• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gejala Kanker Getah Bening Ini Sering Diabaikan

Gejala Kanker Getah Bening Ini Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Penyakit kanker masih menjadi salah satu penyakit yang cukup berbahaya dan mengkhawatirkan. Kanker merupakan penyakit yang disebabkan adanya sel abnormal yang tidak terkendali dalam tubuh. Menjaga gaya hidup sehat dan pola makan tentunya dapat menjadi salah satu cara agar terhindar dari penyakit kanker yang menyerang organ tubuh mana saja, salah satunya kanker getah bening.

Baca juga: Ini Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening

Kanker getah bening menyerang sistem limfatik. Tentunya, kondisi ini perlu segera diatasi agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Sebaiknya kenali beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap kanker getah agar pengidap dapat mendapatkan pengobatan yang tepat.

Inilah Gejala Kanker Getah Bening yang Perlu Diketahui

Melansir Medical News Today, kanker getah bening adalah salah satu penyakit kanker yang paling mudah menyebar atau metastasis. Namun, umumnya sel kanker mudah menyebar pada bagian hati, sumsum tulang, hingga ke paru-paru. 

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak dan remaja juga rentan mengalami kanker getah bening. Namun, jangan khawatir, kanker getah bening yang diketahui lebih awal tentunya dapat lebih memudahkan pengobatan yang dilakukan.

Selain itu, pengobatan lebih awal akan membuka peluang untuk pulih lebih besar lagi. Jadi, tidak ada salahnya mengenal beberapa gejala kanker getah bening yang umumnya sering diabaikan karena dianggap menjadi hal yang wajar.

1. Pembengkakan Kelenjar

Kesehatan yang kurang optimal juga dapat menyebabkan pembengkakan pada beberapa bagian kelenjar. Begitu juga dengan gejala kanker getah bening yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar. Melansir Web MD, ada beberapa kelenjar yang sering mengalami pembengkakan akibat kanker getah bening, seperti bagian leher, ketiak, dan selangkangan. Umumnya, pembengkakan kelenjar tidak menyebabkan rasa sakit atau nyeri.

2. Kelelahan

Tentunya sangat wajar jika merasakan kelelahan setelah beraktivitas. Melansir Mayo Clinic, gejala lain dari kanker getah bening adalah kelelahan yang terjadi terus-menerus meskipun tidak melakukan aktivitas yang berat maupun ringan. Kelelahan yang dialami biasanya disertai dengan sesak napas atau napas yang menjadi lebih pendek.

Baca juga: Ini Tanda Kelenjar Getah Bening yang Berbahaya

3. Berkeringat Malam Hari

Banyak tanda dari gangguan kesehatan yang menyebabkan pengidapnya berkeringat pada malam hari, salah satunya kanker getah bening. Umumnya, kondisi ini juga disertai dengan demam. Jangan ragu untuk lakukan pemeriksaan jika gejala di atas yang disertai dengan keringat pada malam hari kamu alami dalam waktu yang cukup panjang.

Pastikan kesehatan kamu dengan melakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan yang sesuai. Sebelum ke rumah sakit, kini kamu bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc agar proses pemeriksaan lebih cepat.

4. Kurang Nafsu Makan

Pada pengidap kanker getah bening, gejala kurang nafsu makan umumnya akan disertai dengan penurunan berat badan secara drastis. Sebaiknya jaga pola makan dan hindari kebiasaan mengonsumsi alkohol. Melansir Medical News Today, tanda lain dari gejala kanker getah bening adalah rasa nyeri pada kelenjar getah bening yang kerap muncul setelah pengidap mengonsumsi alkohol.

Baca juga: Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Kelenjar Getah Bening

Itulah gejala dari kanker getah bening yang sebaiknya tidak diabaikan oleh siapa pun. Jangan ragu untuk lakukan pemeriksaan dan pastikan kesehatanmu dalam keadaan yang optimal. 

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kanker getah bening. Namun, ada beberapa faktor pemicu yang meningkatkan seseorang mengalami kondisi ini, seperti berjenis kelaminn laki-laki, memiliki gangguan sistem imun tubuh, dan pernah menjalani terapi radiasi.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to Know About Lymphoma
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Lymphoma
Web MD. Diakses pada 2020. Lymphoma