• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gejala yang Umum Muncul saat Mengidap Emboli Paru

Gejala yang Umum Muncul saat Mengidap Emboli Paru

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Gejala yang Umum Muncul saat Mengidap Emboli Paru

Halodoc, Jakarta – Emboli paru merupakan penyakit yang terjadi karena ada penyumbatan pada pembuluh darah di paru-paru, yaitu arteri pulmonalis. Pembuluh darah ini bertugas mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru. Umumnya, penyumbatan terjadi karena ada gumpalan darah yang awalnya terbentuk di bagian tubuh selain paru-paru, biasanya pada kaki. Kemudian, gumpalan semakin mengganggu dan mulai memicu penyumbatan pada pembuluh darah. 

Saat terjadi penyumbatan, biasanya akan muncul sejumlah gejala yang bisa menjadi tanda emboli paru. Gumpalan darah yang memicu emboli paru biasanya berjumlah lebih dari satu. Jika dibiarkan begitu saja, gumpalan-gumpalan ini biasanya akan menyumbat pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke jaringan paru-paru. Hal itu kemudian bisa menyebabkan kematian jaringan paru-paru. Lantas, apa saja gejala emboli paru yang bisa dikenali? 

Baca juga: Kenali Gejala dari Emboli Paru

Gejala Emboli Paru yang Harus Diketahui

Emboli paru merupakan jenis gangguan pada paru yang tidak boleh disepelekan begitu saja. Kondisi ini serius dan bisa membahayakan pengidapnya. Maka dari itu, penanganan medis segera perlu dilakukan jika pengidapnya mengalami gejala parah, sehingga risiko terjadinya komplikasi, bahkan kematian bisa dihindari. 

Gejala emboli paru bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhinya, termasuk luasnya bagian paru yang mengalami peradangan, ukuran gumpalan darah, serta kondisi kesehatan organ jantung dan paru-paru. Namun, ada beberapa gejala yang umum muncul pada pengidap emboli paru, di antaranya: 

  • Mengalami sesak napas secara tiba-tiba.
  • Nyeri dada yang menjalar ke rahang, leher, bahu, dan lengan.
  • Nyeri dada yang memberat saat bernapas atau saat menarik napas.
  • Batuk berdahak atau batuk berdarah.
  • Sakit yang disertai dengan pembengkakan di kaki.
  • Pusing atau pingsan.
  • Membiru pada ujung jari atau bibir.
  • Sakit punggung.
  • Detak jantung yang tidak beraturan.
  • Keluar keringat berlebih.

Selain gumpalan darah, ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan emboli paru. Penyakit ini bisa terbentuk akibat lemak dari sumsum tulang yang patah, kumpulan bakteri, jamur, atau parasit, bagian dari tumor, serta cairan ketuban. Selain itu, penyakit ini juga rentan menyerang orang yang pernah mengidap emboli paru, DVT, kanker, stroke, atau serangan jantung. 

Baca juga: Ini Risiko Emboli Paru Sesuai dengan Usia

Risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang mengalami gangguan pembekuan darah, obesitas alias kelebihan berat badan, serta mengalami patah tulang, terutama pada tulang paha atau tulang panggul. Orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat emboli paru, sedang hamil atau baru melahirkan, aktif merokok, serta berusia di atas 60 tahun juga rentan terserang penyakit emboli paru. 

Karena termasuk kondisi gawat darurat, emboli paru tidak boleh diabaikan dan harus segera mendapatkan pertolongan medis. Segera pergi ke rumah sakit jika mengalami gejala seperti sesak napas, batuk berdahak atau batuk keluar darah, serta nyeri dada. Sebab, itu bisa menjadi gejala emboli paru dan harus segera ditangani. Semakin cepat ditangani, risiko munculnya komplikasi bisa dihindari. 

Baca juga: Merokok Terlalu Dini Bisa Sebabkan Emboli Paru

Biar lebih cepat dan mudah, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk mencari daftar rumah sakit terdekat. Atur lokasi dan temukan rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan. Kamu juga bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi yang sama. Ayo, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi 
NIH. Diakses pada 2021. Pulmonary Embolism.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Pulmonary Embolism.
Healthline. Diakses pada 2021. Pulmonary Embolism.
Verywell. Diakses pada 2021. Pulmonary Embolism.
WebMD. Diakses pada 2021. Lung Disease & Respiratory Health. Pulmonary Embolism.