• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal-Hal yang Perlu Diketahui Tentang Miom dan Kista
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal-Hal yang Perlu Diketahui Tentang Miom dan Kista

Hal-Hal yang Perlu Diketahui Tentang Miom dan Kista

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 25 April 2022

“Salah satu masalah reproduksi wanita yang umum terjadi adalah miom dan kista. Keduanya punya penyebab, gejala, dan pengobatan yang berbeda.”

Hal-Hal yang Perlu Diketahui Tentang Miom dan Kista

Halodoc, Jakarta – Miom dan kista adalah dua kondisi yang umum terjadi pada wanita usia produktif. Miom adalah jenis tumor non-kanker yang terbentuk di dinding otot rahim.

Sementara kista adalah kantong berisi cairan yang berkembang di dalam atau di atas ovarium. Meskipun terjadi di tempat yang berbeda, banyak orang bingung membedakan keduanya. Yuk simak hal-hal yang perlu diketahui seputar miom dan kista!

Gejala Miom dan Kista

Miom dan kista sebenarnya tidak selalu memunculkan gejala. Kamu mungkin tidak menyadari bahwa kamu mengalami kondisi ini, hingga menjalani pemeriksaan panggul rutin.

Namun, pada beberapa kasus, gejala juga dapat muncul. Miom dapat tumbuh hingga sebesar jeruk bali. Gejalanya bisa meliputi:

  • Nyeri panggul.
  • Kembung, perut menonjol.
  • Menstruasi berat yang dapat menyebabkan anemia.
  • Sering buang air kecil.
  • Tekanan pada rektal.
  • Perut membesar.

Miom dapat tumbuh lebih cepat atau lebih besar selama kehamilan. Namun, ini cenderung menyusut setelah menopause atau jika mengonsumsi obat hormon jenis tertentu.

Sementara itu, gejala kista dapat meliputi:

  • Sakit perut yang tajam atau tumpul, seringkali hanya pada satu sisi.
  • Perut kembung dan menonjol.
  • Nyeri di punggung bawah atau paha.
  • Rasa sakit saat berhubungan intim.
  • Menstruasi yang menyakitkan.
  • Payudara terasa lembut.
  • Sering buang air kecil atau kesulitan mengosongkan kandung kemih.
  • Perdarahan uterus abnormal.
  • Masalah usus.
  • Penambahan berat badan.

Salah satu perbedaan miom dan kista adalah kista dapat pecah atau menyebabkan ovarium terpuntir di sekitar struktur pendukungnya. Hal ini dapat menyebabkan:

  • Sakit perut hebat yang muncul tiba-tiba.
  • Demam atau muntah.
  • Pusing atau pingsan.
  • Pernapasan cepat.
  • Perdarahan hebat.

Kista yang pecah adalah keadaan darurat medis. Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, segera cari bantuan medis terdekat.

Penyebab Miom dan Kista

Miom dan kista bisa terjadi kapan saja. Namun, miom paling sering terjadi pada rentang usia 40 hingga 50-an. Biasanya miom tumbuh berkelompok. Kebanyakan kista adalah kista fungsional yang biasanya berkembang pada wanita yang belum mencapai menopause.

Penyebab miom sering kali tidak diketahui. Namun, kadar hormon seks wanita dan genetika mungkin berperan. Kondisi ini juga semakin umum terjadi setelah usia 30 melalui menopause.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko miom adalah:

  • Riwayat keluarga.
  • Kegemukan.
  • Pola makan yang terlalu banyak daging merah.

Sementara itu, beberapa penyebab kista ovarium adalah:

  • Masalah hormonal.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS).
  • Endometriosis.
  • Kehamilan.
  • Infeksi panggul yang parah.

Pengobatan untuk Miom dan Kista

Miom dan kista tidak selalu membutuhkan pengobatan. Namun, jika ukuran miom cukup besar atau menyebabkan gejala yang parah, pilihannya mungkin termasuk:

  • Menjalani pemeriksaan rutin dan ultrasound untuk memantau apakah miom mengecil atau justru membesar.
  • Kontrasepsi hormonal untuk membantu mengurangi perdarahan hebat.
  • Operasi pengangkatan miom.
  • Operasi pengangkatan rahim (histerektomi), jika tidak berencana untuk hamil di masa depan.
  • Ablasi endometrium.
  • Embolisasi miom rahim untuk memotong suplai darah miom.

Sementara itu, pilihan pengobatan untuk kista adalah:

  • Menjalani pemeriksaan rutin dan ultrasound untuk melihat apakah kista sembuh atau terus berkembang.
  • Kontrasepsi hormonal untuk menurunkan risiko pembentukan.
  • Operasi invasif minimal untuk mengangkat kista yang lebih kecil.
  • Operasi untuk mengangkat ovarium, yang dikenal sebagai ooforektomi.

Nah, itulah pembahasan mengenai miom dan kista. Kedua kondisi ini umum terjadi, terutama sebelum menopause. Perbedaan besar antara keduanya adalah bahwa miom pertama kali berkembang di lapisan otot rahim, sementara kista terbentuk di dalam atau di ovarium.

Miom dan kista tidak selalu menimbulkan gejala dan biasanya jinak, jadi kamu tidak selalu perlu mengobatinya. Ketika keduanya menyebabkan gejala yang parah, ada perawatan yang aman dan efektif.

Kamu dapat memilih perawatan berdasarkan preferensi pribadi, dengan berdiskusi dengan dokter mengenai hal ini. Jika dokter meresepkan obat yang diperlukan, kamu bisa download Halodoc untuk cek kebutuhan medis kamu dengan mudah.

Referensi:
Advanced Gynecology. Diakses pada 2022. The Difference Between Ovarian Cysts and Fibroids.
Healthline. Diakses pada 2022. Fibroids vs. Cysts: How to Tell the Difference.