• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Giardiasis pada Anak Bisa Sebabkan Malnutrisi

Giardiasis pada Anak Bisa Sebabkan Malnutrisi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Giardiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Giardia lamblia yang biasa mengontaminasi air. Parasit ini bahkan mampu bertahan bertahan di air dingin sampai dua bulan dan dalam air yang sudah dicampurkan klorin, yaitu zat kimia untuk memurnikan air. Anak-anak merupakan kelompok individu yang paling rentan terserang giardiasis. Ini karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang secara sempurna untuk mengatasi infeksi parasit.

Diare adalah salah satu gejala utama dari giardiasis. Selain diare, giardiasis pada anak-anak juga bisa sebabkan malnutrisi. Benarkah demikian? Ini penjelasannya.

Baca juga: 3 Penyebab Terjadinya Giardiasis pada Anak

Benarkah Giardiasis Sebabkan Malnutrisi?

Ketika masuk ke dalam tubuh, parasit ini akan langsung menyerang saluran pencernaan, seperti lambung dan usus. Kemudian, parasit akan menempel pada lapisan usus kecil dan mengganggu penyerapan lemak dan karbohidrat dari makanan yang dicerna oleh tubuh. Nah, hal inilah yang menyebabkan anak-anak yang mengidap giardiasis bisa mengalami malnutrisi.

Nutrisi dari makanan yang dikonsumsi anak-anak akan terganggu penyerapannya, sehingga mereka pun tidak mendapat gizi dan nutrisi yang cukup. Bukan cuma diare dan malnutrisi saja, berikut tanda dan gejala giardiasis yang perlu orangtua waspadai. 

Tanda dan Gejala Giardiasis pada Anak

Melansir dari John Hopkins Medicine, lebih dari dua pertiga orang yang terinfeksi giardiasis mungkin tidak langsung mengalami tanda atau gejala penyakit, meskipun parasit tersebut telah hidup di usus mereka. Ketika parasit ini menimbulkan gejala, biasanya dimulai dengan diare encer yang parah, tanpa darah atau lendir. 

Karena giardiasis memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap lemak dari makanan, feses yang dikeluarkan biasanya mengandung lemak yang tidak terserap. Akibatnya, feses mungkin mengapung, mengkilat dan berbau sangat busuk. Gejala lainnya meliputi:

  • Kram perut.
  • Adanya gas dalam usus dengan jumlah banyak.
  • Perut yang membesar karena gas.
  • Kehilangan selera makan.
  • Mual dan muntah.
  • Kadang-kadang disertai demam ringan.

Baca juga: Giardiasis pada Anak Bisa Sebabkan Intoleransi Laktosa

Gejala ini dapat berlangsung selama 5-7 hari atau lebih. Jika bertahan lebih lama, ibu mungkin mendapati berat badan anak mungkin turun atau menunjukkan tanda-tanda malnutrisi. 

Bagaimana Mengobati dan Mencegah Giardiasis?

Saat anak terserang giardiasis, pastikan mereka harus minum banyak cairan atau minum larutan yang telah direkomendasikan dokter, seperti larutan rehidrasi oral yang dijual bebas atau buatan sendiri. Dokter mungkin meresepkan obat resep, seperti metronidazole, furazolidone, atau nitazoxanide. Jika anak tidak mengalami gejala apapun, biasanya giardiasis tidak perlu diobati. Ada pun sejumlah tips yang perlu ibu lakukan untuk mencegah infeksi giardiasis pada anak:

  • Hindari meninggalkan anak di pusat penitipan anak. Saat terpaksa harus dititipkan, pastikan tempat dan stafnya mempraktikkan kebersihan yang baik dan mendorong anak-anak untuk sering mencuci tangan dengan sabun dan air.
  • Bersihkan mainan yang dimasukkan anak ke dalam mulutnya dengan cara dicuci dan didisinfeksi
  • Cuci dan mengupas buah dan sayuran mentah sebelum dimakan.
  • Hindari minum air yang berasal dari dari sungai, danau, dan kolam.
  • Sediakan air kemasan saat berkemah atau rebus, saring, dan obati air minum dengan tablet kimia sebelum meminumnya.

Baca juga: Begini Cara Mendiagnosis Giardiasis pada Anak

Kalau ibu punya pertanyaan lain mengenai penyakit giardiasis hubungi dokter di Halodoc saja. Lewat aplikasi, ibu dapat menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Giardiasis. 
Healthy Children. Diakses pada 2020. Giardia Intestinalis Infections.