• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Tanpa Disadari Jadi Gejala Gangguan Kontrol Impulsif

Hal yang Tanpa Disadari Jadi Gejala Gangguan Kontrol Impulsif

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Jika kamu termasuk orang yang sering bertindak tanpa memikirkan konsekuensi apa pun terlebih dulu, bisa jadi kamu memiliki gangguan kontrol impulsif. Impulsif sendiri merupakan kecenderungan seseorang untuk bertindak tanpa berpikir panjang mengenai risiko yang akan dialami. Selain bertindak ceroboh, apa saja yang menjadi gejala gangguan kontrol impulsif?

Baca juga: Sering Impulsif, Gejala Awal Gangguan Kepribadian Ambang

Perhatikan, Ini Sejumlah Gejala Gangguan Kontrol Impulsif

Impulsif dan kompulsif merupakan dua istilah yang sering dikaitkan, padahal keduanya sangat berbeda. Pengidap kompulsif tidak dapat menghentikan perlakukan, padahal ia mengetahui perilakunya tidaklah normal. Sedangkan pengidap impulsif, akan bertindak sesuka hatinya tanpa mengakui bahwa perilaku itu tidak normal. 

Orang dengan perilaku impulsif digambarkan sebagai orang yang sangat ceroboh, gelisah, tidak dapat ditebak, plin-plan, agresif, mudah terganggu, serta senang menginterupsi orang lain. Contoh kasusnya adalah membeli barang mahal yang tidak diperlukan. Berikut ini gejala gangguan kontrol impulsif yang perlu diketahui:

  1. Selalu mengeluarkan emosi berlebihan.
  2. Terlalu banyak menghamburkan uang.
  3. Sering meminta maaf.
  4. Berhenti dari pekerjaan secara tiba-tiba.
  5. Melakukan hubungan seks dengan sembarangan.
  6. Membatalkan rencana secara tiba-tiba.
  7. Tidak bisa menerima kritik dan saran.
  8. Rakus dalam mengonsumsi makan atau minum.
  9. Sering mengancam ingin menyakiti orang lain.
  10. Sering menyakiti diri sendiri.
  11. Sering menghancurkan benda saat emosi.

Sah-sah saja jika perilaku impulsif terjadi sesekali. Namun jika terlalu sering dilakukan hingga memengaruhi kehidupan, silahkan temui psikolog atau psikiater di rumah sakit terdekat untuk menentukan langkah penanganan yang harus kamu jalani. 

Baca juga: Impulsif Salah Satu Ciri Gangguan Kepribadian Ambang?

Ini Alasan Mengapa Perilaku Impulsif Terjadi

Jika perilaku impulsif terjadi pada anak-anak atau remaja, hal tersebut karena otak mereka masih dalam tahap perkembangan, sehingga belum tentu menjadi pertanda adanya masalah pada mental mereka. Namun jika terjadi pada orang dewasa dan terjadi secara berulang, ini bisa menjadi masalah mental yang akan merugikan diri sendiri di kemudian hari.

Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab dari perilaku impulsif. Namun, kondisi ini dikaitkan dengan bagian otak hipotalamus dan hippocampus. Hippocampus merupakan bagian otak yang berperan dalam kemampuan daya ingat, pembelajaran, serta emosi. Sedangkan hipotalamus, merupakan bagian otak yang berperan dalam mengatur suasana hati dan perilaku manusia.

Saat penelitian dilakukan dengan mengurangi atau meningkatkan lalu lintas antara hipotalamus dan hippocampus pada tikus, maka hasil menunjukkan efek yang sama, yaitu meningkatkan perilaku impulsif. Pada beberapa kasus impulsif yang jarang terjadi, gejala yang tampak menunjukkan bahwa pengidap juga mengalami masalah mental, seperti:

  • Gangguan bipolar. Pengidap kondisi ini akan mengalami perubahan suasana hati, tingkat energi, dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 
  • Gangguan kepribadian antisosial. Pengidap kondisi ini tidak memberi perhatian terhadap hal-hal yang benar atau salah, serta memperlakukan orang lain dengan buruk.
  • Gangguan pemusatan perhatian (ADHD). Pengidap kondisi ini akan selalu mengganggu orang lain ketika berbicara, meneriakkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan padanya, serta sulit menunggu antrian.

Baca juga: Atasi Gangguan Kepribadian Ambang dengan Terapi, Ini Penjelasannya

Jika perilaku impulsif merupakan bagian dari kondisi tertentu, maka perawatan yang dilakukan akan fokus pada penyebabnya. Salah satu penanganan yang umum dilakukan adalah analisis perilaku terapan. Metode ini dilakukan dengan menangani atau mengendalikan situasi yang memicu munculnya perilaku impulsif.

Jika dibiarkan, perilaku impulsif dapat membahayakan dan merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Selain merusak hubungan dan keselamatanmu, perilaku ini juga akan menyebabkan kerugian finansial dan hukum jika tidak segera dikendalikan.

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2020. What Is Impulsivity?
Medical News Today. Diakses pada 2020. Impulsive behavior: What happens in the brain?
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Impulsivity?