• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gejala Umum yang Dialami Pengidap Esofagitis

Gejala Umum yang Dialami Pengidap Esofagitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Setelah masuk ke mulut, makanan akan dibawa menuju lambung melalui saluran yang disebut dengan esofagus. Namun, banyak kondisi yang bisa menyebabkan saluran ini mengalami peradangan, sehingga terjadi esofagitis. Saat gangguan kesehatan ini menyerang, kamu akan mengalami kesulitan menelan atau esofagus terluka, bahkan nyeri pada dada.

Dibandingkan dengan anak-anak, orang dewasa lebih rentan mengalami esofagitis. Jenisnya yang paling umum berhubungan dengan GERD atau refluks esofagitis. Pada beberapa kondisi, terjadi Barret’s Esopaghus, salah satu komplikasi yang muncul untuk masalah kanker esofagus yang tidak segera mendapatkan penanganan.

Gejala Umum yang Dialami Pengidap Esofagitis

Kesulitan menelan, rasa nyeri ketika menelan, suara menjadi serak, dan radang tenggorokan menjadi beberapa gejala umum yang bisa kamu kenali saat mengidap esofagitis. Gejala lainnya termasuk mual, muntah, sakit perut, batuk, nafsu makan berkurang, nyeri pada dada, asam lambung, dan heartburn.

Baca juga: Penyebab Esofagitis dan Cara Mengatasinya

Jangan tunda untuk segera mendapatkan penanganan apabila kamu memiliki riwayat nyeri pada dada yang berlangsung cukup lama, terlebih jika kamu mengidap gangguan jantung, diabetes, atau tekanan darah tinggi, tidak bisa minum, atau merasa ada makanan yang tersangkut pada esofagus.

Jangan abaikan pula rasa nyeri otot, sakit kepala, demam, dan sesak napas yang terjadi ketika kamu sedang tidak makan, karena bisa mengindikasikan masalah esofagitis. Segera lakukan penanganan, karena kini berobat ke rumah sakit jauh lebih mudah dengan adanya aplikasi Halodoc. Tidak hanya itu, aplikasi Halodoc juga memudahkanmu tanya jawab dengan dokter atau beli obat tanpa harus ke apotek.

Sebenarnya, Apa Penyebab Esofagitis?

Selain refluks esofagitis, ternyata gangguan kesehatan ini bisa terjadi karena beberapa kondisi medis lainnya, seperti:

  • Eosinophilic esophagitis, konsentrasi sel darah putih yang tinggi pada esofagus. Kemungkinan, kondisi ini terjadi sebagai respons terhadap asam lambung atau alergen, atau bisa juga keduanya.
  • Infectious esophagitis, infeksi yang terjadi karena bakteri, virus, dan jamur pada jaringan esofagus. Penyebab ini lebih jarang terjadi, tetapi rentan menyerang orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, termasuk pengidap HIV dan kanker.
  • Drug-induced- esophagitis, terjadinya kontak langsung dengan lapisan esofagus dalam waktu lama yang mengakibatkan kerusakan jaringan. 

Baca juga: Begini Cara Mencegah Sakit Tenggorokan Akibat Esofagitis

Selain mengenali gejalanya, kamu pun perlu mengetahui apa saja faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terserang esofagitis. Faktor-faktor ini seperti menjalani kemoterapi, imunitas tubuh yang lemah, menjalani terapi radiasi atau operasi pada dada, muntah kronis, kelebihan berat badan, mengonsumsi alkohol, merokok, mengonsumsi aspirin dan obat antiinflamasi serta obat untuk mencegah penolakan terhadap transplantasi organ.

Tidak hanya itu, hiatal hernia juga bisa meningkatkan risiko terjadinya esofagitis. Kondisi ini terjadi ketika lambung mendorong pada pembukaan diafragma yang berada di antara esofagus dan lambung itu sendiri. Namun, jika imunitas tubuh kuat, esofagitis akan jarang terjadi.

Penanganan dan Pencegahan Esofagitis

Pemberian obat tertentu bisa membantu meringankan gejala esofagitis yang terjadi. Namun, jika penyebabnya adalah alergi makanan, hindari konsumsi pemicunya. Biasanya, jenis makanan yang rentan menyebabkan esofagitis adalah makanan pedas, kafeina, alkohol, bawang putih, cokelat, bawang bombai, buah sitrus, dan tomat.

Baca juga: Bukan Amandel, Sulit Menelan Bisa Jadi Esofagitis

Sementara itu, apabila esofagitis terjadi karena penggunaan obat-obatan, kamu perlu mengganti jenis obat atau mencoba cara pengobatan lainnya. Jika kamu mengonsumsi pil, kamu bisa mengimbanginya dengan minum lebih banyak air dan menghindari berbaring setidaknya selama 30 menit setelah konsumsi obat tersebut. 

Hindari konsumsi makanan pedas, makanan asam, dan makanan yang keras untuk mencegah terjadinya esofagitis. Agar lebih mudah menelan, makanlah dengan potongan yang lebih kecil dan bantulah dengan minum banyak air.

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Esophagitis.
Healthline. Diakses pada 2020. Esophagitis.
WebMD. Diakses pada 2020. Esophagitis.