• Home
  • /
  • Hamil Anak Laki-Laki, Adakah Ciri-Cirinya?

Hamil Anak Laki-Laki, Adakah Ciri-Cirinya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hamil Anak Laki-Laki, Adakah Ciri-Cirinya?

Halodoc, Jakarta - Hamil anak laki-laki atau perempuan? Sebenarnya, mau laki-laki atau perempuan, kehamilan menjadi anugerah yang berharga. Namun, seringnya, ada keinginan tersendiri terkait dengan jenis kelamin sang buah hati. Beberapa ingin anak perempuan, ada pula yang ingin anak laki-laki. Hal ini yang kemudian melahirkan spekulasi atau dugaan terkait kehamilan. 

Beberapa masyarakat percaya adanya ciri tertentu ketika hamil yang menunjukkan jenis kelamin sang janin. Sebenarnya, tidak sedikit informasi tersebut hanya mitos, tetapi sudah menjadi tradisi turun-temurun untuk menduga-duga, maka hingga kini informasi tersebut masih menjadi acuan. 

Apa yang Menentukan Jenis Kelamin Janin?

Jenis kelamin janin ditentukan oleh susunan kromosom pada saat terjadi pembuahan, ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Embrio atau janin menerima 23 kromosom dari masing-masing orangtua, satu pasang terdiri dari kromosom seks yang menentukan jenis kelamin janin. Apabila janin memiliki dua kromosom X, maka jenis kelaminnya perempuan. Sementara jika punya satu kromosom X dan satu Y, maka jenis kelaminnya laki-laki. 

Baca juga: Tanda-tanda Hamil Anak Laki-Laki Ini Cuma Mitos

Pembentukan jenis kelamin terjadi ketika usia kehamilan sebelas minggu, dan kondisi ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Namun, ibu masih belum bisa melihatnya dengan jelas atau mengetahuinya hingga beberapa minggu berikutnya melalui USG. Seiring dengan perkembangan jenis kelamin, faktor lainnya seperti warna mata, warna rambut, dan kecerdasan turut terbentuk. Namun, sayangnya, meski telah ada penjelasan ilmiah ini, adanya dugaan dan prediksi jenis kelamin tidak serta-merta hilang. 

Lalu, Adakah Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki?

Banyak informasi yang beredar, ada ciri tertentu yang ibu alami yang mengarah pada jenis kelamin janin. Namun, sebenarnya informasi ini tidak harus langsung dipercaya, karena sudah pasti belum tentu bisa dibuktikan kebenarannya, meski beberapa hal mungkin terjadi secara kebetulan dan menjadi benar serta dipercaya secara turun-temurun kemudian. 

Baca juga: Tanda-Tanda Kehamilan yang Bukan Berdasarkan Mitos

Beberapa mitos tentang ciri-ciri hamil anak laki-laki yang hingga kini masih dipercaya, yaitu:

  • Detak jantung, ketika jantung janin memiliki detak di bawah 140 kali per menit, ada indikasi kehamilan anak laki-laki. 

  • Keinginan untuk makan sesuatu alias ngidam makanan dengan rasa asin atau gurih.

  • Warna urine yang lebih pekat, meski sebenarnya warna urine akan mengalami perubahan selama ibu hamil, entah itu bayi laki-laki atau perempuan. 

  • Ukuran payudara, yang menunjukkan bahwa payudara sebelah kanan berukuran lebih besar dibandingkan dengan payudara kiri. 

  • Posisi janin yang seperti berada di bawah.

  • Perubahan suasana hati. Katanya, hamil bayi laki-laki tidak membuat ibu mengalami perubahan suasana hati yang signifikan dibandingkan dengan hamil anak perempuan. 

Jangan lagi menerka, karena sebenarnya jenis kelamin janin akan terlihat ketika usia kandungan sekitar 16 sampai 20 minggu. Ibu juga bisa melihatnya langsung melalui pemeriksaan USG secara rutin. Namun, jika ibu ingin mengetahui jenis kelamin sang buah hati lebih cepat, ibu bisa melakukan pemeriksaan darah untuk sel DNA atau melakukan pemeriksaan genetik lainnya, misalnya chorionic villi sampling atau CVS.

Baca juga: 5 Tanda Positif Hamil yang Perlu Diketahui

Paling penting, jangan sampai ibu tidak melakukan pemeriksaan rutin, karena selain mengetahui jenis kelamin janin, pemeriksaan rutin juga bisa mendeteksi dini jika ada kelainan pada janin. Sekarang membuat janji dengan dokter sudah tidak lagi sulit, karena ibu bisa pakai aplikasi Halodoc

Referensi: 
Healthline Parenthood. Diakses pada 2020. Myths vs, Facts: Signs You’re Having a Baby Boy.
Mom Junction. Diakses pada 2020. Symptoms of Baby Boy During Pregnancy: Are They Reliable?
WebMD. Diakses pada 2020. Deciding Baby’s Sex.