Hal yang Perlu Diperhatikan saat Mengalami Sindrom Sheehan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Mengalami Sindrom Sheehan

Halodoc, Jakarta - Ibu yang mengalami komplikasi perdarahan atau memiliki tekanan darah rendah yang parah ketika melahirkan perlu penanganan yang serius. Kondisi ini memicu terjadinya sindrom Sheehan, kurangnya pasokan oksigen dalam tubuh karena hilangnya banyak darah selama atau setelah melahirkan. 

Sayangnya, kurangnya asupan oksigen ini dapat merusak kelenjar hipofisis yang cenderung membesar selama kehamilan dan menghancurkan jaringan penghasil hormon, sehingga kelenjar tersebut tidak bisa berfungsi dengan normal. Hormon pada kelenjar hipofisis mengatur kinerja sistem endokrin, memberi sinyal pada kelenjar lain untuk meningkatkan atau menurunkan produksi hormon yang mengontrol metabolisme, kesuburan, tekanan darah, bahkan produksi ASI. 

Apa yang Harus Diperhatikan?

Kerusakan salah satu dari semua hormon tadi bisa menimbulkan masalah yang serius di seluruh tubuh. Setiap kondisi yang meningkatkan kemungkinan terjadinya perdarahan atau membuat tubuh kehilangan banyak darah dan tekanan darah rendah selama persalinan memicu tingginya risiko sindrom Sheehan pada ibu. 

Baca juga: Preeklampsia saat Hamil Berisiko Alami Sindrom Sheehan

Namun, perdarahan adalah komplikasi persalinan yang terbilang langka, dan terjadinya sindrom Sheehan sebagai dampaknya terbilang lebih jarang lagi terjadi. Kabar baiknya, kedua risiko kehamilan ini bisa dikurangi dan dicegah dengan perawatan dan pemantauan yang tepat selama persalinan. 

Artinya, ibu perlu rutin memeriksakan kondisi kandungan ke dokter, atau bertanya pada dokter segera setiap mengalami gejala yang terasa asing. Ibu bisa membuat janji untuk bertanya jawab langsung dengan dokter di rumah sakit atau bertanya melalui fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc.

Baca juga: 11 Tanda Ibu Menyusui Alami Sindrom Sheehan

Meski begitu, ibu juga harus mengetahui komplikasi yang dapat terjadi jika ibu mengalami sindrom Sheehan. Oleh karena hipofisis mengendalikan begitu banyak aspek metabolisme tubuh, kelainan ini memicu munculnya masalah yang lebih serius, termasuk tekanan darah rendah, penurunan berat badan yang terbilang signifikan, dan penyimpangan menstruasi. 

Komplikasi lain yang terbilang membahayakan adalah krisis adrenal, kondisi ketika kelenjar adrenal menghasilkan hormon kortisol dalam jumlah yang sangat sedikit. Kondisi ini bisa mengakibatkan penurunan tekanan darah yang drastis, syok, koma, dan kematian. 

Krisis adrenal dapat terjadi ketika tubuh berada di bawah tekanan, seperti misalnya ketika operasi atau kala ibu mengidap penyakit serius, sementara kelenjar adrenal menghasilkan hormon kortisol yang sedikit. Pasalnya, hormon kortisol pengendali stres yang sangat kuat.

Kenali Tanda dan Gejalanya

Tanda dan gejala sindrom Sheehan dapat muncul perlahan, setelah beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pada beberapa kondisi, gejalanya bisa muncul tiba-tiba, seperti misalnya ketidakmampuan ibu untuk menyusui sang buah hati. Selain itu, ibu menjadi tidak memiliki periode menstruasi atau mengalami menstruasi yang jarang, ketidakmampuan untuk menumbuhkan rambut pada area genital, melambatnya fungsi mental, bertambahnya berat badan, dan selalu merasa dingin karena dampak dari hipotiroidisme. 

Gejala lainnya berupa tekanan darah dan kadar gula darah yang rendah, mudah sekali kelelahan, detak jantung yang tidak teratur, dan penyusutan payudara. Sayangnya, banyak ibu yang salah mengidentifikasi gejala sindrom Sheehan sebagai hal lain. Misalnya, kelelahan diasosiasikan dengan peran sebagai ibu baru. Gejalanya juga sering tidak disadari sampai ibu membutuhkan perawatan untuk tiroid dan adrenal. 

Baca juga: Mengenal Penyebab dan Faktor Risiko Hipotiroidisme

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Sheehan’s Syndrome.
Healthline. Diakses pada 2019. Sheehan Syndrome.
National Organization for Rare Disorders. Diakses pada 2019. Sheehan Syndrome.