• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gejala Masalah Uriner pada Anjing yang Perlu Diketahui

Gejala Masalah Uriner pada Anjing yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Gejala Masalah Uriner pada Anjing yang Perlu Diketahui

“Ada banyak jenis masalah uriner pada anjing yang bisa terjadi. Mulai dari infeksi saluran kemih, hingga infeksi ginjal. Semua itu bisa menyebabkan gejala yang membuat anjing merasa tidak nyaman. Sebagai pemilik anjing, penting untuk mengenali gejala dan memeriksakannya ke dokter.”

Halodoc, Jakarta – Seperti pada manusia, sistem uriner anjing juga punya fungsi penting, yaitu membuat, menyimpan, dan mengeluarkan urine dari tubuh. Jika terjadi masalah uriner pada anjing, mereka juga bisa mengalami gejala yang tidak nyaman. 

Pada beberapa kasus, masalah saluran kemih yang parah bisa menyebabkan komplikasi yang berakibat fatal. Itulah sebabnya, penting untuk mengenai gejala masalah uriner pada anjing dan memeriksakannya ke dokter hewan secepatnya. 

Baca juga: 10 Kondisi Anjing yang Harus Segera Dibawa ke Klinik

Berbagai Gejala Masalah Uriner pada Anjing

Masalah uriner pada anjing ada banyak jenisnya. Hal ini karena sistem uriner melibatkan banyak organ dan saluran, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Masalah bisa terjadi pada salah satu atau beberapa bagian tersebut.

Gejala umum yang bisa diperhatikan adalah kesulitan atau lebih sering buang air kecil, urine menetes tidak teratur, urine berdarah, atau minum lebih banyak dari biasanya.

Lebih lanjutnya, berikut ini gejala masalah uriner pada anjing berdasarkan penyakit yang mendasarinya:

  1. Infeksi Saluran Kemih

Bakteri biasanya tidak ditemukan di kandung kemih, tetapi ketika bakteri dari area kelamin memasuki uretra dan terbentuk di kandung kemih, infeksi dan gejala dapat berkembang.

Anjing mungkin buang air kecil lebih sering dan/atau dalam jumlah yang lebih sedikit, terdapat darah dalam urine, minum lebih banyak, menjilat vulvanya secara berlebihan, atau buang air kecil di area selain tempat biasanya.

  1. Batu Kandung Kemih (Urolitiasis)

Terkadang, mineral kecil dapat mengendap membentuk kristal di kandung kemih. Kristal ini biasanya dapat dideteksi dalam urine dan bahkan bergabung dalam kelompok yang cukup besar untuk membentuk batu padat di kandung kemih.

Batu juga dapat terbentuk di ginjal, ureter atau uretra. Namun kandung kemih adalah lokasi yang paling umum. Ada berbagai jenis batu yang dapat berkembang. 

Masing-masing jenis tertentu terbentuk karena masalah kandung kemih yang berbeda, dan beberapa batu bahkan lebih sering berkembang pada ras anjing tertentu. Gejala yang bisa diamati adalah sering buang air kecil, nyeri saat buang air kecil atau adanya darah dalam urine.

Baca juga: Kutu Anjing Bisa Sebabkan Masalah Kesehatan Ini

  1. Kanker Kandung Kemih (Karsinoma Sel Transisi)

Karsinoma sel transisi atau kanker kandung kemih adalah tumor ganas pada kandung kemih. Anjing mungkin tampak mengejan saat buang air kecil atau memiliki urine berdarah yang terlihat sangat mirip dengan tanda-tanda infeksi saluran kemih.

  1. Inkontinensia Urine

Inkontinensia urine adalah masalah uriner pada anjing yang cukup umum terjadi pada anjing betina yang lebih tua. Penuaan, obesitas dan berkurangnya sensitivitas reseptor neurologis yang ada di sekitar sfingter kandung kemih, dapat menjadi pemicu dari masalah kesehatan ini.

Gejala yang dapat diamati adalah adanya bercak urine di tempat tidur atau lantai sekitar kandang anjing. Ini terjadi karena anjing tidak bisa mengontrol keinginan untuk buang air kecil.

  1. Infeksi atau Peradangan Ginjal (Pyelonefritis)

Infeksi ginjal berkembang ketika bakteri naik ke kandung kemih melalui ureter, lalu bergerak ke ginjal. Anjing mungkin terlihat sangat kesakitan, dan mengalami peningkatan buang air kecil dan minum, lesu, tidak mau makan dan muntah. 

Itulah pembahasan mengenai gejala masalah uriner pada anjing, berdasarkan kondisi yang dialami. Jika kamu melihat tanda-tanda tersebut, segera bawa anjing ke dokter hewan untuk diperiksa lebih lanjut.

Penanganan yang Bisa Dilakukan

Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada anjing, termasuk bertanya pada kamu tentang perilaku anjing beberapa waktu belakangan. Misalnya, seberapa sering anjing kencing, atau apa yang dilakukannya ketika buang air kecil. 

Baca juga: Kenali 5 Ciri-Ciri Anjing Peliharaan Mengalami Stres

Hal ini akan membantu dokter hewan menetapkan kemungkinan penyebabnya, sebelum melakukan uji sampel urine anjing. Setelah diagnosis ditetapkan, dokter hewan akan menjelaskan rencana pengobatan yang bisa dijalani. 

Beberapa masalah uriner pada anjing yang parah, seperti adanya batu yang menghalangi aliran urine, mungkin memerlukan operasi atau penggunaan kateter. 

Pada kasus yang ringan, dokter hewan mungkin hanya akan meresepkan obat-obatan seperti antibiotik, dan menyarankan diet terapeutik tertentu yang diformulasikan untuk masalah uriner. Kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk beli obat dan makanan anjing yang direkomendasikan dokter dengan mudah.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Greencross Vets. Diakses pada 2021. Common Urinary Illnesses In Dogs.
Royal Canin. Diakses pada 2021. Bagaimana Masalah Uriner Pada Anjing Diobati?