• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Menandakan Seseorang Mengidap OCD

Hal yang Menandakan Seseorang Mengidap OCD

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - OCD atau obsessive compulsive disorder adalah gangguan kesehatan mental yang bisa terjadi pada siapa saja. Hal yang menandakan seseorang mengidap OCD adalah pikiran obsesif dan perilaku kompulsif, yang bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari. 

Seperti namanya, OCD membuat pengidapnya merasa harus melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Jika tidak, mereka akan dirundung kecemasan dan ketakutan. Bahkan, terkadang pengidap OCD sadar bahwa pikiran dan tindakannya itu berlebihan. Namun, mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikannya.

Baca juga: Benarkah Trauma pada Masa Lalu Dapat Sebabkan OCD?

Tanda Seseorang Mengidap OCD

Seseorang yang mengidap OCD umumnya memiliki pikiran yang mengganggu dan selalu timbul (obsesif), serta suatu perilaku yang dilakukan berulang-ulang (kompulsif). Pada beberapa kasus, pengidap OCD bisa saja hanya memiliki pikiran obsesif tanpa perilaku kompulsif, atau sebaliknya. 

Obsesif adalah gangguan pada pikiran, yang terjadi terus-menerus dan menimbulkan rasa cemas atau takut. Sebenarnya, setiap orang terkadang mengalami hal ini. Namun, pada pengidap OCD, pikiran obsesif selalu muncul dan bahkan menetap. 

Beberapa contoh pikiran obsesif yang sering dimiliki pengidap OCD adalah:

  • Merasa sangat takut kotor atau terkena penyakit, sehingga menghindari bersalaman dengan orang lain atau menyentuh benda yang sering disentuh banyak orang.
  • Sangat ingin semuanya tersusun selaras atau teratur. Merasa benar-benar terganggu bila melihat ada satu dari sekumpulan benda menghadap ke arah yang berbeda.
  • Sering merasa takut melakukan sesuatu yang berdampak buruk pada diri sendiri dan orang lain, sehingga sering merasa ragu apakah sudah mematikan kompor atau mengunci pintu.

Baca juga: 3 Ciri Obsessive Compulsive Disorder, Jadi Salah Satunya?

Sementara itu, perilaku kompulsif adalah sesuatu yang dilakukan berulang-ulang, padahal cukup dilakukan satu kali saja. Hal ini karena pengidap OCD sering kali merasa cemas atau takut akibat pikiran obsesifnya. Akibatnya, untuk mengurangi rasa cemas dan takut itu, mereka akan berulang kali melakukan hal yang sama. 

Berikut beberapa contoh perilaku kompulsif yang sering dilakukan pengidap OCD:

  • Bolak-balik cuci tangan, bahkan hingga kulit lecet-lecet..
  • Selalu menyusun benda menghadap ke arah yang sama.
  • Sering memeriksa berulang kali apakah sudah mematikan kompor, mengunci pintu, atau memasukkan dompet ke tas.

Berbagai gejala OCD tersebut sering kali menyerang di awal usia dewasa dan cenderung memburuk seiring bertambahnya usia. Selain itu, gejala juga bisa semakin parah bila pengidap OCD mengalami stres.

Meski terkadang wajar merasa cemas dan melakukan cek ulang terhadap sesuatu yang sudah dilakukan, kamu perlu waspada akan gejala OCD. Terutama bila kamu sering menghabiskan waktu setidaknya 1 jam untuk memikirkan atau melakukan suatu tindakan, tidak dapat mengendalikan perilaku kompulsif, atau merasa aktivitas sehari-hari jadi terganggu. 

Baca juga: Kenali 4 Gejala yang Dialami Pengidap OCD

Segera download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan psikolog lewat chat, atau buat janji dengan psikolog/psikiater di rumah sakit, agar bisa dilakukan penanganan. Jika OCD tidak segera ditangani, risiko munculnya depresi akan meningkat. 

Pada kasus yang parah, depresi dapat mendorong pengidapnya untuk melakukan percobaan bunuh diri. Jadi, sama halnya seperti penyakit pada fisik, gangguan kesehatan mental juga perlu diberi perhatian dan segera diatasi, jika merasa mengalami gejala-gejalanya. 

Referensi:
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2020. Obsessive-Compulsive Disorder.
American Psychiatric Association. Diakses pada 2020. What is Obsessive-Compulsive Disorder?
Psychology Today. Diakses pada 2020. Obsessive-Compulsive Disorder.