• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Harus Dihindari saat Asma Kambuh di Tempat Kerja

Hal yang Harus Dihindari saat Asma Kambuh di Tempat Kerja

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hal yang Harus Dihindari saat Asma Kambuh di Tempat Kerja

Halodoc, Jakarta – Asma adalah kondisi yang disebabkan oleh peningkatan respons saluran udara terhadap berbagai rangsangan yang menyebabkan saluran udara meradang dan menyempit, sehingga membuat pengidapnya sulit bernapas. Asma yang parah dapat menyebabkan kesulitan berbicara dan beraktivitas.

Penyebab paling umum dari serangan asma adalah infeksi, olahraga, alergen, dan polusi udara (bahan iritan). Orang yang asmanya kambuh akan mengalami mengi, batuk, sesak napas, dan sesak dada. Serangan asma bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Apa yang harus dihindari saat asma kambuh di tempat kerja?

Menghindari Paparan Alergen

Ada banyak polutan ataupun alergen di tempat kerja yang dapat menyebabkan asma kambuh di tempat kerja. Jika kamu kerap mengalami gejala asma di tempat kerja dan gejala ini membaik saat tidak bekerja, kamu perlu mewaspadai lingkungan kerjamu.

Asma kambuh di tempat kerja paling sering terjadi pada orang yang bekerja di lingkungan kerjanya terdapat tepung, biji-bijian, dan isosianat (bahan kimia yang ditemukan dalam cat sebagai bahan pengeras).

Baca juga: Sakit Asma Tingkatkan Risiko Eksim Atopik

Zat lain yang bisa memicu asma kambuh di tempat kerja bisa jadi debu kayu (seperti kayu cedar, kayu merah, dan kayu ek), produk pembersih yang kuat, bahan kimia, atau alergen hewan. Apa yang harus dihindari saat asma kambuh di tempat kerja? Pastinya adalah mencegah paparan pemicu.

Bagi beberapa pengidap asma, paparan pemicu yang terus-menerus dapat menyebabkan peradangan berkelanjutan dan produksi lendir berlebih di saluran udara, sehingga memperburuk kondisi asma. 

Jika memungkinkan, tempat kerja harus menghindari penggunaan zat yang dapat memicu asma. Ini dapat dilakukan dengan tidak lagi menggunakan zat tersebut atau menggantinya dengan zat yang tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan pengidap asma.

Jika pemicu di tempat kerja tidak memungkinkan untuk dihindari, mengurangi pemaparan dengan menggunakan sistem ventilasi pembuangan lokal atau perangkat perlindungan pernapasan yang disetujui institusi kesehatan juga dapat membantu paparan terhadap pemicu. 

Perlu adanya kerja sama antara perusahaan dan karyawan untuk mengembangkan strategi mengurangi paparan pemicu dan iritan di tempat kerja.

Perawatan Asma Kambuh di Tempat Kerja

Jika kamu tidak pernah mengidap asma sebelumnya, dan menduga kamu mengalami asma setelah terpapar zat-zat di tempat kerja, segera berdiskusi dengan dokter untuk tes dan diagnosis yang akurat.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Pengidap Asma Berisiko Terkena Alergi Telur

Sebagai informasi tambahan, kamu perlu tahu tiga gangguan utama asma, yaitu:

1. Penyumbatan jalan napas. Saat kamu bernapas seperti biasa, pita otot di sekitar saluran napas menjadi rileks, dan udara bergerak bebas. Namun, ketika kamu mengidap asma, otot-otot akan menegang sehingga lebih sulit bagi udara untuk melewatinya.

2. Peradangan. Asma menyebabkan saluran bronkial bengkak di paru-paru. Peradangan ini bisa merusak paru-paru. 

3. Iritabilitas saluran napas. Pengidap asma memiliki saluran udara sensitif yang cenderung bereaksi berlebihan dan menyempit saat bersentuhan bahkan dengan pemicu kecil.

Baca juga: 7 Faktor Utama Penyebab Asma yang Harus Diwaspadai

Nah, ketiga gangguan inilah yang membuat pengidap asma mengalami:

  • Batuk, terutama pada malam atau pagi hari.
  • Suara siulan saat bernapas.
  • Sesak napas.
  • Sesak, nyeri, atau tertekan di dada. 
  • Kesulitan tidur karena masalah pernapasan.

Kalau kamu mengalami asma dan kerap kambuh, baik di tempat kerja atau di rumah, coba bicarakan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut. Yuk, buat janji pemeriksaan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc!

Referensi:
Better Health Channel. Diakses pada 2021. Asthma and your workplace.
WebMD. Diakses pada 2021. Occupational Asthma.