• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Harus Tahu, Ini Bahaya Tar pada Rokok bagi Kesehatan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Harus Tahu, Ini Bahaya Tar pada Rokok bagi Kesehatan

Harus Tahu, Ini Bahaya Tar pada Rokok bagi Kesehatan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 10 Agustus 2022

“Tar adalah zat kimia yang dihasilkan ketika tembakau dibakar. Ketika terhirup, tar dapat merusak organ paru-paru dan berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan yang serius, salah satunya adalah kanker.”

Harus Tahu, Ini Bahaya Tar pada Rokok bagi KesehatanHarus Tahu, Ini Bahaya Tar pada Rokok bagi Kesehatan

Halodoc, Jakarta – Tar pada rokok adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan partikel kimia beracun, yang ditinggalkan oleh tembakau yang dibakar. Zat ini membentuk akan residu berwarna coklat atau kuning dengan tekstur yang lengket. 

Tembakau sendiri terkenal karena tiga kandungan utamanya yang berbahaya, yaitu:

  • Karbon monoksida.
  • Nikotin.
  • Tar.

Nikotin merupakan bahan kimia adiktif dalam rokok. Akan tetapi, tar menjadi bahan yang bertanggung jawab atas risiko munculnya masalah berbagai kesehatan, termasuk berbagai jenis kanker.

Bahaya Tar pada Rokok untuk Kesehatan

Menurut National Cancer Institute, asap rokok mengandung lebih dari 7 ribu bahan kimia dan sebagian besar ditemukan dalam tar. Ini artinya, tar meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan pada tubuh, di antaranya:

  1. Efek pada Paru-Paru

Tar dalam asap rokok akan menumpuk di dalam paru-paru saat dihirup. Seiring waktu, jaringan paru-paru yang sehat berubah menjadi abu-abu dan akhirnya menghitam karena lebih banyak tar yang terakumulasi.

Ulasan pada Annual Review of Physiology menuliskan, efek utama yang terjadi adalah tar melumpuhkan dan membunuh silia di saluran udara. Silia adalah struktur kecil seperti rambut yang melapisi trakea yang fungsinya membantu menjebak polutan. Ketika rusak, racun dalam tar dapat masuk lebih dalam ke paru-paru.

Beberapa dari racun ini dilepaskan saat menghembuskan napas atau batuk, tetapi lebih banyak yang menetap di paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit paru-paru seperti emfisema, bronkitis, dan kanker paru-paru.

  1. Meningkatkan Risiko Kanker

Efek negatif tar tidak hanya mempengaruhi paru-paru. Studi dalam Journal of Indian Society of Periodontology menyebutkan, racun tar dari organ paru-paru dapat dibawa ke aliran darah, dan berpindah ke bagian lain tubuh. Misalnya, karena asap ditarik langsung melalui mulut, tar juga dapat menyebabkan kanker mulut.

  1. Efek pada Otak

Merokok telah terbukti memiliki efek negatif pada otak, tetapi pengaruhnya tak hanya pada perokok itu sendiri. Studi dalam Archives of General Psychiatry JAMA Network juga menemukan, bahwa paparan bahan kimia pada asap rokok terhadap perokok pasif dapat menyebabkan perubahan pada otak. Perubahan tersebut dapat meningkatkan kerentanan kecanduan nikotin pada orang yang terpapar asap rokok.

Studi lain dalam Current Neuropharmacology juga menunjukkan bahwa bahan kimia dalam rokok mungkin terkait dengan efek kognitif lainnya. Ini termasuk defisit dalam belajar, memori, keterampilan eksekutif, kecepatan pemrosesan, dan kecerdasan umum.

  1. Masalah Kesehatan Lainnya

Racun dari tar dapat mempengaruhi setiap organ dalam tubuh. Selain kanker, racun tar dapat menyebabkan pewarnaan kuning-coklat pada jari dan gigi perokok serta kondisi kesehatan berikut:

  • Diabetes.
  • Masalah pada gusi.
  • Penyakit jantung.
  • Infertilitas

Ini artinya, kamu sebaiknya tidak merokok atau menghindari paparan asap rokok. Selain itu, sebaiknya kamu juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terlebih kalau kamu adalah seorang perokok. Manfaatkan Layanan Janji Medis di aplikasi Halodoc, kamu bisa download aplikasinya di Play Store dan App Store. 

Fakta Seputar Tar pada Rokok

Ada beberapa fakta menarik seputar tar yang terkandung pada rokok yang perlu diketahui, yaitu:

  • Tar hadir dalam setiap produk tembakau yang dibakar. Tingkat tar akan semakin meningkat saat rokok dibakar. Isapan terakhir pada sebatang rokok dapat mengandung tar dua kali lipat lebih tinggi daripada isapan pertama.
  • Tar dalam asap rokok melumpuhkan silia di paru-paru dan berkontribusi terhadap berbagai penyakit yang menyerang paru-paru. Contohnya seperti emfisema, bronkitis kronis, dan kanker paru-paru.
  • Jumlah rata-rata tar dalam rokok diturunkan dari 38 miligram dan 2,7 miligram nikotin, menjadi 12 miligram tar dan 0,95 miligram nikotin.

Nah, itulah bahayanya tar pada rokok bagi kesehatan. Yakin, masih mau merokok?

Referensi:
National Cancer Institute. Diakses pada 2022. Harms of Cigarette Smoking and Health Benefits of Quitting.
Annual Review of Physiology. Diakses pada 2022. Cilia Dysfunction in Lung Disease.
Journal of Indian Society of Periodontology. Diakses pada 2022. Effect of cigarette smoking on the periodontal health status: A comparative, cross sectional study.
Current Neuropharmacology. Diakses pada 2022. Cognitive Effects of Nicotine: Recent Progress.
Archives of General Psychiatry – JAMA Network. Diakses pada 2022. Effect of Secondhand Smoke on Occupancy of Nicotinic Acetylcholine Receptors in Brain.
Very Well Mind. Diakses pada 2022. How Tar in Cigarettes Can Hurt You.