• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Harus Tahu, Ini 5 Fakta tentang Keguguran Berulang

Harus Tahu, Ini 5 Fakta tentang Keguguran Berulang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – American Society of Reproductive Medicine (ASRM) mendefinisikan keguguran berulang sebagai keguguran yang terjadi tiga kali atau lebih berturut-turut. Sebagian besar keguguran disebabkan oleh kelainan kromosom, atau genetik, dan merupakan kejadian random. 

Abnormalitas bisa berasal dari sel telur, sperma, atau embrio awal. Sistem kekebalan bumil juga dapat berperan dalam keguguran berulang. Abnormalitas hormon juga dapat berdampak pada kehilangan kehamilan, termasuk penyakit tiroid dan diabetes. 

Abnormalitas pada pembekuan darah ibu juga dapat memengaruhi keguguran. Informasi mengenai keguguran berulang bisa dibaca di bawah ini!

Penyebab Keguguran Berulang

Pertambahan usia bumil sebenarnya juga dapat meningkatkan risiko keguguran. Ini dikarenakan kualitas sel telur yang tidak begitu baik, sehingga menyebabkan kelainan kromosom (genetik). Kadang-kadang, ibu atau ayah sendiri mungkin memiliki sedikit ketidakteraturan dalam gen masing-masing yang bisa berdampak pada keturunannya dan mengakibatkan keguguran.

Baca juga: Setelah Alami Keguguran, Perlukah Jalani Kuret?

Uraian di bawah ini adalah fakta-fakta mengenai keguguran berulang yang perlu diketahui.

  1. Tiga atau lebih dan berurutan 

Definisi teknis untuk keguguran berulang adalah ketika terjadi tiga atau lebih keguguran dari kehamilan yang didiagnosis klinis sebelum minggu ke-20 atau bulan ke-5 kehamilan. 

  1. Kehamilan dini adalah pengalaman traumatis emosional

Kehamilan dini bisa menyebabkan pengalaman traumatis dan emosional, sehingga terkadang bisa menjadi penyebab keguguran berulang. Sebuah penelitian menunjukkan kalau kehamilan yang mendapatkan dukungan sepenuhnya oleh dokter dan orang-orang yang disayangi jauh lebih berkualitas. 

  1. Sebagian besar wanita dengan keguguran berulang bisa memiliki bayi yang lahir sehat

Penting untuk diingat bahwa sebagian besar wanita keguguran berulang juga memiliki peluang untuk akhirnya memiliki kehamilan sukses.

  1. Keguguran adalah umum, tetapi keguguran berulang tidak

Sekitar 15 persen wanita hamil mengalami keguguran. Risiko keguguran berulang tergantung pada banyak faktor. Setelah satu kali keguguran, kemungkinan keguguran kedua adalah sekitar 14 hingga 21 persen. 

Ada beberapa faktor yang secara signifikan memengaruhi persentase ini, termasuk penyebab keguguran, usia ibu, dan riwayat kelahiran hidup sebelumnya. Namun, penting untuk diingat bahwa prognosis untuk kehamilan yang sukses di masa depan masih baik di hampir semua wanita dengan keguguran berulang.

Baca juga: Jenis Makanan Berbahaya untuk Ibu Hamil

  1. Stres tidak menyebabkan keguguran

Meskipun sering menjadi perhatian pasien, tetapi tidak ada bukti dari penelitian yang dirancang dengan baik yang menunjukkan hubungan antara keguguran berulang dan stres.

Dapatkan informasi yang tepat mengenai keguguran berulang di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Beberapa wanita mungkin memiliki perbedaan dalam pola kromosomnya diatur (translokasi) yang dapat meningkatkan risiko kehilangan kehamilan yang tidak seimbang secara genetik. Masalah dengan bentuk rahim dapat diidentifikasi melalui USG atau tes X-ray khusus. Dan, jaringan dari keguguran (jika tersedia) dapat diuji untuk melihat kelainan genetik.

Apapun kondisi kesehatan bawaan bumil, menjadi sesehat mungkin berdampak positif pada kemampuan untuk hamil dan melahirkan bayi yang sehat. Ada sejumlah kebiasaan gaya hidup yang dapat membantu menurunkan risiko keguguran berulang termasuk tidak merokok atau menggunakan obat-obatan seperti kokain.  

Penelitian juga menunjukkan bahwa membatasi jumlah alkohol dan konsumsi kafein dapat membantu. Berat badan yang sehat juga meningkatkan hasil kehamilan.

Referensi:
USC Fertility. Diakses pada 2020. 5 Things You Should Know About Recurrent Miscarriages.
UCLA Health. Diakses pada 2020. Recurrent Pregnancy Loss.
The Doctor Weighs In. Diakses pada 2020. What You Need To Know About Recurrent Pregnancy Loss.