• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gejala Munculnya Atresia Bilier pada Bayi

Gejala Munculnya Atresia Bilier pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Pernahkan kamu sebelumnya mendengar penyakit atresia bilier yang bisa dialami bayi? Ya, penyakit ini jarang terjadi, namun apabila bayi mengidap kondisi ini, maka ia perlu segera mendapatkan penanganan. 

Di dunia medis, atresia bilier terjadi ketika saluran empedu pada bayi yang baru lahir tertutup. Saluran empedu padahal cukup penting untuk membawa cairan empedu dari hati ke usus 12 jari. Ia berperan dalam proses pencernaan lemak dan vitamin larut lemak, seperti vitamin A, D, E dan K. Selain itu, cairan empedu juga berfungsi membuang racun dan zat limbah lain keluar dari tubuh.

Baca juga: Serba-Serbi Bayi Kuning, Ini yang Perlu Diketahui

Gejala Atresia Bilier

Bayi yang mengidap atresia bilier tidak menunjukkan gejala saat ia baru lahir. Namun, ketika memasuki pekan kedua atau ketiga, bayi akan alami penyakit kuning. Selama usianya satu bulan, berat badan bayi juga masih tampak normal, meskipun lambat laun akan mulai turun. 

Selain itu, bayi juga akan mulai menunjukkan gejala lain seperti urine yang berwarna gelap, limpa yang mulai membesar atau splenomegali, tinja berwarna pucat dengan bau yang menyengat serta pertumbuhan bayi yang lambat. 

Bayi dengan atresia bilier juga bisa mengalami sirosis hati. Pasalnya cairan empedu tidak bisa mengalir ke usus dan kemudian akan menumpuk di hati. Jika dibiarkan, maka kondisi ini menyebabkan kerusakan pada jaringan hati dan terbentuknya jaringan parut (fibrosis), hingga kemudian mengakibatkan sirosis.

Jika bayi memiliki gejala di atas, maka segera diskusikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan awal yang tepat. Kamu juga bisa segera membawa bayi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Jika tak ingin repot, kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter. 

Baca juga: Benarkah Penyembuhan Gagal Hati Hanya Transplantasi Hati?

Lantas, Apa Penyebab Atresia Bilier

Sayangnya, belum diketahui penyebab saluran empedu pada bayi bisa tertutup. Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko bayi alami atresia bilier. Faktor tersebut, antara lain: 

  • Mengalami infeksi virus atau bakteri setelah lahir;

  • Paparan zat kimia berbahaya;

  • Gangguan sistem kekebalan tubuh;

  • Perubahan atau mutasi gen tertentu;

  • Gangguan perkembangan hati dan saluran empedu saat di dalam rahim.

Komplikasi Atresia Bilier

Ingat, penyakit ini tidak bisa dianggap sepele karena saat bayi mengalaminya, ia sulit mencerna lemak dari ASI atau susu formula. Ini karena cairan empedu yang diperlukan untuk mencerna lemak tidak mampu mencapai usus. Alhasil, kondisi ini menghambat pertumbuhan bayi. 

Ada juga beberapa komplikasi lain yang terjadi saat bayi mengalami atresia bilier. Mereka akan mengalami kekurangan vitamin, terutama vitamin A, D, E, dan K. Komplikasi di atas bisa ditangani dengan memberikan makanan khusus, atau obat dan suplemen untuk mencukupi asupan lemak dan vitamin untuk bayi.

Jika penanganan tidak segera dilakukan, maka bayi dengan atresia bilier bisa mengalami sirosis dalam 6 bulan, dan gagal hati dalam jangka waktu 1 tahun. Jika masih dibiarkan, maka pada usia 2 tahun bayi akan memerlukan transplantasi hati.

Baca juga: Organ Hati Rusak, Apa Bahayanya Bagi Tubuh?

Itulah informasi mengenai atresia bilier yang perlu diketahui. Jika kamu masih ingin mengetahui lebih dalam mengenai penyakit ini, kamu bisa tanyakan pada dokter di Halodoc. Dokter akan siaga memberikan saran dan informasi kesehatan yang dibutuhkan, kapan saja dan di mana saja. 

Referensi:
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2020. Biliary Atresia.
Kids Health. Diakses pada 2020. Biliary Atresia.
WebMD. Diakses pada 2020. What is Biliary Atresia?