17 April 2019

Hamil Trimester Awal, Ini Aturan Aman Berpuasa

Hamil Trimester Awal, Ini Aturan Aman Berpuasa

Halodoc, Jakarta – Puasa Ramadan hanya datang setahun sekali, untuk itu banyak orang menantikan momen berpuasa ini. Sayangnya, ada beberapa kondisi yang membuat sebagian orang ragu menjalani puasa. Salah satunya kehamilan trimester awal yang sering ditandai dengan morning sickness. Lantas, bagaimana aturan aman berpuasa bagi ibu hamil trimester pertama? Ini jawabannya.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Tetap Berpuasa?

Bolehkah Ibu Hamil Trimester Awal Berpuasa?

Ada kekhawatiran jika puasa pada trimester awal kehamilan berpotensi mengganggu tumbuh kembang janin. Kekhawatiran ini sebenarnya beralasan. Pasalnya sebuah studi dari Universitas Columbia, Amerika Serikat menyebutkan ibu yang berpuasa dalam jangka panjang cenderung berukuran lebih kecil dibandingkan yang tidak puasa. Kok bisa?

Ibu hamil pada trimester awal rentan mengalami morning sickness. Gejalanya berupa mual, muntah, lemas, dan pusing. Kondisi ini muncul sebagai bentuk adaptasi tubuh ibu hamil pada awal kehamilan. Nah, mual dan muntah berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi. Itu mengapa ibu hamil trimester awal tidak diwajibkan berpuasa.

Ibu hamil baru boleh berpuasa jika mendapatkan persetujuan dokter dan memenuhi persyaratan berikut:

1. Penuhi Kecukupan Gizi Harian

Terutama asam folat, protein, vitamin A, kalsium, vitamin D, dan zat besi. Nutrisi tersebut membantu proses tumbuh kembang janin pada awal kehamilan. Jika ibu masih ragu, tanya dokter kandungan tentang aturan makan ketika berpuasa.

Pasalnya saat puasa, pola makan terbagi ke dalam tiga waktu, yakni sahur, berbuka, dan makan malam. Beberapa makanan yang baik untuk perkembangan janin meliputi kurma, bayam, salmon, brokoli, kangkung, dan ayam.

Baca Juga: Puasa Sehat bagi Ibu Hamil dan Menyusui

2. Istirahat Cukup

Tubuh cenderung mudah lelah saat hamil, apalagi ditambah aktivitas berpuasa. Maka itu, ibu dianjurkan beristirahat jika merasa kelelahan demi kelancaran berpuasa dan kesehatan janin. Jika ibu hamil bekerja, hentikan sejenak aktivitas yang dilakukan untuk sekadar duduk atau bersandar selama beberapa menit.

3. Perhatikan Kenaikan Berat Badan

Apabila selama puasa berat badan menurun, segera bicara pada dokter kandungan. Penurunan berat badan berisiko meningkatkan kelainan pada janin.

4. Periksa Kehamilan Secara Rutin

Pemeriksaan kehamilan dilakukan untuk memantau perkembangan janin dan mendeteksi kelainan kehamilan. Pada trimester awal kehamilan, pemeriksaan USG bisa dilakukan setidaknya satu kali. Pemeriksaan kehamilan bisa dilakukan lebih cepat jika muncul gejala fisik yang mengganggu. Misalnya mual, muntah, dehidrasi, dan sakit kepala.

Baca Juga: Tips Memenuhi Nutrisi Saat Berpuasa bagi Ibu Hamil

Itulah aturan aman berpuasa bagi ibu hamil trimester pertama. Penting diingat bahwa ibu hamil tidak diwajibkan berpuasa, sehingga jangan memaksakan diri jika memang tidak kuat berpuasa. Pasalnya puasa yang dipaksakan pada trimester awal kehamilan berpotensi membahayakan kondisi ibu dan janin.

Kalau ibu punya keluhan kehamilan saat berpuasa, jangan ragu berbicara pada dokter Halodoc. Ibu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!