• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Feokromositoma

Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Feokromositoma

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mendengar mengenai kelenjar adrenal yang terdapat dalam tubuh? Kelenjar adrenal berfungsi untuk memproduksi hormon dalam tubuh. Meskipun ukurannya kecil, kelenjar adrenal menjadi salah satu bagian penting dalam tubuh. Menjalani pola hidup sehat menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan agar kelenjar adrenal selalu sehat. Jika tidak, berbagai gangguan kesehatan dapat dialami, salah satunya adalah feokromositoma.

Baca juga: Benarkah Feokromositoma Terjadi karena Faktor Genetik?

Feokromositoma terjadi ketika terdapat tumor jinak yang muncul pada kelenjar adrenal. Biasanya tumor ini terbentuk pada bagian tengah dan mengganggu kinerja hormon dalam tubuh. Meskipun tumor jinak, tentunya feokromositoma perlu ditangani dengan baik agar tidak merusak organ tubuh lainnya. 

Inilah yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Feokromositoma

Tumor jinak yang menyebabkan feokromositoma muncul pada sel kromafin, yaitu sel yang berada pada bagian tengah kelenjar adrenal. Feokromositoma dapat memengaruhi fungsi kerja dari sel kromafin sehingga dapat mengganggu produksi hormon adrenalin dan juga noradrenalin.

Melansir Web MD, sekitar 30 persen feokromositoma dapat berkembang akibat adanya kelainan genetik yang dapat diturunkan dari orangtua kepada anak, seperti:

  1. Multiple Endocrine Neoplasia Type 2;
  2. Gangguan Von Hippel Lindau;
  3. Neifrofibromatosis 1;
  4. Syndrome Hereditary Paraganglioma.

Feokromositoma dapat menyebabkan gangguan pada produksi hormon yang tingkatkan risiko sebabkan beberapa gangguan pada kesehatan, seperti perubahan detak jantung, tekanan darah, hingga gula darah. Melansir Urology Care Foundation, hampir seluruh pengidap feokromositoma akan mengalami tekanan darah tinggi pada tubuh.

Baca juga: Hati-Hati Feokromositoma Bisa Sebabkan Kerusakan Saraf Mata

Selain itu, ada beberapa hal yang terjadi pada tubuh saat seseorang mengidap feokromositoma. Pengidap akan mengeluarkan keringat yang berlebihan dan disertai dengan sakit kepala yang cukup parah. Penurunan berat badan juga akan dialami oleh pengidap feokromositoma. 

Beberapa tanda ini sebaiknya jangan disepelekan. Segera tanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc dan lakukan pemeriksaan apabila tanda tersebut disertai dengan sembelit, nyeri pada perut dan bagian dada, sesak napas, hingga tubuh alami kejang. Semakin sering kamu mengalami beberapa gejala tersebut, menandakan bahwa tumor pada kelenjar adrenalin semakin membesar.

Lakukan Pemeriksaan untuk Atasi Feokromositoma

Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika mengalami adanya perubahan pada tubuh yang terkait dengan gejala penyakit feokromositoma. Pemeriksaan fisik menjadi cara yang dilakukan untuk memastikan gejala yang dialami. Kemudian, pemeriksaan melalui tes darah dan tes urine akan dilakukan untuk mendeteksi kenaikan kadar hormon dalam tubuh.

Jika hasil menunjukkan adanya feokromositoma, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan dengan menggunakan tes pencitraan untuk mengetahui lokasi dan ukuran tumor yang muncul pada kelenjar adrenal.

Melansir dari Healthline, pengobatan yang paling efektif untuk mengatasi tumor pada kelenjar adrenal dengan melakukan tindakan operasi. Dengan mengangkat tumor tindakan ini dapat mengurangi adanya gangguan hormon sehingga tekanan darah menjadi lebih stabil. Biasanya, operasi pengangkatan tumor akan dilakukan dengan menggunakan teknik laparoskopi.

Baca juga: Alasan Feokromositoma Bisa Memengaruhi Tekanan Darah

Pengobatan yang dilakukan dapat menekan risiko komplikasi yang mungkin dialami oleh pengidap feokromositoma, seperti tekanan darah tinggi. Selain itu, kerusakan organ tubuh lainnya juga rentan dialami pengidap feokromositoma yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan, seperti gagal ginjal, stroke, penyakit jantung, kerusakan saraf mata, hingga gangguan pernapasan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Pheochromocytoma
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pheochromocytoma
Urology Care Foundation. Diakses pada 2020. Pheochromocytoma
Web MD. Diakses pada 2020. Pheochromocytoma