Harus Tahu, Ini Cara Cegah Munculnya Sindrom Cushing

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Harus Tahu, Ini Cara Cegah Munculnya Sindrom Cushing

Halodoc, Jakarta - Peran hormon dalam tubuh enggak boleh dianggap sepele, sebab zat ini memiliki pengaruh terhadap aktivitas sel-sel dalam tubuh. Namun sayangnya, fungsi hormon ini bisa terganggu akibat beberapa kondisi, seperti sindrom cushing.

Sindrom cushing sendiri merupakan kumpulan gejala yang muncul akibat kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi dalam tubuh. Yang perlu diingat, kondisi ini bisa terjadi seketika atau bertahap dan akan semakin memburuk bila tak segera ditangani.

Baca juga: Orang dengan Faktor Risiko Ini Bisa Kena Sindrom Cushing

Hormon kortisol sendiri memiliki peran penting dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar adrenal, yaitu kelenjar yang berada di atas ginjal. Nah, kortisol ini berperan dalam mengontrol suasana hati dan rasa takut.

Enggak cuma itu, hormon ini juga memiliki fungsi lainnya, seperti mengatur tekanan darah, meningkatkan kadar gula darah, dan mengurangi peradangan. Kortisol juga sering disebut sebagai hormon stres, sebab hormon ini banyak diproduksi ketika seseorang mengalami stres.

Nah, untuk menyeimbangkan kadar kortisol, kelenjar adrenal akan dibantu oleh kelenjar di otak, hipotalamus, dan hipofisis). Kedua bagian otak ini akan mengirim sinyal ke kelenjar adrenal untuk mengurangi produksi atau menambah produksi hormon kortisol.

Lalu, bagaimana sih cara mencegah sindrom ini?

Memiliki Sederet Gejala

Seseorang yang mengidap sindrom cushing akan merasakan beberapa gejala dalam tubuhnya, seperti:

  • Wajah terlihat kemerahan.

  • Wajah terlihat bulat (moon face).

  • Naiknya berat badan atau obesitas.

  • Deposit lemak pada tengkuk (buffalo neck).

  • Penipisan kulit yang rentan memar.

  • Pada perempuan, menstruasi yang tidak teratur.

  • Meningkatnya gula darah.

  • Jerawat.

  • Gangguan ereksi pada pria.

  • Kelelahan.

  • Depresi dan cemas.

  • Gangguan tidur.

  • Lemah otot.

  • Turunnya libido.

  • Hipertensi.

  • Osteoporosis.

  • Batu ginjal.

  • Tumbuhnya rambut pada tubuh dan wajah..

Baca juga: Perlu Tahu, Gejala yang Ditimbulkan Sindrom Cushing

Awasi Penyebab dan Faktor Risikonya

Kortisol merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, yaitu suatu organ yang terletak di atas ginjal. Meningkatnya hormon ini bisa disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal.

Faktor eksternal yang menyebabkan meningkatnya hormon ini paling sering adalah penggunaan obat kortikosteroid dalam dosis tinggi dan jangka panjang.

Peningkatan kortisol yang disebabkan oleh faktor internal biasanya diawali dengan meningkatnya hormon adrenokortikotropik (ACTH) dalam tubuh, seperti pada tumor hipofisis atau tumor penghasil ACTH. Kondisi ini disebut penyakit cushing dan merupakan kondisi medis yang spesifik dan menjadi penyebab sindrom cushing.

Bisa Menimbulkan Komplikasi

Jangan anggap remeh masalah kesehatan yang satu ini, sebab bila tak ditangani dengan cepat dan tepat, sindrom cushing bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Misalnya:

  • Peningkatan gula darah.

  • Hilangnya massa otot.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Osteoporosis.

  • Rentan terserang infeksi.

Baca juga: Ini Tindakan Medis yang Dibutuhkan untuk Menangani Sindrom Cushing

Cara Mencegah Sindrom Cushing

Sebenarnya, belum ada hal atau cara yang bisa dilakukan untuk sepenuhnya mencegah sindrom cushing. Andaikan seseorang mengonsumsi obat jenis kortikosteroid secara jangka panjang atas indikasi medis, maka obat jenis ini harus dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Tujuannya jelas, agar sindrom ini bisa dicegah atau dideteksi dini.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!