• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hanya Konsumsi ASI, Ini Alasan Bayi Susah BAB

Hanya Konsumsi ASI, Ini Alasan Bayi Susah BAB

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Hanya Konsumsi ASI, Ini Alasan Bayi Susah BAB

Halodoc, Jakarta – Saat bayi tiba-tiba mengalami susah buang air besar (BAB), orangtua mungkin akan merasa khawatir. Ibu mungkin akan berpikir bahwa susah BAB pada bayi terjadi karena Si Kecil hanya konsumsi air susu ibu (ASI). Lantas, benarkah bayi yang hanya konsumsi ASI cenderung lebih sulit BAB? Apa alasannya? 

Tidak dapat dimungkiri, frekuensi dan pola BAB pada bayi bisa menjadi salah satu indikator kesehatan. Maka dari itu, sangat penting bagi orangtua untuk selalu memantau dan memperhatikan perubahan yang terjadi, termasuk pada warna atau tekstur tinja, serta frekuensi BAB dalam 1 minggu. Bayi yang jarang BAB, terutama saat hanya konsumsi ASI, sebenarnya adalah hal yang normal. Berikut penjelasannya! 

Baca juga: Bayi Susah BAB, Ini Cara Mengatasinya

Gejala Susah BAB pada Bayi ASI

Susah BAB pada bayi yang hanya mengonsumsi ASI sebenarnya tergolong normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Bukan tanpa alasan, hal itu terjadi karena komposisi ASI yang masuk ke dalam tubuh akan dibagi. Tubuh bayi akan memanfaatkan kandungan dari ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Nah, sisa dari pembagian itulah yang nantinya akan dikeluarkan dari tubuh melalui BAB. 

Karena hampir semua zat dalam ASI digunakan, jumlah yang dikeluarkan dalam bentuk feses atau BAB cenderung sedikit. Itulah yang menjadi alasan bayi ASI jarang atau susah BAB. Bayi umumnya akan mengeluarkan tinja beberapa kali dalam seminggu, tapi tidak ada patokan khusus. Namun, frekuensi buang air besar pada bayi ASI biasanya akan berbeda dengan bayi yang diberi susu formula. Bayi yang mengonsumsi susu tambahan berupa susu formula biasanya akan lebih sering BAB. 

Baca juga: Ibu Harus Tahu, Ini Cara yang Tepat Atasi Sembelit pada Bayi

Meski kondisi ini sebenarnya adalah hal normal, susah buang air besar pada bayi juga tidak boleh dianggap sepele. Sebab, kondisi ini bisa saja menjadi gejala dari gangguan kesehatan, misalnya konstipasi pada bayi. Sebenarnya, konstipasi jarang terjadi pada bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif, tapi bukan berarti tidak mungkin. Bayi juga rentan mengalami konstipasi saat sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI).

Ada beberapa gejala yang bisa menjadi tanda bayi mengalami konstipasi, di antaranya: 

  • Jarang buang air besar, yaitu kurang dari 2 kali dalam satu minggu.
  • Kesulitan dan merasa tidak nyaman saat buang air besar. 
  • Tinja susah keluar, hal ini umumnya terjadi karena feses keras dan kering. 
  • Perut bayi menjadi lebih keras saat disentuh. 
  • Bayi tidak memiliki keinginan untuk menyusu atau menolak diberi ASI. 

Jarang buang air besar pada bayi ASI sebenarnya normal. Namun, hal ini sebaiknya tidak disepelekan begitu saja. Waspadai jika susah buang air besar berlangsung dalam waktu yang lama, membuat bayi rewel, hingga memengaruhi berat badannya. Jika kondisi ini terus berlanjut dan gejala semakin buruk, sebaiknya ibu segera bawa ke rumah sakit. 

Jika ragu, ibu juga bisa mencari tahu seputar susah buang besar pada bayi ASI dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips mengatasi susah BAB pada bayi. Download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play! 

Baca juga: Bayi Susah BAB, Waspada Alami 4 Gangguan Kesehatan Ini

Sebagai pertolongan pertama dan untuk membuat Si Kecil merasa nyaman, ibu bisa coba memberi pijatan lembut pada area perutnya. Selain itu, memandikan anak dengan air hangat juga bisa memberi rasa nyaman pada bayi yang susah BAB. Jika bayi sudah mulai mengonsumsi MPASI, ibu bisa mencoba untuk mencampurkan makanan yang kaya serat ke dalam makanan anak, seperti buah dan sayur-sayuran. 

Referensi:
Parents. Diakses pada 2020. Is It Normal for My Breastfed Baby Not to Poop for Days?
Baby Center. Diakses pada 2020. How Many Times a Day Does a Breastfed Baby Normally Poop?
Baby Center. Diakses pada 2020. Baby Poop Guide.