• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gigi Berlubang, Perlukah Dicabut?

Gigi Berlubang, Perlukah Dicabut?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mengalami sakit gigi yang sungguh menyiksa? Ada banyak permasalahan yang dapat dialami pada gigi, salah satunya adalah gigi berlubang. Gigi berlubang terjadi ketika gigi mengalami kerusakan yang membuat bagian gigi terkikis dari bagian luar hingga ke bagian dalam dan menyebabkan terbentuknya lubang. Ada beberapa penyebab yang membuat gigi berlubang, seperti mengonsumsi makanan manis, jarang menyikat gigi, dan kurang menjaga kebersihan gigi serta mulut.

Baca juga: Begini Proses Terjadinya Gigi Berlubang

Meskipun gigi berlubang merupakan gangguan kesehatan yang umum terjadi pada gigi, kondisi ini dapat sebabkan gangguan kesehatan lainnya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang. Namun, apakah gigi yang berlubang perlu dicabut agar masalah terselesaikan? 

Bagaimana Gigi Bisa Berlubang?

Gigi berlubang umumnya disebabkan karena kurangnya menjaga kebersihan mulut dan gigi. Kurangnya merawat kebersihan gigi dapat sebabkan gigi memiliki plak. Plak yang menempel pada gigi dapat berubah menjadi asam yang disebabkan oleh bakteri. Asam yang berasal dari plak menempel pada gigi dan mengikis bagian gigi secara perlahan hingga membentuk lubang.

Umumnya, pengikisan yang terjadi pada gigi pada awal tidak menunjukkan gejala. Namun, jika lubang sudah sampai bagian dalam gigi (dentin) kondisi ini baru sebabkan gejala, seperti nyeri saat mengonsumsi makanan, sakit gigi yang membuat tidak nyaman, terdapat bagian gigi yang berubah menjadi hitam atau cokelat, gigi menjadi sensitif, dan terlihat lubang pada gigi.

Kondisi ini sebabkan komplikasi kesehatan jika tidak segera diatasi, seperti abses gigi, gigi patah, nyeri yang terus-menerus, memengaruhi struktur rahang, dan sebabkan penyakit jantung serta stroke. Lalu, adakah pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit gigi?

Baca juga: 6 Cara Mengobati Sakit Gigi Berlubang

Perlukah Cabut Gigi yang Berlubang?

Jangan ragu untuk lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk mengatasi kondisi gigi yang berlubang. Pengobatan gigi yang berlubang dilakukan secara berbeda tiap kondisinya. Gigi berlubang yang sudah cukup parah dan tidak dapat diperbaiki baru perlu tindakan pencabutan gigi. Berikut ini pengobatan yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Tambal Gigi

Tambal gigi adalah tindakan yang umum dilakukan untuk kondisi gigi berlubang yang tidak parah.

2. Kurung Gigi atau Crown

Crown dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang yang lebih parah. Umumnya, pasien yang memiliki kondisi gigi lemah direkomendasikan untuk menggunakan crown gigi.

3. Root Canal

Tindakan ini dilakukan ketika lubang pada gigi sudah mencapai akar gigi. Tindakan ini dilakukan untuk mengatasi gangguan gigi tanpa harus mencabut gigi.

4. Cabut Gigi

Tindakan ini dilakukan untuk mengatasi lubang pada gigi yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Pemasangan gigi palsu menjadi tindakan selanjutnya untuk mengisi celah bekas gigi yang dicabut.

Baca juga: Alasan Gigi Berlubang Bisa Bikin Sakit Kepala

Itulah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang. Tidak ada salahnya lakukan pencegahan agar kamu terhindar dari masalah gigi berlubang. Sebaiknya jangan lupa untuk menyikat gigi minimal 2 kali dalam satu hari, setelah makan dan sebelum tidur. Jika perlu, gunakan pasta gigi yang berfluoride.

Jika gigi berlubang disebabkan oleh mulut kering, sebaiknya jangan lupa konsumsi cairan agar tubuh dan mulut tetap terhidrasi dengan baik. Jangan lupa konsumsi buah dan sayur yang memiliki kandungan serat tinggi dan konsumsi makanan tinggi kalsium untuk menghindari masalah pada mulut dan gigi. Sebaiknya sempatkan waktu sebanyak 2 kali dalam satu tahun untuk mengunjungi dokter gigi. Kini kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Lebih praktis, kan?

Referensi:
American Dental Association. Diakses pada 2020. Cavities
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cavities/Tooth Decay
Healthline. Diakses pada 2020. Tooth Cavities