Hal yang Terjadi ketika Tubuh Kelebihan Dopamin

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Hal yang Terjadi ketika Tubuh Kelebihan Dopamin

Halodoc, Jakarta - Setiap orang pasti pernah mengalami perasaan senang dan sedih yang disebabkan oleh naik turunnya emosi. Ternyata, hal tersebut dipengaruhi oleh salah satu zat kimia yang dihasilkan oleh otak, yaitu dopamin. Kadar tersebut dapat memberi banyak pengaruh pada tubuh.

Dopamin mempunyai fungsi yang penting dalam mengatur tubuh manusia. Terdapat beberapa hal yang dapat terjadi ketika zat tersebut meningkat di otak. Lalu, dampak apa saja yang dapat terjadi ketika seseorang mengalami kelebihan dopamin? Berikut bahasan lengkapnya!

Baca juga: Jangan Salah, Inilah Penjelasan tentang Dopamin

Terlalu Banyak Dopamin, Tubuh Alami Ini

Dopamin adalah suatu zat yang berfungsi membawa pesan (neurotransmitter) yang menyampaikan sinyal antar neuron. Hal ini tidak hanya dapat mengendalikan respons tubuh dan emosional, tetapi juga reaksi motorik. Dopamin juga dapat disebut sebagai "hormon bahagia".

Hal tersebut disebut dengan julukan tersebut karena memang bertanggung jawab atas kebahagiaan yang dirasakan. Pola yang terjadi pada dopamin mirip dengan adrenalin. Walau begitu, gangguan kesehatan yang serius mungkin saja terjadi ketika tubuh kamu memiliki terlalu banyak dopamin.

Seseorang yang mengalami kelebihan dopamin dapat dihubungkan dengan beberapa komplikasi serius. Beberapa gangguan yang dapat terjadi dan umumnya berhubungan dengan mental, seperti skizofrenia dan kelainan bipolar. Kedua gangguan tersebut dapat menyebabkan kelainan mental yang berbahaya jika tidak segera ditangani.

Gejala-gejala yang dapat timbul pada seseorang yang mengalami kelebihan dopamin adalah tubuh yang terbilang mudah gelisah, perasaan semangat dan senang yang lebih tinggi, libido yang tinggi, mengalami insomnia, serta lebih mudah untuk terserang stres. Maka dari itu, seseorang yang mengidap gangguan ini biasanya akan diberikan obat penghambat dopamin untuk membuat kandungan tersebut di dalam tubuh menjadi lebih seimbang. Dengan obat tersebut, tubuh kamu akan membuat penyebaran zat tersebut menjadi lebih lambat dari biasanya, sehingga efek kelebihan dopamin dapat dikurangi.

Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal pengaruh kelebihan kadar dopamin pada tubuh, tanyakan pada dokter di Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan! Kamu juga dapat membeli obat tanpa perlu ke luar dari rumah dengan aplikasi tersebut.

Baca juga: Kekurangan Dopamin Bisa Sebabkan Halusinasi, Kok Bisa?

Pengaruh Obat-Obatan Terhadap Kadar Dopamin

Seseorang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu mungkin saja memengaruhi kadar dopamin pada tubuh kamu ketika sudah menjadi kebiasaan. Selain itu, nikotin, alkohol, dan obat-obatan terlarang lainnya juga dapat memengaruhi siklus dopamin pada tubuh, sehingga meningkat drastis.

Di saat kebiasaan buruk tersebut terus-menerus dilakukan, otak akan merespons dengan cara menurunkan dopamin. Ketika terjadi, tubuh kamu membutuhkan lebih banyak zat agar mencapai tingkat kesenangan yang sama. Dengan begitu, kamu akan mengalami ketergantungan obat.

Ketika tubuh terlalu aktif juga dapat memengaruhi reseptor dopamin dengan cara membuat kamu kehilangan minat pada banyak hal. Dengan itu, kamu dapat mengalami tindakan yang lebih kompulsif. Dengan begitu, kamu semakin sulit untuk menolak kandungan yang dihasilkan oleh zat-zat tersebut.

Kecanduan yang terjadi tersebut akan sulit untuk dihentikan. Di saat kamu mencoba untuk berhenti, gejala yang memengaruhi fisik dan emosional mungkin saja terjadi. Bahkan jika sudah berhenti mengonsumsinya dalam waktu yang lama, terpapar sedikit saja dapat membuat kamu kambuh.

Seseorang yang sudah kecanduan dan mengalami kelainan mental, dirinya juga dapat mengalami kekacauan berpikir dan perubahan perilaku. Maka dari itu, jika kamu telah kecanduan oleh alkohol, obat-obatan, hingga narkoba, ada baiknya untuk segera berdiskusi dengan dokter.

Baca juga: 7 Fakta tentang Penyakit Parkinson

Itulah beberapa hal yang dapat terjadi pada seseorang yang mengalami kelebihan dopamin. Maka dari itu, kamu harus terus menjaga kandungan tersebut tetap seimbang agar tidak menyebabkan kelainan mental. Dengan begitu, ada baiknya untuk selalu memastikan obat yang kamu konsumsi tidak menyebabkan dampak buruk.

Referensi:
Science Daily. Diakses pada 2019. Dopamine: Far more than just the 'happy hormone'
Health Line. Diakses pada 2019. How Does Dopamine Affect the Body?