• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Fenomena Raynaud

Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Fenomena Raynaud

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Fenomena Raynaud

Halodoc, Jakarta - Penyakit yang berhubungan dengan darah sebenarnya bukan cuma menyoal anemia, hipertensi, hemofilia, atau leukemia saja. Pernah mendengar fenomena atau sindrom Raynaud? Sindrom Raynaud terjadi karena berkurangnya aliran darah ke bagian tubuh tertentu, terutama jari tangan atau jari kaki. Penyebab fenomena Raynaud dikarenakan penyempitan pembuluh darah arteri. 

Nah, kondisi ini yang menyebabkan jari tangan atau kaki terlalu sensitif dalam merespons suhu dingin. Alhasil, kulit akan berubah warna menjadi pucat dan membiru. Hal yang perlu diketahui, terkadang sindrom Raynaud juga terjadi di telinga, hidung, bibir, dan lidah. 

Pertanyaannya, apa saja sih yang akan terjadi pada tubuh ketika seseorang mengalami fenomena Raynaud? 

Baca juga: Warna Jari jadi Pucat, Ini 5 Cara Mengobati Fenomena Raynaud


Keluhan yang Muncul Bertahap

Gejala sindrom Raynaud awalnya terjadi pada satu jari tangan atau kaki, lalu menyebar ke jari-jari lainnya. Pada beberapa kasus, fenomena Raynaud ini hanya terjadi di satu atau dua jari saja. Nah, keluhan atau gejala yang bisa dialami pengidapnya, yaitu:

  • Tahap 1. Di tahap ini jari tangan atau jari kaki yang terpapar suhu dingin berubah menjadi pucat akibat berkurangnya aliran darah. 
  • Tahap 2. Jari tangan atau kaki berubah menjadi biru karena kurangnya pasokan oksigen. Di tahap 2, jari-jari tangan akan terasa dingin dan mati rasa.
  • Tahap 3. Gejala di tahap ini berupa jari tangan atau kaki kembali menjadi merah, karena aliran darah mengalir lebih cepat dari normal. Selama tahap 3, jari tangan atau kaki terasa kesemutan, berdenyut, dan bisa saja mengalami pembengkakan. 

Jika kamu mengalami gejala di atas, segeralah temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: 3 Tes untuk Diagnosis Fenomena Raynaud


Bisa Berujung pada Amputasi

Fenomena Raynaud yang dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, ujung-ujungnya bisa menimbulkan masalah baru. Contohnya kerusakan jaringan, gangrene, atau skleroderma. Gangrene ini terjadi saat pembuluh arteri mengalami penyumbatan total dan infeksi. 

Sementara itu, skleroderma merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan penebalan dan pengerasan pada area kulit dan jaringan pendukung. Skleroderma terjadi saat tubuh terlalu banyak memproduksi kolagen. 

Nah, hal perlu digarisbawahi, ada kalanya fenomena Raynaud bisa berujung amputasi. Misalnya, bila gangrene sudah masuk ke dalam tahap serius. Tuh, bikin khawatir, kan? 


Bukan Cuma Masalah Pembuluh Darah

Sampai saat ini, penyebab sindrom Raynaud masih belum diketahui secara pasti. Meski demikian, ada dugaan bahwa penyebab sindrom Raynaud ini karena pembuluh darah di jari kaki dan tangan bereaksi secara berlebihan terhadap suhu dingin atau stres.

Pembuluh darah kecil yang mengalirkan darah ke kulit menyempit atau mengalami vasospasm, sehingga mengurangi sirkulasi darah ke area tersebut. Seiring waktu, pembuluh darah kecil ini dapat menebal sehingga aliran darah semakin terbatas.

Kondisi ini terjadi pada kondisi bersuhu dingin, seperti memasukkan tangan ke air dingin, mengambil barang dari freezer, atau berada di cuaca yang dingin. Pada beberapa orang, stres emosional juga dapat jadi penyebab sindrom Raynaud.

Baca juga: Jari Sensitif pada Suhu Dingin, Apa Sebabnya?

Selain itu, ada juga penyebab sindrom Raynaud lainnya yang berhubungan dengan sindrom Raynaud sekunder, seperti:

  • Skleroderma;
  • Lupus.
  • Rheumatoid arthritis;
  • Sindrom Sjogren;
  • Dermatomyositis;
  • Polymyositis;
  • Faktor keturunan;
  • CTS (carpal tunnel syndrome);
  • Cedera tangan atau kaki;
  • Paparan bahan kimia tertentu, seperti nikotin dan vinil klorida. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kini pemeriksaan kesehatan dengan dokter bisa kamu lakukan tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
NHS Choices UK (2017). Diakses pada 2020. Health A-Z. Raynaud’s. 
Cleveland Clinic (2015). Diakses pada 2020. Health. Raynaud’s Phenomenon. 
Mayo Clinic (2017). Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Raynaud’s Disease.