• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gerakan Sperma Tidak Lincah, Waspada Asthenozoospermia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gerakan Sperma Tidak Lincah, Waspada Asthenozoospermia

Gerakan Sperma Tidak Lincah, Waspada Asthenozoospermia

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 15 Agustus 2022

“Asthenozoospermia termasuk ke dalam jenis kelainan sperma yang berdampak pada ketidaksuburan. Pemicunya adalah varikokel, kanker, infeksi dan cedera pada testis.”

Gerakan Sperma Tidak Lincah, Waspada AsthenozoospermiaGerakan Sperma Tidak Lincah, Waspada Asthenozoospermia

Halodoc, Jakarta – Asthenozoospermia adalah gangguan yang ditandai dengan menurunnya kemampuan pergerakan sperma menuju sel telur (motilitas). Sperma yang sehat bergerak sejauh 25 mikrometer per detik.

Jika bergerak dalam kecepatan tersebut, wanita mudah hamil karena sel telurnya cepat dibuahi. Namun, jika pergerakannya melambat, sperma bisa mati sebelum menyentuh sel telur.

Selain gerakan yang lambat, pengidap juga bisa mengalami penurunan volume sperma. Jika normalnya 100 persen, pengidap hanya mengeluarkan kurang dari 32 persen dari total keseluruhan.

Penyakit Jadi Pemicunya

Asthenozoospermia bisa disebabkan oleh kerusakan pada testis,–tempat memproduksi dan menyimpan sperma. Faktor lainnya termasuk keturunan, merokok, mengonsumsi alkohol berlebihan dan beberapa penyakit, seperti:

  • Varikokel. Pengidap mengalami pembengkakan pada pembuluh darah vena dalam buah zakar (skrotum). Ini berdampak pada menurunnya kualitas dan kuantitas sperma.
  • Kanker testis. Ini ditandai dengan tumbuhnya benjolan tumor ganas di salah satu buah zakar dan tidak menimbulkan rasa nyeri.
  • Infeksi testis (orchitis). Peradangan pada salah satu atau kedua testis ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus.
  • Operasi di bagian testis. Tindakan ini dilakukan untuk memperbaiki bentuk testis yang tidak normal atau mengangkat sel abnormal dalam testis.
  • Cedera testis. Ini terjadi ketika buah zakar mengalami robekan atau perdarahan.

Selain penyakit di atas, risiko asthenozoospermia semakin tinggi jika mengonsumsi steroid anabolik (obat hormon). 

Pola Hidup Sehat untuk Mengatasi Asthenozoospermia

1. Berhenti Merokok dan Mengonsumsi Alkohol

Sebanyak 13 persen perokok mengalami penurunan kemampuan pergerakan sperma menuju sel telur. Gangguan ini disebabkan oleh paparan bahan kimia dalam rokok, seperti nikotin, tar, kadmium dan timah. 

Sementara alkohol, kandungannya berisiko masuk ke dalam skrotum melalui aliran darah. Alhasil, sperma yang diproduksi memiliki bentuk tidak sempurna dan berujung pada melambatnya gerakan sperma.

2. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi omega-3 dapat membantu meningkatkan pergerakan sperma. Kamu bisa mengonsumsi ikan kembung, salmon, tuna, teri, sarden, tiram, kacang kedelai dan kenari.

3. Jaga Berat Badan Ideal

Obesitas pada pria berdampak pada munculnya timbunan lemak di perut yang mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Kondisi ini dapat memicu penurunan kualitas sperma, termasuk motilitas rendah.

Menjaga berat badan ideal bisa dilakukan dengan rutin mengonsumsi sayur dan buah-buahan, olahraga selama 30 menit setiap hari, hindari makanan olahan, kurangi asupan gula serta mencukupi waktu tidur.

4. Hindari Stres

Stres menjadi pemicu motilitas sperma akibat terganggunya keseimbangan hormon dalam tubuh. Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan aktivitas yang disenangi, melakukan meditasi atau hangout bersama teman.

5. Kenakan Pakaian Dalam Longgar dan Menyerap Keringat

Pakaian dalam yang ketat meningkatkan suhu testis menjadi lebih panas. Ini menjadi salah satu penyebab masalah pada sperma, termasuk motilitas rendah. Sperma yang sehat berasal dari testis bersuhu normal.

Perhatikan juga bahan pakaian dalam yang dikenakan. Sebaiknya gunakan dari bahan katun yang mudah menyerap keringat. Organ intim yang lembap memudahkan bakteri penyebab infeksi berkembangbiak.

Itulah penjelasan mengenai asthenozoospermia dan langkah sederhana untuk mengatasinya. Segera buat janji rumah sakit jika kamu mengalami gangguan kesehatan pada organ intim.

Langkah penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalisir risiko efek samping, salah satunya ketidaksuburan. Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Fertility Smarts. Diakses pada 2022. Asthenozoospermia.
Science Direct. Diakses pada 2022. Asthenospermia.