Harus Tahu, 4 Fakta Penting Tentang Blighted Ovum

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Harus Tahu, 4 Fakta Penting Tentang Blighted Ovum

Halodoc, Jakarta - Blighted ovum adalah sebuah kondisi kehamilan yang terjadi, tetapi tidak terbentuk menjadi embrio. Kondisi ini juga dikenal sebagai kehamilan yang terjadi tanpa adanya janin di dalam kandungan. Dengan kata lain, kondisi ini disebut sebagai janin yang gagal berkembang. Keadaan ini terjadi karena telur yang dibuahi telah menempel di dinding uterus, tetapi embrio yang seharusnya mengalami pembuahan tidak berkembang.

Blighted ovum umumnya disebabkan oleh tingkat kelainan kromosom yang tinggi, sehingga menyebabkan tubuh wanita tersebut mengalami keguguran alami dan janin pun gagal berkembang. Gejala-gejala kehamilan tetap dapat terjadi pada seseorang yang mengidapnya. Bahkan, plasenta yang berada di dalam tubuh tetap dapat tumbuh walau tanpa adanya janin di dalamnya.

Punya Tanda-Tanda Hamil, Blighted Ovum Perlu Tindakan Medis

Seorang wanita yang mengidap blighted ovum akan tetap menunjukkan hasil positif pada test pack. Hal tersebut terjadi karena plasenta telah berkembang dan menghasilkan hormon hCG. Meski begitu, hormon tersebut akan sedikit demi sedikit berkurang lalu muncul gejala keguguran, seperti perut terasa kram dan keluar darah melalui Miss V.

Di Indonesia, kondisi ini sering dihubungkan dengan kejadian gaib. Padahal, kasus ini umum terjadi dan dapat dijelaskan dengan ilmu kedokteran. Pada saat blighted ovum terjadi, gejala-gejala kehamilan memang tetap terjadi. Maka dari itu, harapan dari orang-orang terdekat menjadi tinggi sehingga menghubung-hubungkan dengan hal yang tidak masuk akal.

Sebelum Hamil, Ketahui Penyebab Blighted Ovum

Supaya tidak keliru, sebaiknya ketahui terlebih dahulu fakta tentang blighted ovum. Beberapa fakta penting yang dimaksud adalah:

  1. Blighted Ovum Adalah Salah Satu Pemicu Keguguran

Blighted ovum adalah salah satu pemicu keguguran yang terjadi. Hampir 50 persen kasus terjadi pada trimester pertama. Hal ini terjadi bukan karena kelalaian sang ibu atau hal lainnya, melainkan terjadi sebelum sang ibu menyadari bahwa dirinya mengalami gejala kehamilan karena sel telur atau sperma yang kurang baik, kelainan kromosom, atau pembelahan sel yang tidak normal.

4 Jenis Makanan Sehat untuk Cegah Blighted Ovum

  1. Blighted Ovum Hanya Dapat Diketahui Melalui USG

Blighted ovum dapat diketahui pada trimester pertama dan hanya melalui USG. Kehamilan dengan kondisi ini tetap menimbulkan gejala-gejala kehamilan, seolah-olah memang mengalami kehamilan. Ketika usia kehamilan memasuki usia 6 hingga 8 minggu, dan USG pun dilakukan, barulah dapat diketahui jika kehamilan yang terjadi mengalami kondisi ini atau janin gagal berkembang.

  1. Blighted Ovum Hanya Terjadi Satu Kali

Kondisi ini terjadi pada wanita hanya sekali seumur hidup, dan sangat jarang ditemukan seseorang yang hamil mengalami janin gagal berkembang hingga berkali-kali. Apabila terjadi lebih dari sekali pada seseorang, pasangan tersebut harus melakukan pemeriksaan intensif agar hal tersebut tidak terjadi lagi. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kelainan genetik pada salah satu dari pasangan tersebut.

  1. Kehamilan yang Sehat Sangat Mungkin Terjadi

Seseorang yang pernah mengalami blighted ovum sangat mungkin untuk mengalami kehamilan yang sehat. Jadi, bagi seseorang yang pernah mengalami blighted ovum, harus selalu optimis untuk mencoba hamil kembali. Walaupun kondisi ini memang bisa membuat semangat menurun, jangan patah semangat untuk selalu mencoba. Sangat terbuka kemungkinan untuk mengalami kehamilan yang sesungguhnya pasca mengalami blighted ovum.

Itulah 4 fakta penting tentang Blighted ovum yang mungkin terjadi. Jika kamu mempunyai pertanyaan mengenainya atau persoalan kehamilan lainnya, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter dapat dilakukan dengan mudah melalui Chat atau Voice/Video Call. Jangan lupa untuk download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!