01 November 2018

Gender Bayi Bisa Ditentukan dengan Bayi Tabung?

Gender Bayi Bisa Ditentukan dengan Bayi Tabung?

Halodoc, Jakarta -  Ada beberapa pasangan yang tak menghiraukan jenis kelamin bayinya ketika telah keluar dari rahim ibu. Namun, ada segelintir lainnya yang benar-benar mengharapkan jenis kelamin tertentu. Hmm, hal ini wajar-wajar saja kok, sebab pilihan suatu pasangan suami-istri tentu berbeda dengan pasangan lainnya.

Nah, berkat sains dan kemajuan teknologi medis, kini tiap pasangan bisa lho menentukan jenis kelamin anaknya sebelum terjadi pembuahan. Secara teknis hal ini memang bisa dilakukan, misalnya melalui program bayi tabung alias in vitro fertilization (IVF). Namun, apakah selalu sukses? Lalu, bagaimana dengan peraturannya, adakah regulasi mengenai pilih-pilih gender bayi melalui program bayi tabung ini?

Ditentukan oleh Kromosom

Bayi tabung sendiri merupakan proses pembuahan yang dibantu dengan teknik rekayasa oleh manusia. Caranya menggabungkan sel telur dan sperma dalam suatu kultur yang dilakukan dalam laboratorium embriologi.

Kebanyakan pasangan yang memilih program bayi tabung, biasanya telah melakukan prosedur lainnya. Misalnya, konsumsi obat-obatan, tindakan bedah, ataupun inseminasi buatan yang enggak mampu mengatasi ketidaksuburan. Namun di samping itu, bayi tabung juga banyak dipilih demi mendapatkan jenis kelamin Si Kecil yang diinginkan.

Omong-omong jenis kelamin, gender seorang manusia itu ditentukan berdasarkan komposisi kromosom seks ketika terjadi pembuahan. Kata ahli, manusia punya 23 pasang kromosom, salah satunya kromosom seks. X dan Y merupakan kromosom seks untuk laki-laki. Sementara itu, kromosom seks perempuan terdiri dari X dan X.

Sel telur (ovum) pada wanita selalu memiliki kromosom X. Sedangkan sperma laki-laki lain lagi ceritanya, sperma memiliki kromosom X maupun Y. Nah, ketika sperma bertemu dengan sel telur dan terjadi pembuahan, sperma yang nantinya akan menentukan apakah janin memiliki jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Singkat kata, sperma berkromosom Y akan menghasilkan anak laki-laki, sedangkan sperma berkromosom X akan menghasilkan anak perempuan.

Memisahkan Kromosom

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jenis kelamin janin ditentukan kromosom yang ada di spermanya. Perempuan adalah XX dan laki-laki XY. Nah, karena kromosom ini sepasang, menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi, bila pasien ingin mempunyai bayi perempuan, maka sperma akan dipisahkan dan diambil kromosom X-nya saja. Lalu, kromosom ini dimasukan ke dalam tabung yang berisi sel telur. Namun, bila pasangan tersebut ingin memiliki bayi laki-laki, tentunya sperma yang dipisahkan akan diambil kromosom Y-nya saja.

Namun yang perlu dipahami, sampai saat ini belum ada metode yang bisa menghasilkan 100 persen jenis kelamin janin yang diinginkan. Pemilihan gender cuma bisa dilakukan sebelum terjadi pembuahan atau Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI).

Angka keberhasilan menentukan jenis kelamin lewat bayi tabung ini berbeda-beda di mata para ahli. Ada yang mengatakan akurasinya tak bisa lebih dari 70 persen, tapi ada pula yang meyakini tingkat keberhasilannya hingga 90 persen.

Ada Regulasinya

Menurut pakar embriolog, pasangan yang ingin menentukan jenis kelamin anaknya bisa menentukan berapa banyak embrio yang ditransfer. Namun, tentunya dengan mempertimbangkan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, ada pula fasilitas kesehatan lainnya yang tak mengizinkan untuk mentransfer tiga embrio sekaligus dalam satu rahim. Aturan ini semata-mata demi kesehatan ibu dan janin.

Nah, untuk pemilihan jenis kelamin, juga ada aturan yang telah ditetapkan. Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengizinkan penentuan jenis kelamin bayi yang diproses lewat IVF hanya boleh dilakukan untuk anak kedua, ketiga, dan seterusnya. Sedangkan untuk anak pertama, enggak boleh dilakukan. Baik melalui tindakan inseminasi maupun bayi tabung.

Punya masalah kehamilan? Ibu bisa lho bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: