• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Halusinasi Jadi Gejala Awal Gangguan Identitas Disosiatif

Halusinasi Jadi Gejala Awal Gangguan Identitas Disosiatif

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Ada banyak jenis gangguan mental yang bisa terjadi, salah satunya adalah kepribadian ganda alias gangguan identitas disosiatif. Pada kondisi ini, pengidapnya tumbuh dengan memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Tak jarang, kepribadian yang ditunjukkan oleh pengidap gangguan ini akan sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya. 

Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah kejadian traumatis yang dialami pada masa kecil, dan trauma akibat orangtua atau kesalahan pada pola asuh menjadi salah satu penyebabnya. Meski begitu, kondisi ini tidak bisa sembarangan didiagnosis. Kepribadian ganda atau gangguan identitas disosiatif tidak bisa disamakan dengan melamun atau daydreaming. Biar lebih jelas, simak pembahasan seputar penyakit ini dalam artikel berikut! 

Baca juga: 5 Kasus Kepribadian Ganda Paling Terkenal di Dunia

Mengenal Gejala Gangguan Identitas Disosiatif

Sebagian besar orang mungkin pernah mengalami kondisi terbawa suasana alias disosiasi. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah daydreaming yang biasanya muncul saat sedang melamun atau di tengah-tengah aktivitas tertentu. Namun, biasanya orang tersebut tetap akan membatasi dan sadar mana yang hanya lamunan dan mana kehidupan nyata. 

Ada kondisi yang lebih parah dari disosiasi, yaitu gangguan identitas disosiatif. Kondisi ini menyebabkan seseorang kehilangan kontrol atas pikiran, memori, perasaan, perbuatan, hingga kesadaran atas identitasnya. Hal itu yang kemudian dikenali sebagai tanda kepribadian ganda atau lebih dari satu. Ada beberapa gejala yang bisa muncul, salah satunya sering berhalusinasi. 

Gejala-gejala gangguan identitas disosiatif alias kepribadian ganda yang bisa dikenali, di antaranya: 

  • Halusinasi dan Tanda Depresi 

Orang yang mengidap gangguan ini umumnya akan menunjukkan gejala depresi, termasuk halusinasi baik audio maupun visual. Selain itu, gangguan identitas disosiatif juga menyebabkan muncul rasa cemas yang berlebihan, sering merasa bersalah, dan menjadi lebih agresif. 

  • Lebih dari Satu Kepribadian 

Orang yang mengidap gangguan ini memiliki gejala khas, yaitu munculnya dua atau lebih kepribadian dalam satu tubuh. Kepribadian yang ditunjukkan bisa berbeda-beda dan secara bergiliran mengambil alih atau kendali atas diri pengidapnya. 

Baca juga: 5 Tanda-Tanda Gangguan Jiwa yang Sering Tak Disadari

  • Perubahan Mood

Kepribadian ganda pada seseorang juga bisa ditandai dengan perubahan mood yang sering terjadi secara tiba-tiba alias mood swing. Selain itu, kondisi ini juga ditandai dengan muncul serangan panik, fobia, gangguan makan, sakit kepala berlebihan, insomnia, gangguan berjalan sambil tidur, serta disfungsi ereksi.

  • Gangguan Memori 

Pengidap kepribadian ganda juga bisa mengalami gangguan pada ingatan atau memori. Umumnya, gangguan terjadi pada ingatan saat ini atau masa lampau, orang-orang yang terlibat, tempat, hingga ingatan terhadap waktu. Hal itu bisa saja terjadi karena masing-masing kepribadian pada orang tersebut memiliki ingatan yang berbeda-beda. 

  • Muncul karena Hal Tertentu 

Umumnya, ada hal tertentu yang bisa menjadi pemicu munculnya kepribadian tertentu pada pengidap gangguan identitas disosiatif. Ketika salah satu kepribadian mengambil alih, maka kepribadian tersebut akan menjadi dominan. Pada tahap itu juga biasanya kepribadian yang muncul akan mengabaikan kepribadian yang lain atau bahkan mengalami konflik tersendiri. 

Baca juga: Apakah Olahraga Dapat Meminimalisir Gangguan Kepribadian?

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Dissociative Identity Disorder (Multiple Personality Disorder). 
American Association for Marriage and Family Therapy. Diakses pada 2020. Dissociative Identity Disorder. 
Psychology Today. Diakses pada 2020. Dissociative Identity Disorder (Multiple Personality Disorder).