• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Penyakit Chikungunya

Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Penyakit Chikungunya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Gigitan nyamuk harus diwaspadai, sebab hal ini bisa menjadi penyebab terjadinya penyakit chikungunya. Penyakit ini ditandai dengan muncul gejala berupa nyeri pada sendi dan disertai demam. Chikungunya disebabkan oleh infeksi virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus.

Nyamuk yang membawa virus penyebab penyakit ini sama dengan nyamuk yang menularkan demam berdarah. Namun, keduanya adalah jenis penyakit yang berbeda. Lantas, apa yang terjadi pada tubuh saat mengalami penyakit chikungunya? 

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Chikungunya Berbahaya 

Perubahan saat Chikungunya Menyerang 

Chikungunya ditandai dengan gejala muncul nyeri pada sendi yang disertai dengan demam mencapai 38 derajat celsius atau lebih. Umumnya, perubahan dan gejala dari penyakit ini baru akan muncul setelah 5 hari gigitan nyamuk terjadi. Namun, pada beberapa kasus gejala penyakit chikungunya bisa segera muncul setelah nyamuk menularkan virus. 

Gejala awal yang biasanya muncul adalah demam yang terjadi secara tiba-tiba disertai nyeri pada sendi. Pada beberapa kasus, kelemahan otot dan sendi juga bisa terjadi, bahkan menyebabkan kelumpuhan sementara pada pengidap chikungunya. Kelumpuhan sementara berarti bahwa pengidap penyakit ini akan kesulitan untuk menggerakkan tubuh dan mengalami rasa nyeri yang bisa bertahan hingga berminggu-minggu. 

Baca juga: Cegah Chikungunya, Lakukan 2 Hal Ini

Setelah itu, gejala penyakit lain juga akan mulai muncul sebagai tanda chikungunya. Pengidap penyakit ini mungkin akan mengalami nyeri otot, menggigil karena kedinginan, sakit kepala yang tak tertahankan, ruam atau bintik merah di sekujur tubuh, serta rasa lelah yang terasa sangat menyiksa. Penyakit chikungunya juga bisa menyebabkan pengidapnya mengalami gejala mual dan muntah.

Kondisi ini sebaiknya segera ditangani agar tidak menyebabkan komplikasi. Sebagai pertolongan pertama, kamu bisa coba membicarakan seputar gejala penyakit yang muncul pada dokter di aplikasi Halodoc. Sampaikan keluhan yang dialami melalui Video/Voice Call dan Chat. Jika dibutuhkan, kamu mungkin akan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit. 

Meski jarang, chikungunya yang tidak ditangani bisa menimbulkan komplikasi, salah satunya gangguan pada saraf. Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat jika muncul gejala penyakit chikungunya yang semakin memburuk. Gigitan nyamuk dan penularan virus bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada 3 faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit chikungunya. Risiko penyakit ini meningkat pada bayi baru lahir, orang yang sudah lanjut usia alias lansia di atas 65 tahun, serta orang yang memiliki riwayat penyakit seperti diabetes dan hipertensi. 

Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan karena nyamuk penyebab penyakit bisa berada di mana saja dan menyerang kapan saja. Selalu menjaga kesehatan tubuh dan menerapkan gaya hidup sehat bisa menjadi cara terbaik untuk menghindari risiko penyakit chikungunya. 

Baca juga: Ini Perbedaan Demam Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang Perlu Diwaspadai

Penuhi juga asupan cairan tubuh dengan mengonsumsi setidaknya 8 gelas air putih sehari atau setara dua liter air. Hal ini sangat penting untuk menghindari dehidrasi alias kekurangan cairan dalam tubuh yang bisa memperparah sakit yang dialami. Untuk meredakan demam, coba kompres kening dengan kain lembap dan ganti baju setelahnya agar tidak menggigil. 

Referensi
WebMD. Diakses pada 2020. What is Chikungunya? 
WHO. Diakses pada 2020. Chikungunya. 
Patient. Diakses pada 2020. Chikungunya Fever.