Gejala-Gejala yang Bisa Ditimbulkan Ablasi Retina

Ditinjau oleh  dr. Verury Verona Handayani   03 Juli 2020
Gejala-Gejala yang Bisa Ditimbulkan Ablasi RetinaGejala-Gejala yang Bisa Ditimbulkan Ablasi Retina

Halodoc, Jakarta - Retina mata adalah salah satu bagian penting dari indra penglihatan. Bagian tersebut berguna untuk memproses cahaya yang dilihat oleh mata dan diubahnya menjadi sinyal yang akan diproses oleh otak. Hasil proses tersebut akan mengartikan semua hal yang dilihat mata. Maka dari itu, kamu harus menjaga retina mata agar terhindar dari gangguan penglihatan.

Salah satu gangguan yang dapat terjadi pada mata karena terganggunya retina adalah ablasi retina. Gangguan ini dapat menyebabkan pengidapnya mengalami kebutaan permanen. Maka dari itu, penanganan segera harus dilakukan agar hal tersebut tidak terjadi. Cara yang dapat dilakukan untuk memastikannya adalah memastikan segala gejala yang timbul. Berikut beberapa gejala dari ablasi retina!

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Ablasi Retina?

Segala Gejala dari Ablasi Retina

Ablasi retina adalah situasi yang terbilang darurat terjadi akibat retina yang berada di belakang mata menjauh dari posisi normalnya. Gangguan ini dapat memisahkan sel-sel retina dari lapisan pembuluh darah terhadap persediaan oksigen dan makanan. Semakin lama pengobatan dilakukan, maka risiko untuk mengalami kebutaan permanen juga semakin besar. Walaupun, hal tersebut tergantung seberapa parah kondisi yang terjadi.

Umumnya, hal ini terjadi akibat faktor usia yang semakin bertambah, sehingga retina menjadi lebih tipis dan rapuh. Bersamaan dengan itu, lubang kecil dapat terbentuk pada retina yang membuat cairan dapat masuk ke bawah retina. Dengan kejadian tersebut, retina mulai terlepas dari dasarnya dan menyebabkan ablasi retina. Penyebab lainnya dari gangguan mata ini adalah penyakit diabetes dan cedera.

Lalu, apa saja gejala yang dapat timbul saat seseorang mengalami ablasi retina? Jika hanya sebagian kecil retina yang terlepas, kemungkinan tidak ada gejala yang timbul. Namun, jika sebagian besar retina mengalaminya, kemungkinan besar pengidapnya kesulitan melihat lebih jelas dari biasanya. Beberapa gejala lainnya dapat terjadi, antara lain:

  • Banyak bintik abu-abu atau hitam yang mengambang pada bidang penglihatan (floaters).
  • Kilatan cahaya yang terjadi pada salah satu atau kedua mata.
  • Bayangan gelap di sisi atau tengah dari bidang penglihatan.
  • Penglihatan sisi atau periferal yang berkurang secara bertahap.

Gejala dari ablasi retina umumnya terjadi dengan cepat dan tiba-tiba. Jika gangguan ini tidak segera mendapat pengobatan, maka lebih banyak retina yang terlepas. Hal tersebut mampu meningkatkan risiko untuk kehilangan penglihatan secara permanen atau kebutaan. Maka dari itu, jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, ada baiknya langsung memeriksakan ke dokter akan dapat dengan cepat mengambil tindakan.

Baca juga: 4 Kondisi yang Mengharuskan Screening Retina

Cara Mendiagnosis Ablasi Retina

Dokter mungkin akan menggunakan beberapa tes dan prosedur untuk mendiagnosis ablasi retina. Berikut beberapa metode yang dapat diterapkan:

  • Pemeriksaan Retina

Dokter akan memeriksa retina dengan menggunakan instrumen cahaya terang dan lensa khusus untuk memeriksa bagian dalam mata tersebut. Penggunaan perangkat ini dapat memberikan tampilan mata dengan rinci. Sehingga, dokter dapat mengetahui jika terdapat lubang pada retina, robekan, hingga detasemen.

  • Pencitraan Ultrasonografi

Dokter juga mungkin akan menggunakan metode ini agar dapat memastikan jika terjadi perdarahan pada mata. Hal ini dilakukan ketika sulit untuk memeriksa bagian retina karena tertutup darah.

Dokter mungkin akan memeriksa kedua mata, bahkan jika gejalanya hanya terjadi pada salah satu bagian. Jika robekan tidak teridentifikasi pada pemeriksaan pertama, dokter mungkin akan meminta pengidapnya untuk kembali beberapa minggu setelahnya untuk konfirmasi. Hal ini dapat terjadi akibat belum adanya robekan karena pemisahan vitreous. Jika kamu mengalami gejala baru, langsung periksakan diri ke dokter.

Baca juga: Sering Diabaikan, 6 Penyebab Retina Mata Rusak

Itulah beberapa gejala yang dapat timbul pada seseorang saat mengalami ablasi retina. Dengan mengetahui gejala yang terjadi, diharapkan seseorang yang mengidapnya dapat langsung memeriksakan diri ke dokter. Kamu juga bisa memeriksakannya pada dokter di Halodoc. Dengan begitu, penanganan dini dapat dilakukan dan kebutaan permanen pun dapat dicegah.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Retinal detachment.
National Eye Institute. Diakses pada 2020. Retinal Detachment.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan