Kenali Gejala yang Disebabkan Kardiomiopati

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kardiomiopati, penyakit otot jantung

Halodoc, Jakarta - Kardiomiopati merupakan kondisi yang menggambarkan melemah, meregang, atau adanya masalah struktur pada otot jantung. Ketika hal ini terjadi, jantung tidak dapat memompa atau berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini akan berakibat detak jantung tidak beraturan, darah menumpuk pada paru-paru, masalah katup jantung, bahkan gagal jantung.

Kardiomiopati tidak dapat dihindari, jika terjadi karena warisan dari kedua orangtua. Tidak hanya faktor genetika, kardiomiopati bisa saja muncul sebagai komplikasi dari suatu masalah kesehatan yang dialami. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan lengkapnya berikut!

Baca juga: Otot Jantung Bermasalah, Ini yang Disebut Kardiomiopati

Kenali Gejala yang Muncul pada Pengidap Kardiomiopati

Penyakit yang satu ini dapat muncul pada seseorang di usia berapapun. Ketika kondisi ini muncul, seseorang bisa saja mengalami henti jantung mendadak yang akan berdampak buruk bagi kesehatannya. Beberapa gejala umum yang muncul, antara lain:

  • Batuk saat berbaring.

  • Mengalami pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, dan tungkai.

  • Perut terasa kembung karena adanya cairan.

  • Nyeri pada dada.

  • Pusing, rasa melayang, dan pingsan.

  • Dada terasa sesak, bahkan saat sedang beristirahat.

  • Detak jantung tidak beraturan.

Gejala tidak akan dialami pada tahap awal kemunculannya. Namun, jika kamu mengalami sesak atau nyeri dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit, segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk menentukan langkah yang harus kamu jalani. Jika gejala dibiarkan, kondisi ini dapat berujung pada kehilangan kesadaran yang dapat membahayakan nyawa pengidapnya.

Baca juga: Ini 4 Jenis Kardiomiopati yang Mengganggu Jantung

Faktor Pemicu Terjadinya Kardiomiopati

Perlu diingat, bahwa memiliki satu atau beberapa faktor risiko sekaligus belum dapat memastikan seseorang mengidap kondisi ini. Bahkan pada beberapa kasus, pengidap kardiomiopati hanya memiliki satu faktor risiko atau bahkan tidak sama sekali. Berikut ini faktor pemicu terjadinya kardiomiopati:

  • Mengidap tekanan darah tinggi. Hipertensi kronis yang dialami dapat menjadi pemicu kelemahan pada jantung.

  • Pernah atau sedang mengidap masalah pada jantung. Seseorang dengan atau pernah mengidap masalah pada jantung, seperti serangan jantung, mengidap penyakit arteri koroner, atau infeksi pada jantung (kardiomiopati iskemik) memiliki peluang lebih besar untuk terserang kardiomiopati.

  • Obesitas. Ketika kamu memiliki berat badan berlebihan, jantung akan bekerja dengan lebih keras, sehingga akan timbul adanya masalah pada jantung.

  • Gemar mengonsumsi alkohol. 

  • Tengah menjalani prosedur pengobatan kemoterapi atau terapi radiasi. Pengidap kanker yang tengah melakukan sejumlah perawatan tersebut memiliki peluang lebih besar mengidap penyakit kardiomiopati.

Baca juga: Tindakan Medis yang Dilakukan untuk Atasi Kardiomiopati

Jika kardiomiopati disebabkan oleh adanya faktor genetik, maka penyakit ini tidak dapat dicegah. Namun, faktor pemicu lain bisa dicegah dengan serangkaian pola hidup sehat yang dijalani, seperti:

  • Jika kamu mengalami obesitas, cobalah untuk mengurangi berat badan dengan melakukan diet sehat.

  • Lakukan olahraga secara teratur.

  • Berhenti merokok.

  • Kurangi konsumsi minuman beralkohol.

  • Lakukan istirahat dan waktu tidur yang cukup.

  • Perhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.

  • Kelola stres dengan baik.

Selain beberapa langkah tersebut, kamu dapat selalu memantau kondisi kesehatan yang kamu alami dengan melakukan check up secara rutin. Dengan melakukan hal ini, dokter akan melakukan penanganan dengan tepat jika ditemukan adanya masalah kesehatan yang membahayakan dirimu. Jadi, masih ragu untuk menerapkan pola hidup sehat? Ingat bahaya yang akan mengintai, ya!

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2019. What Is Cardiomyopathy in Adults?
Cardiomyopathy. Diakses pada 2019. What Is Cardiomyopathy?