• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Hal yang Terjadi pada Anak dengan Orangtua OCD

3 Hal yang Terjadi pada Anak dengan Orangtua OCD

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Kesehatan fisik dan mental seseorang sama-sama memiliki peranan penting untuk tetap menjaga kualitas hidup dengan baik. Berbagai gangguan kesehatan mental bisa dialami seseorang, salah satunya Obsessive Compulsive Disorder (OCD). OCD adalah salah satu jenis gangguan mental yang menyebabkan pengidapnya harus melakukan suatu tindakan secara berulang. Kondisi ini menimbulkan ketakutan serta kecemasan yang berlebih jika tidak dilakukan oleh pengidap OCD.

Baca juga: Trauma Masa Kecil Apakah Benar Menjadi Pemicu OCD?

Gangguan obsesif kompulsif ini dapat dialami siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. OCD juga bisa dialami oleh orangtua. Jika hal demikian terjadi, maka dapat berdampak pada mental anak. Tidak ada salahnya untuk segera periksakan gangguan obsesif kompulsif agar dapat segera diatasi dengan baik.

Ketahui Dampak Orangtua OCD pada Anak

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) menyebabkan pengidapnya memiliki rasa takut dan cemas yang berlebihan jika tidak melakukan segala sesuatu secara berulang. Hal ini terkadang menyebabkan pengidapnya mengalami gangguan ketika melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Saat pengidap mengabaikan obsesi yang dirasakan, terkadang kecemasan yang dialami pun akan meningkat sehingga menyebabkan pengidap akan kembali melakukan suatu tindakan secara berulang pada obsesi yang dirasakannya.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh 5 Tipe Gangguan OCD

Gangguan obsesif kompulsif yang dialami oleh para orangtua memengaruhi kesehatan mental anak. Melansir Web MD, gangguan obsesif kompulsif menjadi gangguan mental yang terjadi akibat adanya riwayat keluarga dengan hal yang serupa.

Ketahui beberapa dampak pada anak yang memiliki orangtua dengan OCD, yaitu:

1. Mengalami Hal yang Serupa

Umumnya, anak yang memiliki orangtua dengan gangguan obsesif kompulsif juga berisiko untuk mengalami kondisi yang serupa. Jadi, tidak ada salahnya orangtua selalu memerhatikan pola asuh pada anak agar anak mendapatkan bimbingan yang tepat.

2. Alami Gangguan Kecemasan

Melansir International OCD Foundation, anak yang memiliki orangtua dengan OCD rentan mengalami gangguan kecemasan. Selain itu, anak-anak juga kerap meniru orangtua mereka. Ketika orangtua selalu terlihat cemas, maka hal yang sama juga bisa terjadi pada anak. 

3. Kesulitan Membangun Hubungan Sosial

Anak yang memiliki orangtua dengan OCD lebih sulit membangun hubungan sosial dibandingkan dengan anak-anak yang lain. Melansir Mayo Clinic, pengidap OCD merasa cemas dirinya atau orang terdekatnya mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada pergaulan dan hubungan sosial anak.

Itulah beberapa hal yang terjadi pada anak dengan orangtua mengidap gangguan obsesif kompulsif. Tidak ada salahnya para orangtua mengetahui beberapa gejala dan cara penanganan OCD yang paling tepat. Jika orangtua membutuhkan bantuan psikolog terkait pola asuh anak yang tepat, bisa menghubungi melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja. 

Kenali Gejala OCD

Pengidap OCD akan memiliki sebuah perasaan obsesi, kompulsi, atau bahkan keduanya. Jika tidak diatasi dengan baik, OCD dapat mengganggu kehidupan sosial, aktivitas sehari-hari, bahkan dapat memengaruhi keluarga terdekat. Yuk, kenali beberapa gejala dari OCD agar kondisi ini dapat ditangani dengan tepat.

Saat pengidap memiliki rasa obsesi, maka muncul pikiran yang berulang dan membuat perasaan cemas meningkat, misalnya takut pada kuman atau penyakit dan munculnya kekhawatiran akan kejahatan yang akan terjadi. Sedangkan kompulsif adalah kegiatan yang dilakukan berulang untuk mengatasi rasa obsesi yang dialaminya, misalnya mencuci tangan berulang kali karena takut terpapar kuman atau penyakit.

Baca juga: Langkah-Langkah Menghilangkan Pemikiran Obsesif

Tidak ada salahnya untuk segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit sakit terdekat agar kondisi ini dapat diatasi. OCD yang tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan dampak pada hubungan sosial pengidap dengan keluarga terdekat, lingkungan, dan penurunan kualitas hidup.

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Obsessive Compulsive Disorder
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
Web MD. Diakses pada 2020. Obsessive Compulsive Disorder
International OCD Foundation. Diakses pada 2020. How We Forgotten the Children Who Have A Parent with OCD?
Very Well Mind. Diakses pada 2020. How Parental OCD Affect Kids