Harus Tahu, Ini Alasannya Obesitas Bisa Memicu Kanker

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Harus Tahu, Ini Alasannya Obesitas Bisa Memicu Kanker

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin sering mendengar tentang berbagai macam masalah kesehatan yang ditimbulkan dari obesitas. Kanker menjadi salah satu penyakit serius yang bisa disebabkan oleh kondisi ini. Melansir dari MD Anderson Cancer Center, kelebihan lemak tubuh meningkatkan risiko untuk beberapa kanker, seperti kanker kolorektal, kanker rahim, kanker kerongkongan, kanker ginjal, dan kanker pankreas.

Baca Juga: Memiliki Bobot 350 Kg, Kenali Bahaya Obesitas Morbid

Para ahli percaya, peningkatan kanker pada pengidap obesitas ditimbulkan oleh peradangan yang disebabkan oleh lemak visceral, yaitu lemak yang mengelilingi organ vital. Jumlah lemak visceral yang berlebihan memengaruhi proses tertentu dalam tubuh, termasuk cara tubuh  mengelola hormon, seperti insulin dan estrogen. Lemak dapat memengaruhi bagaimana dan kapan sel membelah dan mati, sehingga risiko kanker juga meningkat. 

Bagaimana Obesitas Bisa Menyebabkan Peradangan?

Pada orang obesitas, mereka memiliki banyak lemak visceral yang mampu mengurangi ruang untuk oksigen. Nah, rendahnya kadar oksigen ini yang memicu peradangan. Peradangan menjadi respons alami tubuh terhadap cedera dan penyakit. Misalnya, saat kamu mendapatkan luka dalam, area di sekitar luka otomatis menjadi merah dan sakit saat disentuh. Peradangan kecil di sekitar area yang terluka ini membantu memperbaiki jaringan yang rusak dan membantu proses penyembuhan.

Tetapi peradangan jangka panjang yang disebabkan oleh kelebihan lemak visceral dapat merusak tubuh dan meningkatkan risiko kanker. Kanker terjadi ketika sel bereproduksi secara tidak terkendali, merusak sel di sekitarnya dan menyebabkan penyakit. Semakin banyak sel membelah dan bereproduksi, maka semakin tinggi risiko terbentuknya tumor. Selain itu, peradangan yang disebabkan oleh obesitas juga dapat mencegah tubuh merespon insulin dengan baik.

Baca Juga: Trik Banyak Makan Tanpa Obesitas

Kondisi ini disebut resistensi insulin di mana tubuh tidak merespon insulin dengan benar, sehingga menghasilkan lebih banyak insulin di dalam tubuh. Resistensi insulin memicu peningkatan jumlah produksi sel yang kemudian dapat menyebabkan kanker. Peningkatan insulin juga memengaruhi bagaimana hormon seperti estrogen dikendalikan. Jumlah insulin yang semakin banyak dapat menghasilkan lebih banyak estrogen pula yang tentunya meningkatkan risiko kanker.

Pencegahan Obesitas yang Memicu Kanker

Salah satu hal terpenting untuk mengurangi risiko kanker adalah mempertahankan berat badan yang sehat. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah obesitas, yaitu:

  • Tetap aktif. Pastikan melakukan aktivitas moderat setidaknya selama 150 menit atau aktivitas penuh selama 75 menit dalam seminggu.
  • Terapkan pola makan sehat. Pastikan 2/3 piring menu makananmu dengan sayuran, buah, biji-bijian atau kacang polong  dan 1/3 atau kurang dengan protein hewani.
  • Batasi alkohol. Kalau kamu minum alkohol, batasi diri hanya satu gelas per hari untuk wanita dan dua gelas per hari untuk pria.
  • Banyak istirahat. Kelelahan membuat seseorang ingin makan lebih banyak dan membuat pilihan yang tidak sehat. Pastikan untuk mendapat waktu istirahat yang cukup.

Baca Juga: Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Bisa Pengaruhi Obesitas

Obesitas mengganggu kemampuan tubuh untuk bekerja dengan baik, jadi penting  mengusahakan untuk mempertahankan atau memperoleh berat badan supaya terhindar dari risiko kanker. Jika kamu ingin tahu tips-tips diet sehat, kamu bisa bertanya kepada ahli gizi Halodoc. Kamu dapat menghubungi dokter  kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi :
MD Anderson Cancer Center. Diakses pada 2019. How does obesity cause cancer?.
Cancer Net. Diakses pada 2019. Obesity, Weight, and Cancer Risk.
Cancer Research UK. Diakses pada 2019. Does obesity cause cancer?.