• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Mengalami Sindrom Metabolik

Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Mengalami Sindrom Metabolik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Sindrom metabolik merupakan istilah yang dipakai saat peningkatan tekanan darah, kadar gula darah, lemak, serta kolesterol dalam tubuh yang terjadi secara bersamaan. Sindrom ini akan memicu pengidapnya mengalami penyakit jantung, stroke, juga diabetes. Kondisi ini tidak menular, dan dapat diatasi dengan perubahan pola hidup menjadi lebih sehat. Berikut ini sejumlah gejala sindrom metabolik yang perlu kamu waspadai.

Baca juga: Konsumsi MSG Tingkatkan Risiko Sindrom Metabolik

Ini Gejala Sindrom Metabolik yang Terjadi pada Tubuh

Sindrom metabolik merupakan kondisi yang umum dialami oleh lansia. Adanya peningkatan tekanan darah, kadar gula darah, lemak, serta kolesterol dalam tubuh yang terjadi secara bersamaan membuat penyakit ini sulit untuk didiagnosis. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti tes darah dan cek tekanan darah secara teratur guna memastikan jika kondisi yang dialami adalah sindrom metabolik. Berikut ini beberapa gejala sindrom metabolik yang terjadi pada tubuh:

  • Sakit kepala;
  • Pegal-pegal;
  • Sesak napas;
  • Perut buncit;
  • Sering merasa haus;
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil;
  • Tubuh mudah lelah.

Sindrom ini adalah sekumpulan gejala beberapa penyakit, dan tidak dapat didiagnosis tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Untuk itu, segera periksakan diri di rumah sakit terdekat saat kamu memiliki riwayat tekanan darah tinggi (hipertensi), atau mengalami sejumlah gejala diabetes, seperti sering haus, sering buang air kecil, penglihatan kabur, dan peningkatan nafsu makan.

Baca juga: Gangguan Metabolik pada Anak, Ketahui 4 Hal Ini

Sindrom Metabolik, Penyebab dan Faktor Pemicu yang Mendasari

Sindrom metabolik merupakan kondisi yang dipicu oleh minimnya aktivitas fisik yang dilakukan serta kelebihan bobot tubuh. Penyakit ini juga berhubungan dengan resistensi insulin, di mana sel tubuh mengabaikan atau menolak sinyal dari hormon insulin. Akibatnya, tubuh tidak memberikan respons yang seharusnya terhadap hormon ini.

Normalnya, sistem pencernaan akan memecah makanan menjadi gula (glukosa). Nah, insulin sendiri adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas dan berperan membantu gula agar diserap dengan baik oleh sel-sel dalam tubuh sebagai cadangan energi. Sel-sel seorang pengidap resistensi insulin tidak dapat merespon secara normal, sehingga glukosa tidak dapat diserap dengan mudah. Lantas, apa yang menjadi faktor pemicunya?

  • Sindrom metabolik merupakan kondisi yang sering terjadi pada seseorang di atas 60 tahun.
  • Sindrom metabolik rentan dialami oleh para pengidap penyakit jantung, penyakit perlemakan hati non alkoholik, atau sindrom ovarium polikistik (PCOS).
  • Sindrom metabolik rentan dialami oleh para pengidap diabetes. Risiko kian meningkat jika kamu mengalami diabetes selama masa kehamilan atau memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2 atau kencing manis.

Baca juga: Benarkah Perempuan Cenderung Alami Gangguan Metabolik?

Hal yang perlu diperhatikan adalah, tidak memiliki sejumlah faktor risiko atau gejala sindrom metabolik tersebut bukan berarti kamu tidak mengalami kondisi ini. Seperti pada penjelasan sebelumnya, sejumlah pemeriksaan lebih lanjut dibutuhkan guna memastikan apakah kondisi yang kamu alami benar-benar akibat dari sindrom metabolik. Sebagai langkah antisipasi, pastikan untuk menjalani pola hidup sehat untuk mencegah datangnya penyakit ini, ya!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Metabolic syndrome.
Medline Plus. Diakses pada 2020. Metabolic syndrome