• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gingivitis pada Gusi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Gingivitis pada Gusi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar keluhan gigi bernama gingivitis? Kalau belum, bagaimana dengan radang gusi? Nah, gingivitis merupakan peradangan gusi yang ditandai dengan memerahnya gusi di sekitar akar gigi. Kondisi ini biasanya terjadi saat sisa makanan di gigi dan gusi mengeras dan menjadi plak. 

Jangan menganggap remeh gingivitis. Sebab bila tak segera ditangani, gingivitis bisa mengakibatkan kerusakan gigi dan gusi. Tuh, seram kan? Lantas, bagaimana sih cara mengatasi gingivitis? 

Baca juga: Bukan Hanya Gigi Ngilu, Ini 3 Dampak Radang Gusi bagi Tubuh

Pengobatan Radang Gusi

Pengobatan atau cara mengatasi gingivitis bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi yang bisa ditimbulkan. Lantas, seperti apa saja sih cara mengatasi gingivitis? 

Di tahap awal, dokter akan melakukan scaling gigi atau pembersihan karang gigi. Tahap ini dilanjuti dengan perawatan saluran akar gigi dengan menggunakan laser atau gelombang suara. 

Selain scaling gigi, cara mengatasi gingivitis juga bisa dengan penambalan atau penggantian gigi yang rusak atau berlubang. Akan tetapi, prosedur ini hanya akan dilakukan bila kondisi tersebut berkaitan dengan gingivitis. Dalam kasus tertentu, operasi flat mungkin saja dilakukan untuk mengangkat plak dan karang gigi dari kantong gusi. 

Gingivitis biasanya sembuh setelah pembersihan gigi secara menyeluruh. Akan tetapi, ada beberapa hal penting yang tak boleh diabaikan. Pengidap gingivitis juga harus memerhatikan kebersihan gigi dan mulutnya di rumah. Nah, berikut beberapa tips untuk membantu pemulihan gingivitis yang bisa dilakukan di rumah. 

  • Sikat gigi dua kali sehari atau lebih baik lagi setiap setelah makan.  

  • Gunakan sikat gigi lembut dan gantilah setidaknya setiap tiga hingga empat bulan.

  • Pertimbangkan untuk menggunakan sikat gigi listrik yang mungkin lebih efektif untuk menghilangkan plak dan karang gigi.

  • Gunakan benang gigi bila diperlukan.

  • Gunakan obat kumur untuk membantu mengurangi plak di antara gigi. 

  • Temui dokter gigi sesuai jadwal yang disarankan oleh dokter. 

  • Jangan merokok atau mengunyah tembakau.

Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc, mengenai tips untuk membantu pemulihan gingivitis yang bisa dilakukan di rumah. 

Baca juga: Bikin Nyeri, Kapan Gigi Bungsu Baru Perlu Dicabut?

Bisa Ditandai Banyak Gejala

Gingivitis bisa terjadi tanpa gejala pada pengidapnya. Itulah sebabnya banyak orang tak menyadari kalau mereka memiliki penyakit gusi. Nah, berikut beberapa gingivitis yang umumnya dialami oleh pengidapnya. 

  • Gusi yang berwarna merah, lunak, atau bengkak.

  • Gusi berdarah saat menyikat atau membersihkan gigi.

  • Gusi yang menyusut, sehingga akar gigi terlihat. 

  • Perubahan dalam bagaimana gigi kamu bersatu saat menggigit (maloklusi).

  • Gigi tanggal atau copot.

  • Timbul nanah di antara gigi dan gusi.

  • Rasa sakit saat mengunyah.

  • Gigi sensitif.

  • Sebagian gigi tiruan tidak lagi pas.

  • Napas berbau busuk yang tidak hilang setelah menyikat gigi.

  • Gusi membengkak.

  • Kondisi kronis maupun akut dapat menghasilkan perubahan pada konsistensi gingiva normal yang kaku dan tegas.

Hal yang mesti diwaspadai, gingivitis bisa menimbulkan komplikasi bila tak ditangani. Mau tahu dampaknya? Masalah gigi ini bisa memicu periodontitis, atau infeksi serius yang bisa merusak gigi dan tulang di sekitarnya. Awas, kondisi ini ujung-ujungnya bisa membuat gigi mudah tanggal. Tuh, bikin khawatir kan? 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Periodontal (Gum) Disease
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Gingivitis.  Healthline. Diakses pada 2020. Gum Disease (Gingivitis).  
WebMD. Diakses pada 2020.  Gingivitis and Periodontal Disease (Gum Disease).