• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Terjadi dalam Tubuh saat Kista Ginjal Pecah

Hal yang Terjadi dalam Tubuh saat Kista Ginjal Pecah

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kista atau kantung berisi cairan bisa muncul di dalam jaringan ginjal. Kondisi ini disebut dengan istilah kista ginjal, yang dapat muncul pada salah satu ataupun kedua ginjal. Jika tidak diobati, kista ginjal dapat menimbulkan komplikasi. Salah satunya adalah kista ginjal pecah.

Kista ginjal yang pecah dapat menimbulkan rasa nyeri yang teramat sangat, terutama pada bagian punggung dan pinggang, tepatnya di antara tulang rusuk dan panggul. Selain pecah, kista ginjal yang tidak diobati juga berisiko mengalami infeksi dan gangguan buang air kecil. Oleh karena itu, penanganan untuk kista ginjal perlu dilakukan sedini mungkin. 

Baca juga: Kista Juga Bisa Terjadi di Dalam Ginjal

Bagaimana Mengetahui Gejala Kista Ginjal?

Kista ginjal umumnya tidak menimbulkan gejala yang berarti. Gejala baru dapat muncul ketika kista tumbuh cukup besar atau menekan organ lain. Gejala yang dapat muncul adalah:

  • Nyeri yang terasa seperti menekan pada punggung bawah atau pinggang.
  • Urine berwarna gelap atau mengandung darah.
  • Lebih sering buang air kecil.
  • Nyeri ulu hati.
  • Demam.
  • Pembengkakan pada perut.

Meski kista ginjal biasanya tidak menimbulkan gejala, kamu harus segera konsultasikan ke dokter jika merasakan kondisi-kondisi yang diduga merupakan gejala kista ginjal. Hal ini agar perkembangan penyakit bisa terpantau dan mencegah kista ginjal pecah. Agar lebih mudah, bicarakan gejalamu dengan dokter di aplikasi Halodoc atau buat janji dengan dokter di rumah sakit.

Kista ginjal sering kali baru diketahui ketika pengidapnya menjalani medical check up. Jika dideteksi terdapat kista ginjal, pengidap perlu kontrol rutin ke dokter ginjal untuk memantau ukuran kista, apakah mengecil, tetap, atau berkembang.

Baca juga: Inilah Orang yang Berisiko Kena Kista Ginjal

Pengobatan untuk Kista Ginjal

Pengobatan kista ginjal biasanya disesuaikan dengan tingkat keparahan kista tersebut. Jika kista ginjal hanya berjumlah satu, berukuran kecil, dan tidak menimbulkan gejala, dokter tidak akan memberikan penanganan khusus. Sebab, kista seperti ini dapat menghilang dengan sendirinya atau menetap dan tidak menimbulkan masalah.

Meski demikian, dokter akan mengatur jadwal kontrol untuk memantau kondisi kista secara berkala melalui pemindaian selama 6-12 bulan. Selain pemindaian, dokter juga akan memantau fungsi ginjal. Berikut beberapa pilihan pengobatan jika kista ginjal menimbulkan keluhan:

  • Sclerotherapy

Jika kista ginjal sudah menimbulkan gejala, pengidap dianjurkan untuk menjalani sclerotherapy untuk mengeringkan cairan kista dengan menggunakan jarum tipis panjang. Melalui sclerotherapy, cairan di dalam kista akan dikeluarkan, lalu rongga kista akan diisi dengan alkohol untuk mencegah kista terbentuk kembali. Pengidap yang menjalani sclerotherapy akan mendapatkan bius lokal dan dapat pulang pada hari yang sama.

Baca juga: 7 Makanan yang Baik Dikonsumsi oleh Pengidap Kista Ginjal

  • Operasi

Jika kista ginjal berukuran besar dan menimbulkan gejala, dokter ginjal dapat merekomendasikan operasi pengangkatan kista. Prosedur ini dilakukan oleh dokter urologi dengan membuat sayatan pada kulit untuk mengeluarkan cairan dari dalam kista. Kemudian, dinding ginjal yang terdapat kista akan dipotong atau dibakar.

Referensi:
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2020. Simple Kidney Cysts.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Kidney Cysts.
Family Doctor. Diakses pada 2020. Kidney Cysts.
Healthline. Diakses pada 2020. Kidney Cyst.
WebMD. Diakses pada 2020. Kidney Cyst.