Harus Tahu, Inilah 4 Komplikasi Akibat Herpes Genital

komplikasi herpes genital, virus herpes

Halodoc, Jakarta - Herpes genital terjadi karena adanya infeksi virus herpes simpleks. Virus ini terbagi menjadi dua tipe, yaitu HSV tipe 1 dan HSV tipe 2. Kebanyak kasus herpes genital disebabkan oleh HSV tipe 2, walau tidak menutup kemungkinan HSV tipe 1 merupakan penyebabnya. Kedua jenis virus ini sangat mudah menular dan penularannya terjadi melalui kontak langsung dari orang yang terinfeksi.

Terkadang penyakit herpes tidak menimbulkan gejala tertentu, ntetapi orang yang terinfeksi tetap dapat menularkan virusnya. Karena gejalanya yang cukup ringan, sekitar 80 persen orang yang terinfeksi tidak menyadari bahwa mereka telah mengalami herpes.

Hal yang dikhawatirkan dari penyakit herpes genital adalah adanya komplikasi yang cukup berbahaya. Berikut adalah komplikasi yang dialami oleh pengidap herpes genital yang perlu diwaspadai:

  1. Infeksi Menular Seksual

Pengidap herpes genital dengan luka terbuka berisiko lebih tinggi untuk menyebarkan atau tertular penyakit seksual lainnya. Terutama jika berhubungan intim tanpa pengaman. Penularan paling parah yaitu terjadinya komplikasi berupa HIV/AIDS.

Baca juga: Inilah 4 Penyakit yang Bisa Ditularkan Melalui Hubungan Intim

  1. Peradangan atau Inflamasi

Dalam beberapa kasus, herpes genital dapat menyebabkan inflamasi atau peradangan pada saluran kemih. Pembengkakan yang terjadi dapat menutup uretra selama beberapa hari. Pada kasus ini, kateter perlu dimasukkan untuk menyedot isi kandung kemih. Selain pada uretra, peradangan juga dapat terjadi pada bagian rektal. Inflamasi pada dinding rektum ini sering terjadi pada pria yang berhubungan intim dengan pria lainnya. Pada kasus yang jarang terjadi, virus herpes simpleks juga dapat mengakibatkan meningitis atau radang pada selaput otak.

  1. Masalah Kehamilan

Pada masa kehamilan, virus herpes simpleks yang menjadi penyebab herpes genital dapat menimbulkan masalah kehamilan. Virus ini dapat ditularkan kepada bayi saat melahirkan. Apabila infeksi HSV terjadi sebelum kehamilan, kemungkinan penularan pada sang bayi sangatlah kecil.

Pada beberapa bulan terakhir masa kehamilan, sang ibu akan melepaskan banyak antibodi pelindung kepada bayinya. Antibodi inilah yang akan melindungi sang bayi dari berbagai mikroorganisme, termasuk HSV. Antibodi ini dapat bertahan pada saat melahirkan hingga beberapa bulan setelahnya.

Baca juga: Herpes Genital, Pengaruhi Kesuburan atau Tidak?

Apabila gejala herpes muncul kembali, kamu mungkin perlu mengonsumsi obat asiklovir. Apabila kamu mengalami infeksi pertama pada awal 3-6 bulan masa kehamilan, maka risiko infeksi menular pada bayi akan meningkat, begitu juga dengan risiko keguguran. Oleh karena itu, asiklovir perlu dikonsumsi.

Virus herpes dapat menular saat proses persalinan. Jika infeksi pertama terjadi di atas 6 bulan usia kehamilan, risiko penularan infeksi pada bayi sangat tinggi. Ini terjadi karena tubuh sang ibu memerlukan waktu untuk menghasilkan antibodi sebelum sang bayi dilahirkan. Ibu perlu melakukan operasi caesar untuk menghindarinya. Kelahiran normal akan membuat risiko penularan infeksi pada bayi meningkat 40 persen lebih tinggi.

Baca juga: 3 Cara Atasi Masalah Herpes Genital

  1. Infeksi pada Bayi dalam Proses Persalinan

Bayi yang terinfeksi HSV ketika proses persalinan, infeksi yang terjadi dapat sangat berbahaya dan bahkan mematikan. Kondisi ini dikenal sebagai neonatal herpes. Herpes yang terjadi pada saat melahirkan ini bisa berdampak buruk pada organ tubuh seperti mata, mulut, dan kulit. Di samping itu, otak dan sistem saraf lainnya juga dapat terkena dampak dari infeksi ini. Pada kasus neonatal herpes yang parah, berbagai organ tubuh lainnya, seperti paru-paru dan hati, dapat terserang. Bahkan, kondisi ini bisa sebabkan kematian.

Itulah sejumlah komplikasi herpes genital yang perlu kamu waspadai. Apabila gejala yang tidak kamu kenali terjadi pada tubuh kamu, segeralah komunikasikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.