyawa kimia berbahaya, seperti pembersih lantai, sabun dengan kandungan kimia yang keras bagi kulit, pelembut pakaian, dan lain-lain.

  • Menghindari kulit dari terkena air panas.

  • Menggunakan perban lembap pada daerah yang terkena dermatitis.

  • Menjaga Kelembapan Kulit. Kondisi kulit yang kering dapat membuat pengobatan menjadi lebih lama, maka selesai mandi dengan menggunakan air hangat, usapkan pelembap kulit pada bagian yang mengalami peradangan. Cara ini membantu mengurangi rasa gatal dan mencegah kulit bersisik. 

Sementara itu, beberapa obat juga bisa diresepkan untuk mengatasi kondisi ini, antara lain kortikosteroid, modulator sistem imun, antihistamin, dan antibiotik. 

Baca Juga: Eksim, Penyakit Kulit Menahun yang Ganggu Penampilan

Referensi:
American Academy of Dermatology (Diakses pada 2019). Diseases and Treatments. Nummular Dermatitis. 
Healthline (Diakses pada 2019). Nummular Eczema.