Hamil di Usia Tua Rentan Alami Eklampsia?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Hamil di Usia Tua Rentan Alami Eklampsia?

Halodoc, Jakarta – Eklampsia merupakan kondisi serius pada ibu hamil, yang ditandai dengan gejala kejang. Kondisi ini umumnya muncul karena preeklampsia atau bisa dibilang eklampsia adalah preeklampsia yang disertai kejang. Benarkah eklampsia terjadi karena hamil tua?

Ya, meski penyebab pasti eklampsia belum diketahui pasti, risiko terjadinya kondisi ini dapat meningkat jika kehamilan terjadi di usia tua, atau lebih dari 40 tahun. Risiko eklampsia juga dapat meningkat karena beberapa faktor lain, seperti:

  • Hamil pada usia remaja.

  • Memiliki riwayat preeklamsia atau eklamsia pada kehamilan sebelumnya.

  • Obesitas.

  • Mengalami hipertensi sebelum menjalani kehamilan.

  • Menjalani kehamilan yang dilakukan melalui donor sel telur atau inseminasi buatan.

  • Mengalami kehamilan berganda.

  • Mengalami anemia sel sabit.

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Preeklamsia dalam Kehamilan bisa Terulang

Apa Saja Gejala Eklampsia?

Kemunculan eklampsia pada ibu hamil biasanya didahului dengan preeklampsia. Kondisi ini dapat diketahui pada waktu pemeriksaan dengan gejala-gejala, seperti:

  • Hipertensi. Preeklampsia sering terjadi akibat tekanan darah tinggi yang dapat merusak pembuluh darah, baik arteri, vena, maupun kapiler. Kerusakan pembuluh darah arteri dapat menyebabkan aliran darah terganggu, sehingga kinerja otak terganggu dan pertumbuhan bayi terhambat.

  • Proteinuria. Merupakan kondisi ketika terdapat protein di dalam urine, yang disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal. Kondisi ini dapat muncul jika glomerulus, yaitu bagian ginjal yang berfungsi menyaring darah, mengalami kerusakan sehingga protein dapat lolos dari penyaringan. Ditemukannya protein dalam urine merupakan gejala klinis yang penting dalam mendiagnosis preeklampsia pada ibu hamil, meskipun tidak menunjukkan gejala.

Jika preeklamsia sudah masuk tahapan berat, gejala-gejala yang dapat muncul pada ibu hamil dapat berupa:

  • Pusing.

  • Sakit kepala.

  • Mual.

  • Muntah.

  • Nyeri perut.

  • Gangguan penglihatan.

  • Perubahan refleks badan.

  • Gangguan kondisi mental.

  • Adanya cairan dalam paru-paru (pulmonari edema).

Baca juga: Ibu Hamil Alami Kejang, Apa Sebabnya?

Jika preeklampsia berat pada ibu hamil sudah disertai kejang, kondisi ini disebut dengan eklampsia. Namun sebelum kejang terjadi, biasanya terdapat gejala gangguan saraf, seperti sakit kepala dan menurunnya penglihatan menurun. Tanpa berlanjut ke eklampsia, gejala preeklamsia umumnya akan hilang sekitar 1–6 minggu setelah persalinan.

Oleh karena itu, jika ibu hamil mengalami berbagai gejala preeklampsia yang telah dijabarkan tadi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit, agar diagnosis dan penanganan dapat segera dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca juga: 5 Cara Cegah Preeklampsia Usai Persalinan

Bahaya yang Dapat Terjadi Akibat Eklampsia

Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, eklampsia pada ibu hamil dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk kematian ibu dan janin. Beberapa komplikasi lainnya yang dapat terjadi setelah persalinan dan pengobatan eklampsia, adalah:

  • Kerusakan sistem saraf pusat dan perdarahan intrakranial akibat kejang yang muncul berulang. Gejala lain dari kerusakan sistem saraf pusat adalah kebutaan kortikal, akibat kerusakan pada korteks oksipital otak.

  • Gagal ginjal akut dan gangguan ginjal lainnya.

  • Gangguan kehamilan dan janin.

  • Gangguan dan kerusakan hati (sindrom HELLP).

  • Gangguan sistem peredaran darah, seperti koagulasi intravena terdiseminasi (DIC).

  • Penyakit jantung koroner dan stroke.

  • Kemunculan kembali preeklamsia dan eklamsia pada kehamilan berikutnya.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2019. Eclampsia.

MedicineNet. Diakses pada 2019. Pregnancy: Preeclampsia and Eclampsia.