• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Harus Tahu, Beda Usia Beda Pula Jenis Olahraganya

Harus Tahu, Beda Usia Beda Pula Jenis Olahraganya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta – Enggak bisa dimungkiri, kalau olahraga amat istimewa manfaatnya bagi tubuh. Selain pola makanan bergizi dan istirahat yang cukup, olahraga juga menjadi cara terampuh untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Namun, olahraga juga menyimpan risiko bagi kesehatan bila enggak dilakukan secara tepat, lho. Milsanya, cedera akibat tidak pemanasan atau salah memilih jenis olahraga. Makanya, kamu harus tahu suatu jenis olahraga belum pasti cocok untuk suatu kelompok tertentu. Contoh sederhananya, olahraga yang bersifat bergerak cepat lalu berhenti (stop and go), tentu enggak cocok sebagai olahraga untuk manula.

Agar olahraga enggak membawa petaka, kamu perlu cermat memilih jenis olahraga yang tepat. Faktor usia adalah salah satu kunci penting dalam menentukan pilihan. Misalnya, dilihat dari fungsi jantung. Pendek kata, kamu harus tahu jenis olahraga yang memberikan stimulasi positif bagi jantung, dan mana yang negatif. Pasalnya, stimulasi negatif ini bisa membuat kondisi jantung justru menurun dari waktu ke waktu.

Berikut karakteristik usia dan pilihan olahraga menurut ahli dalam buku Mitos dan Fakta – Olahraga & Yoga:

  1. Usia 20-an

Masa ini sering dikatakan sebagai puncak metabolisme manusia. Di usia ini, seluruh fungsi tubuh bekerja dalam kapasitas optimalnya. Pada usia ini, atlet-altet profesional yang menekuni olahraga dengan kadar stop and go yang tinggi, mencapai puncak kariernya. Lalu, latihan apa yang tepat untuk kelompok usia ini?

Beruntunglah kamu yang masih berada dalam kelompok usia ini. Jika enggak memiliki masalah medis, alias sehat dan fit, olahraga apapun tak bermasalah. Baik olahraga high impact, low impcat, maupun yang bersifat kompetitif sekalipun. Kamu bisa memilih jenis olahraga yang kamu sukai dan berlatihlah sebaik mungkin agar terhindar dari inefisiensi  saat berolahraga. Sesekali kamu bisa mencoba melatih kelenturan otot dan sendi, tentunya tanpa melupakan pemanasan dan pendinginan pascaolahraga.

  1. Usia 30-an

Meski dalam hidup kelompok ini masuk ke dalam usia produkif, tapi usia 30-an paling rentan terhadap bahaya olahraga. Kok bisa? Alasannya, banyak orang di usia ini menganggap kalau tubuh mereka masih bugar layaknya di usia 20-an. Kenyataannya fungsi dan organ tubuh sudah banyak yang mengalami perubahan. Contohnya, di usia ini bantalan antar ruas tulang punggung menunjukkan gejala penipisan. Inilah salah satu pemicu mudahnya terjadi cedera.

Oleh sebab itu, kamu perlu selektif memilih jenis olahraga. Kelompok usia ini sebenarnya masih bisa menekuni olahraga yang bersifat kompetitif, tapi lagi-lagi harus ingat kapasitas tubuh dan durasi waktu olahraga. Akan lebih baik bila kamu memilih jenis olahraga yang bisa meningkatkan fungsi dan kebugaran kardiovaskular. Misalnya, bersepeda, berlari, atau berenang.

Selain kardiovaskular, kamu juga bisa memilih jenis olahraga yang bisa membuat otot dan tulang jadi lebih bugar. Contohnya, yoga, pilates, atau tai chi. Jangan sungkan mencobanya, ketiga olahraga di atas  bukan olahraga untuk manula kok.

(Baca juga: Olahraga Ringan Punya Efek Setara Pijat)

 

  1. Usia 50-an

Bila kamu memasuki usia ini, jauhilah pikiran untuk melakukan jenis olahraga kompetitif atau yang bersifat high impact, sebab sudah tidak memungkinkan. Hanya mereka dengan kebugaran ekstra yang mampu melakukannya dengan baik. Alternatifnya, kamu bisa memilih olahraga yang bertujuan untuk menjaga fungsi tubuh dengan baik.

Menurut ahli, olahraga seperti yoga, pilates, tai chi, atau senam kebugaran lainnya amat  ideal bagi mereka di usia 50-an. Agar sistem kardiovaskular tetap terjaga, seminggu tiga kali berlatihlah olahraga kardiovaskular yang aman. Misalnya, bersepeda statis, bersepeda santai, atau berenang.

  1. Usia di Atas 60 Tahun

Nah, orang-orang di usia ini perlu ekstra hati-hati bila hendak berolahraga. Pasalnya, aktivitas fisik sederhana dan tidak berbahaya, juga bisa memberikan dampak negatif bila enggak dilakukan dengan cermat.

Alasannya simpel, sebab kondisi tulang dan sendi sudah sangat rentan. Hal sebaliknya juga berlaku, enggak berolahraga sama sekali juga sama berbahayanya. Pasalnya, enggak aktif bergerak bisa membuat tulang makin cepat keropos dan fungsi organ tubuh akan semakin menurun.

Yoga adalah olaharaga untuk manula yang cukup sederhana, tapi efektif untuk memberi stimulasi fisik bagi tubuh. Bahkan, yoga juga bisa memberikan pengaruh positif secara mental dan spiritual bagi pegiatnya.

Supaya, enggak salah memilih jenis olahraga yang tepat sesuai usia, kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah tersebut. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.