• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diketahui

Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Hingga saat ini penyakit kanker menjadi penyakit yang cukup berbahaya dan bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Ada berbagai jenis penyakit kanker, salah satunya adalah kanker payudara. Untuk memastikan kamu terhindar dari penyakit ini, sebaiknya kamu perlu mengetahui gejala yang akan dialami oleh pengidap kanker payudara.

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Cara Ini

Gejala utama dari kanker payudata adalah munculnya benjolan pada area payudara. Namun perlu diingat, tidak semua benjolan yang muncul di payudara sudah pasti bersifat kanker. Untuk itu, tidak ada salahnya ketahui gejala lain yang menjadi tanda penyakit kanker payudara!

Inilah Gejala Kanker Payudara yang Perlu Kamu Ketahui

Kanker payudara terjadi karena terbentuknya sel kanker pada jaringan payudara. Sel-sel pada payudara terbentuk dan tumbuh secara tidak normal, bahkan tidak terkendali, kemudian membentuk tumor. Kanker bisa terbentuk di kelenjar yang menghasilkan susu alias lobules atau di saluran yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Ada kemungkinan kanker juga bisa terbentuk di jaringan lemak atau jaringan ikat di dalam payudara. 

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang cukup banyak dialami oleh wanita. Namun meskipun begitu, laki-laki masih memiliki risiko untuk mengalami penyakit serupa.

Ada beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap kanker payudara. Namun, gejala yang cukup sering dikenali adalah munculnya benjolan dan juga penebalan pada jaringan payudara.

Berikut ini beberapa gejala lain yang akan menyertai munculnya benjolan akibat kanker payudara:

  • Mengalami perubahan ukuran pada salah satu atau kedua payudara.
  • Munculnya cairan bercampur darah salah satu satu atau kedua puting payudara.
  • Adanya benjolan atau pembengkakan pada salah satu ketiak.
  • Muncul ruam di sekitar puting yang memiliki sel kanker.
  • Perubahan bentuk puting menjadi masuk ke dalam payudara.
  • Mengalami perubahan pada kulit payudara menjadi mengelupas atau bersisik.

Mengetahui gejala-gejala awal penyakit ini adalah hal yang sangat penting. Sebab, kanker payudara yang cepat dideteksi memiliki peluang lebih tinggi untuk sembuh total. Kanker payudara yang sudah ditangani sejak stadium awal bisa saja tidak lagi membutuhkan mastektomi atau kemoterapi.

Meski begitu, tidak semua benjolan dan gejala yang muncul di payudara merupakan tanda kanker. Salah satu cara untuk mendeteksinya adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri alias SADARI. Waktu terbaik melakukan SADARI adalah seminggu setelah menstruasi berakhir. Rutin melakukan pemeriksaan sendiri bisa membantu kamu mengenali payudara sendiri dan bisa dengan mudah mendeteksi kelainan yang muncul.

Baca juga: Payudara Besar Sebelah Normal atau Masalah?

Segera Lakukan Pemeriksaan pada Dokter

Saat menemukan keanehan pada payudara, kamu bisa segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. SADARI sebaiknya dilakukan rutin setiap bulan. Pemeriksaan untuk mendeteksi kanker payudara di antaranya pemeriksaan fisik payudara oleh dokter, mammografi alias USG payudara, dan riwayat kesehatan secara keseluruhan. 

Pemeriksaan dini kanker payudara meliputi pemeriksaan fisik payudara ke dokter serta mamografi atau USG payudara. Penyakit ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele, sebab kanker payudara tidak kalah mematikannya dengan kanker serviks. Semakin cepat penyakit ini terdeteksi, semakin tinggi angka keberhasilan pengobatannya. Selain rutin melakukan SADARI, kamu juga disarankan untuk menjaga pola makan dan menjalani pola hidup sehat. 

Lakukan Ini Sebagai Pencegahan Kanker Payudara

Hingga saat ini penyebab pasti kanker payudara belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang berisiko mengalami kanker payudara. Mulai dari faktor usia, riwayat keluarga dengan penyakit kanker payudara, riwayat kesehatan memiliki benjolan non kanker pada payudara, kelebihan berat badan, hingga mengonsumsi alkohol terus menerus.

Untuk itu, jika kamu memiliki beberapa faktor pemicu kanker payudara, sebaiknya lakukan pencegahan dengan melakukan beberapa hal, seperti:

  • Rutin berolahraga.
  • Mengontrol berat badan agar tetap stabil dan tidak obesitas.
  • Berhenti mengonsumsi alkohol.
  • Menjalani pola makan sehat.
  • Rutin melakukan pemeriksaan dengan teknik SADARI.

Baca juga: Benjolan di Payudara Tak Melulu Berarti Kanker

Cari tahu lebih lanjut seputar kanker payudara dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Kemenkes. Diakses pada 2021. Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Breast Cancer.
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Want to Know About Breast Cancer.
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Breast Cancer in Women.